Kamis, 19 Oktober 2017

VIta dan Papa TIri





Serbubet - Vita wanita yg mau beranjak ABG sangat kasihan dimana dia dari sejak kelas SD sudah di tinggal oleh ayah kandungnya meninggal dunia sdangkan ibunya memilih untuk kawin lagi dgn laki laki lain sepeninggalan suaminya, ternyata umur ayah tiri Vita yg bernama Djalal masih berusia 30 an tahun masih Nampak muda dan belum tua.

Dari pernikahannya sama ibu Vita , Djalal sudah memendam rasa ingin sekali mencoba lubang perawan dari Vita dan baru kali ini di usianya yg ke 17 tahun Djalal sudah mempertontonkan gerak gerik dimana setiap vita kalau sdang membersihkan rumah atau lagi ngepel mata Djalal selalu melihat pantat yg menari nari sangat indah.

Timbullah hasratnya untuk menyaksikan tubuh sang anak tiri yg indah polos tanpa pakaian. Djalal mendapat akal, suatu hari ketika Vita dan ibunya sdang keluar rumah, Djalal bekerja keras membuat lubang di dinding kamar mandi yg hanya terbuat dari papan.

Suatu hari ketika Vita hendak pergi mandi Djalal bersiap menunggu sambil mengintip dari lubang kamar mandi yg telah dibuatnya, Vita memasuki kamar mandi dgn hanya mengenakan handuk melilit di tubuhnya, setelah mengunci pintu kamar mandi dgn tanpa ragu Vita melepaskan handuknya,

Djalal menelan liurnya menyaksikan pemandangan indah yg terpampang di depan matanya, pemandangan indah yg berasal dari tubuh indah anak tirinya, tubuh yg begitu sekal padat, ramping dan mulus itu membuat gairah Djalal bergejolak, apalagi sepasang payudara yg begitu mulus dgn sepasang puting susu berwarna merah jambu menghias indah di puncak payudara yg sekal itu,

Mata Djalal melirik ke arah selangkangan gadis itu tampak bulu-bulu halus indah menghias di sekitar belahan kemaluan perawan itu yg membukit rapat. Semua itu membuat dada Djalal bergetar menahan nafsu, membuatnya semakin penasaran ingin menikmati keindahan yg sdang terpampang di depan matanya. Djalal tahu Vita sering keluar dari kamarnya pada malam hari untuk pipis.

Pada malam berikutnya, Djalal dgn sabar menunggu. Begitu Vita memasuki kamar mandi, Djalal membarenginya dgn memasuki kamar Vita. Djalal menunggu dgn jantung berdebar keras, begitu Vita masuk kembali ke dalam kamarnya dan mengunci pintu Djalal muncul dari balik lemari,

Vita terbelalak, mulutnya menganga, buru-buru Djalal meletakkan telunjuk ke mulutnya, isyarat agar Vita jangan berteriak, Vita mundur beberapa langkah dgn ketakutan. Djalal maju dan tiba-tiba menyergapnya Vita siap menjerit, tetapi Djalal dgn cepat menutup mulutnya.

"Jangan menjerit!", Djalal mengancam. Vita semakin ketakutan, badannya gemetar.

Djalal memeluk gadis yg masih murni itu, menciumi bibirnya bertubi-tubi. Vita terengah-engah.

"Jangan takut, nanti kuberi uang", kata Djalal dgn nafas menggebu-gebu.

Bibir Vita terus diciumi, gadis itu memejamkan matanya, merasakan nikmat, dgn mulut terbuka. Tanpa sadar, rontaan Vita mulai melemah, bahkan kedua lengannya memanggut bahu Djalal.

Sekilas terbayg adegan di buku porno yg pernah dilihatnya.

Alangkah gembiranya Djalal ketika Vita mulai membalas ciuman-ciumanya dgn tak kalah gencarnya.
"Pak, Pak jangan...!", Walaupun mulutnya berkata jangan, tetapi Vita tidak mengadakan perlawanan ketika gaunnya di lepas.

Dalam sekejap, Vita hanya mengenakan beha dan celana dalam saja, itupun tidak bertahan lama. Djalal mencopoti bajunya sendiri. Vita menghambur ke tempat tidur dan menutupi tubuhnya dgn selimut, Vita menghadap tembok, menunggu dgn dada bergetar, di hatinya terjadi pertentangan antara nafsu dan keinginan untuk mempertahankan kehormatannya, namun nafsulah yg menang.

Selimut yg menutupi tubuh ditarik, Vita dipeluk dari belakang dan dirasakannya hangatnya pisang ambon Djalal mengganjal dan menggesek-gesek di belahan pantatnya, Vita menggigil.

Dgn bernafsu Djalal menciumi kuduk Vita, gadis itu menggelinjang-gelinjang, rasa nikmat menyelusup ke pori-porinya. Djalal membalikkan tubuh Vita hingga telentang, gadis itu meronta hendak melepaskan diri, Djalal menindihnya, tangannya meraba-raba bongkahan buah dada Vita. Dada yg ranum dan sehat, yg selama beberapa hari ini mengisi khayalan Djalal.

Kembali rontaan-rontaan Vita melemah, dirasakannya kenikmatan pada buah dadanya, yg diciumi Djalal dgn berganti-gantian. Dada yg kenyal dan masih segar itu bergetar-getar, Djalal membuka mulutnya dan melahap putingnya yg merah jambu.

Vita menjerit lirih, tetapi segera tenggelam dalam erangan kenikmatan. "Pak, mm.., mm.., ja..ngan ssshh mmphh..., sshh..".

Akhirnya Vita tidak lagi memberontak, dibiarkannya payudara kiri dan kanannya dijilati dan dihisap oleh Djalal. Aroma harum yg terpancar dari tubuh perawan itu benar-benar menyegarkan, membuat rangsangan birahi Djalal semakin naik.

Kedua bukit indah Vita semakin mengeras dan membesar, puting yg belum pernah dihisap mulut bayi itu kian indah menawan, Djalal terus mengulum dan mengulumnya terus.

"Pak, Saya.., takuut", Suara Vita mendesah lembut.

"Jangan takut, tidak apa-apa nanti kuberi uang..", dgn napas memburu.

"Ibu, pak. Nanti ibu bangun.., sshh.., aah..".

"aakh.., ibumu tidak akan bangun sampai besok pagi, ia sudah kuberi obat tidur".

Vita mulai mendesah lebih bergairah ketika tangan Djalal mulai bermain di bukit kemaluannya yg membengkak. Djalal menekan-nekan bukit indah itu. "Kue apemmu hebat sekali", bisik Djalal sambil berkali-kali meneguk air liurnya, tangan Djalal menguak belahan kue apem itu.

Vita yg semula mengatupkan pahanya rapat-rapat kini mulai mengendurkannya, bagaimana tidak? Sentuhan-sentuhan tangan Djalal yg romantis mendatangkan rasa nikmat bukan kepalang apalagi batang kemaluan lelaki yg tegak itu, menggesek-gesek hangat di paha Vita dan berdenyut-denyut.

Sebenarnya Vita ingin sekali menggenggam batang kemaluan yg besarnya luar biasa itu.

Sementara itu Djalal menggosok-gosokkan tangannya ke bukit kemaluan yg ditumbuhi rambut halus yg baru merintis indah menghiasi bukit itu. "Sssssh..., mmh..., sssh..., aakh..", Mata Vita membeliak-beliak dan pahanyapun membuka.

Djalal menggesek-gesekkan kepala kontolnya di bibir memek Vita yg masih rapat walau sudah dikangkangkan. Secara naluriah Vita menggenggam batang kontol Djalal, ia merasa jengah, keduanya saling berpandangan, Vita malu sekali dan akan menarik kembali tangannya tetapi dicegah oleh Djalal, sambil tersenyum, lelaki yg cukup ganteng itu berkata,

"Tidak apa-apa, Vita! Genggamlah sayg, berbuatlah sesuka hatimu!". Dan dgn dada berdegup Vita tetap menggenggam batang kontol yg keras itu. Djalal merem-melek menikmati belaian dan remasan lembut pada batang kontolnya.

Sementara itu tangan Djalal mulai menjelajahi bagian dalam kemaluan Vita, gadis itu menjerit kecil berkali-kali. Bagian dalam kemaluannya telah basah dan licin, ujung jari Djalal menyentuh-nyentuh clitoris Vita. Vita menggelinjang-gelinjang.

"Bagaimana Vit?", tanya Djalal.

"Enaakh..., Paak!", Jawab Vita.

Djalal semangkin gencar menggempur memek Vita dgn jari tangannya. Lalu Djalal menundukkan kepalanya ke arah selangkangan Vita. Dipandanginya belahan memek yg begitu indahnya, menampakkan bagian dalamnya yg kemerahan dan licin.

Djalal menguakkan bibir-bibir kemaluan itu, maka kelihatanlah clitorisnya, mengintip dari balik bibir-bibir kemaluan Vita, Djalal tidak dapat menahan dirinya lagi, diciumnya clitoris Vita dgn penuh nafsu. Vita menjerit kecil.

"Kenapa Vita? Sakit?", tanya Djalal di sela kesibukannya.

Mariana menggelengkan kepalanya sambil mengangkat kakinya. Dgn bernafsu Djalal menjilati memek Vita dan lidahnya menerobos menjilati bagian dalam dari kemaluan Vita, melilit dan membelai clitorisnya.

Vita semakin tidak tahan menerima gempuran lidah Djalal, tiba-tiba dirasakannya dinding bagian dalam kemaluannya berdenyut-denyut serta seluruh tubuhnya terasa menegang dan bersamaan dgn itu ia merasakan sesuatu seperti akan menyembur dari bagian kemaluannya yg paling dalam.

"aakh..., uuggh..., Paakk..", Vita mendesah seiring menyemburnya air mani dari dasar lubuk kemaluannya. Sementara Djalal tetap menjilati kemaluan Vita bahkan Djalal menghisap cairan yg licin dan kental yg menyembur dari kemaluan Vita yg masih suci itu, dan menelannya.

"Sungguh nikmat air manimu Mar", bisik Djalal mesra di telinga Vita. Sementara Vita memandang memelas ke arah Djalal, dan Djalal mengerti apa yg diingini gadis itu, karena iapun sudah tidak tahan seperti Vita.

Batang kemaluan Djalal sudah keras sekali. Besar dan sangat panjang. Sdangkan bukit kemaluan Vita sudah berdenyut-denyut ingin sekali dimasuki kontol Djalal yg besar. Maka Djalalpun mengatur posisinya di atas tubuh Vita. Mata Vita terpejam, menantikan saat-saat mendebarkan itu. Batang kontol Djalal mulai menggesek dari sudut ke sudut, menyentuh clitoris Vita.

Vita memeluk dan membalas mencium bibir ayah tirinya bertubi-tubi. Dan akhirnya topi baja Djalal mulai mencapai mulut lubang kemaluan Vita yg masih liat dan sempit. Dan Djalalpun menekan pantatnya. Vita menjerit. Bagaikan kesetanan ia memeluk dgn kuat. Tubuhnya menggigil.

"Paak, oukh.., akh..., aakh..., ooough..., sakit Pak..", Vita merintih-rintih, pecahlah sudah selaput daranya. Sdangkan Djalal tidak menghiraukanya ia terus saja menyodokkan seluruh batang kemaluannya dgn perlahan dan menariknya dgn perlahan pula, ini dilakukannya berulang kali. Sementara Vita mulai merasakan kenikmatan yg tiada duanya yg pernah dirasakannya.

"Goygkan pinggulmu ke kanan dan ke kiri sayg!", bisik Djalal sambil tetap menurun-naikkan pantatnya.

"Eeegh..., yaa..., aakkhh..., oough..", jawab Vita dgn mendesah. Kini Vita menggoygkan pinggulnya menuruti perintah ayahnya. Dirasakannya kenikmatan yg luar biasa pada dinding-dinding kemaluannya ketika batang kontol Djalal mengaduk-aduk lubang memeknya.

"Teee..., russ..., Paak..., eeggh..., nikmat..., ooough..!", erang Vita. Djalal semakin gencar menyodok-nyodok memek Vita, semakin cepat pula goygan pinggul Vita mengimbanginya hingga,

"Ouuuughh..., sa.., saya..., mmaau..., keluar.., Paak..".

"Tahan..., sebentar..., sayg..., ooouggh..".

Djalal mulai mengejang, diapun hampir mencapai klimaksmya. "aaGhh...", jerit Vita sambil menekan pantat Djalal dgn kedua kakinya ketika ia mencapai puncak kenikmatannya. Bersamaan dgn tekanan kaki Vita Djalal menyodokkan kontolnya sedalam-dalamnya sambil menggeram kenikmatan, "Eeegghh..., Ooouugh..". "Creeeet..., creeet..., creeeeeeeet..".

Mengalirlah air mani Djalal membasahi lubang kemaluan Vita yg sudah dibanjiri oleh air mani Vita. Merekapun mencapai puncak kenikmatannya. Keduanya terkulai lemas tak berdaya dalam kenikmatan yg luar biasa dgn posisi tubuh Djalal masih menindih Vita dan batang kontolnya masih menancap dalam lubang kemaluan Vita.

Harus Nekat, Baru Dapat Lobang






Serbubet - Aku, Arya adalah seorang laki-laki yang sudah beristri dan mempunyai seorang anak yang sudah berumur 7 tahun dan sudah bersekolah di kelas 1 SD. Karena anak kami masih kecil dan jarak antara rumah kami dengan SD tempat anak kami bersekolah cukup jauh maka setiap hari istriku mengantarkan anak kami ke sekolah. Kami mempunyai tetangga, suami istri, yang sudah sangat akrab dengan kami.

sebut saja Heni istri nya, sangat akrab dengan istriku sehingga hampir setiap hari ia bermain ke rumah kami, dan kalau berkunjung ke rumah kami biasanya ia langsung masuk tanpa mengucapkan salam atau membunyikan bel. Suaminya sendiri bekerja di perusahaan swasta yang seringkali pulang malam dan kebetulan mereka belum dikaruniai anak.

Heni biasa memanggil istriku dengan sebutan Teteh sdangkan kepadaqu ia biasa memanggil Mas Ary. Ia adalah seorang wanita yang cantik, kulitnya putih mulus, dan bodinya pun menggiurkan namun sangat bersahaja dan lugu, tdk pernah neko-neko, baik dalam cara berpakaian maupun cara bergaul, pokoknya polos.

Kalau berkunjung ke rumah kami biasanya ia hanya memakai daster, atau kadang-kadang memakai kain, namun bagiku hal tersebut menjadikan dia sangat seksi. Aqu merasa sangat senang kalau ia berkunjung ke rumah kami dan berlama-lama mengobrol dengan istriku sebab aqu bisa berlama-lama pula mengintipnya dari balik garden kamar memperhatikan tubuhnya yang sintal.

Bahkan kalau sudah tdk tahan aqu pun melaqukan onani sambil mengintipnya dan membayangkan seandainya tubuh Heni itu bugil dan aqu menggumulinya. Bahkan tdk jarang ketika aqu sdang menyetubuhi istriku pikiranku berfantasi seolah-olah aqu sdang menyetubuhi Heni, dan memang dengan berfantasi seperti itu aqu merasakan kenikmatan yang lebih dari biasanya.

Namun aqu sering merasa kesal karena orang yang sering kubayangkan tersebut selalu bersikap acuh terhadap diriku. Aqu sering mencoba memancing ke arah pembicaraan yang agak menjurus namun ia tdk pernah menanggapinya, bahkan pura-pura tdk mendengarnya. Sikapnya tersebut membuat diriku semakin merasa penasaran.

Pada suatu hari istriku minta izin kepadaqu untuk pergi ke rumah saudaranya yang rumahnya agak jauh, setelah pulang dari sekolah anak kami, dan diperkirakan baru akan pulang ke rumah sore harinya. Aqu pun tdk berkeberatan karena aqu pun tdk akan pergi ke mana-mana sehingga tdk khawatir dengan keadaan rumah kami. Aqu pun bersantai- santai saja di rumah sambil menyetel vcd porno yang tdk berani kusetel bila anak kami sdang berada di rumah.

Aqu menikmati tontonan yang merangsang tersebut sambil membayangkan bahwa yang bermain di dalam film porno tersebut adalah aqu dan Heni. Aqu terhanyut dalam bayangan bahwa diriku sdang menggumuli tubuh bugil Heni. Kebetulan sudah seminggu kont*lku tdk mendapat jatah karena istriku sdang berhalangan. Kont*lku sudah sangat ngaceng.

Sdang asyik-asyiknya aqu menonton sambil mempermainkan kont*lku tiba- tiba pintu yang lupa aqu kunci dibuka orang sehingga kontan kumatikan vcd player yang sdang kusetel. Ternyata yang membuka pintu tersebut adalah Heni yang langsung masuk sambil memanggil-manggil istriku:

"Teh . Teh ". Ia memakai kain dan baju atasannya agak terbuka atasnya, sehingga pangkal buah dadanya yang putih mulus dan montok terlihat sedikit. Kain yang dipakainya agak basah, mungkin ia baru selesai mencuci sehingga pinggulnya tercetak dengan jelas dan aqu tdk melihat garis segitiga di balik kain yang dikenakannya itu sehingga aqu berkeyakinan bahwa ia tdk memakai celana dalam.

Hal itu menyebabkan aqu semakin terangsang. "Mas, Tetehnya ke mana?" tanyanya. "Ke rumah saudara, pulangnya nanti sore!" jawabku, "Memangnya mau apa sih Hen?" tanyaqu. "Anu Mas, mau pinjam seterikaan, kepunyaan saya rusak". Datanglah setan membisikkan ke dalam diriku bahwa aqu harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mewujudkan hal yang selama ini selalu menjadi fantasiku.

Aqu berkata: "Biasanya sih di kamar tidur, ambil saja sendiri!", padahal aqu tahu bahwa seterikaan tersebut tdk disimpan di kamar tidur. Ketika Heni pergi ke kamar tidur untuk mencari seterikaan aqu segera mengunci pintu agar tdk ada orang lain yang mengganggu rencanaqu.Kont*lku sudah sangat keras karena ingin segera mendapat jatah.

Dari dalam kamar tidur terdengar Heni berkata: "Kok enggak ada Mas, di sebelah mana ya?" Aqu pun masuk ke kamar tidur dengan hanya mengenakan sarung tanpa memakai celana dalam supaya rencanaqu tdk terhambat dengan cd. Nampaknya Heni tdk menaruh curiga apa- apa. "Mungkin di bawah tempat tidur!" kataqu.

Kemudian Heni pun melihat ke bawah tempat tidur, tentu saja sambil menungging. Ketika Heni menungging aqu melihat sebuah pemandangan yang sangat indah dan sangat menggairahkan. Pantat Heni yang bahenol tercetak jelas pada kain yang dikenakannya, dan sekali lagi aqu yakin bahwa Heni tdk memakai celana dalam karena aqu tdk melihat garis segitiga pada pantatnya yang bahenol itu.

Karena sudah tdk tahan maka aqu pun segera memeluk tubuh Heni dari belakang sambil menggesek-gesekkan kont*lku pada pantatnya. Ternyata Heni memberikan reaksi yang tdk kuharapkan. Ia meronta-ronta berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukanku sambil memaki-maki diriku,

"Mas apa-apaan sih? Lepaskan diriku, aqu tdk mau melaqukan ini, kamu bajingan Mas, tdk kusangka!" Melihat reaksinya yang seperti itu pada mulanya aqu pun merasa ragu untuk melanjutkan perbuatanku, namun rupanya bisikan setan lebih dahsyat daripada akal sehatku, sehingga walaupun Heni meronta-ronta sambil memaki-maki aqu tdk peduli, bahkan aqu semakin bernafsu.

"Ampun Mas, lepaskan aqu, aqu tdk mau melaqukan hal yang seperti ini!" Heni berkata sambil menangis dan meronta-ronta. Aqu semakin ganas, kuhempaskan tubuh Heni ke atas tempat tidur sambil kutarik kainnya secara paksa sehingga kain tersebut lepas dan terlihatlah kemaluan Heni yang ditumbuhi bulu yang lebat.

Aqu pun semakin bernafsu, aqu berusaha untuk membuka pakaian bagian atasnya, namun aqu mendapat kesulitan karena Heni selalu mendekapkan tangannya erat- erat di daarya sambil terus menangis, kakinya pun selalu dirapatkan erat-erat sambil menendang-nendang sehingga aqu mendapat kesulitan untuk memasukkan tubuhku di sela-sela pahanya.

Mungkin karena sudah lelah atau karena lengah pada suatu kesempatan aqu mendapat kesempatan untuk merenggangkan pahanya dan tubuhku berhasil masuk ke sela-sela pahanya. Dari sana aqu berusaha untuk melepaskan pakaian bagian atas Heni dan sekaligus bh-nya yangpertahankan dengan gigih, sambil meronta-ronta, menjerit-jerit, memukul, dan mencakari tubuhku.

Akhirnya aqu berhasil menyobekkan pakaian bagian atasnya dan melepaskan bh-nya, dan aqu pun berhasil mendaratkan bibirku pada susunya yang masih keras, maklum belum dipakai menyusui, kecuali suaminya. Tdk ayal lagi aqu pun menciumi susunya dan sesekali mengulum putingnya dan menyedotnya.

Diperlaqukan demikian Heni mendesah, namun ia masih terus melaqukan perlawanan dengan cara meronta-ronta sambil menangis, walaupun rontaannya sudah agak melemah, entah karena kecapekan entah karena mulai terangsang.

Sejalan dengan itu pertahanan pahanya pun mengendur sehingga lambat laun kont*lku yang sudah super tegang berhasil menyentuh bagian luarmekinya dan kugesek-gesekkan kont*lku untuk mencari lubang yang selama ini aqu idam-idamkan.

Akhirnya kont*lku berhasil menemukan lubang idaman tersebut, dan secara perlahan tapi pasti aqu pun memasukkan kont*lku ke dalam lubang tersebut. Ketika kont*lku berhasil melaqukan penetrasi ke
dalam lubang mekinya serta merta terdengar mulut Heni mendesah dan merintih, badannya pun menjadi lemas, perlawanannya mengendur, dan ketika penetrasi kont*lku kusempurnakan dengan tekanan yang mantap ia pun menjerit tertahan,

"Aaaaaaahhhh Maaaassssssss ..". Inilah reaksi yang sangat aqu harapkan .. Ketika kont*lku aqu naikturunkan dengan cepat pantat Heni pun mengimbanginya dengan gerakan sebaliknya. Sekarang bibirku pun dengan leluasa tanpa hambatan bermain di puting susunya, sesekali aqu bergerilya di ketiaknya yang ditumbuhi bulu yang lebat, aromanya yang agak bau keringat sangat aqu senangi sehingga semakin meningkatkan gairahku.

Tangan Heni yang tadinya dipergunakan untuk memukuli dan mencakar tubuhku kini ia pergunakan untuk memeluk dan mengelus-elus punggungku. Tadinya ia menangis dan menjerit-jerit karena menolak kini ia menjerit-jerit dan mendesah serta mengerang karena gairah yang memuncak.

"Aaaaaahhhhhh .... Eeeeeeeemmmmmmhh Aduuuuuuuhhhhhhh . Ssssssshhhhhhh . Sssssssshhhhh sssssshhhhhhh . hhhhhhmmmmmmmhhh .. Maaaaassssssss .. Nikmaaaaaaaaatttttt tt".

Heni meladeni semua permainanku dengan sangat agresif, kami berguling- guling di atas tempat tidur, kadang aqu di atas kadang Heni yang di atas. Nampak sekali ia sangat menikmati permainan ini, sama sekali tdk tampak bekas-bekas penolakannya.

Ketika aqu suruh dia menungging untuk melaqukan posisi dog-style ia menolak, "Jangaaaaaan Masssssssss, jgn dari dubuuuuur aqu tdk suka,

jijiiiiiiiiikkkkk" Rupanya ia mengira bahwa aqu akan menyodominyakarena oleh suaminya ia tdk pernah disetubuhi dari arah belakang. Aqu pun memaksanya untuk menungging, posisi yang sangat aqu sukai ketika bersetubuh dengan istriku. Dengan terpaksa Heni menurutikeinginanku. Pemandangan yang aqu lihat saat Heni menungging semakin meningkatkan birahiku, pantatnya yang putih dan bulat serta meki berbulu yang terjepit oleh pahanya, aaaahhhh .. sungguh menggairahkan.

Segera aqu arahkan kont*lku yang masih sangat tegang itu ke arah mekinya yang terjepit oleh paha mulus. Ketika kont*lku secara perlahan-lahan masuk ke dalam mekinya, Heni menggelepar- gelepar sambil kelojotan merasakan sensasi yang baru ia rasakan setelah beberapa tahun menikah.

"Aaaaaaaaawwwwww .. Maaaassssssss .. Enak sekaliiiiiiiiiiiiii .. Terus Maaassssss jgn lepaskankont*lmuuuuuuuuuu . Adduuuuuuuuhhhhhhh .. teruuuuuustekaaaannnnnnnnn yang keraaaaaaaaassss .. kalau bisa dengan kanjutnyaaaaaaaa .!

Tangannya menggapai-gapai ke belakang ingin menarik pantatku agar kont*lku masuk lebih dalam lagi.

Dengan leluasa pula kedua tanganku mempermainkan susunya yang menggelantung dengan indah. Maka erangan Heni pun semakin menjadi-jadi karena ia mendapat kenikmatan dari dua arah. Mekinya yang aqu kocok terus dengankont*lku dan susunya yang terus aqu permainkan dengan tanganku. Heni pun menjerit dan mengerang dengan histeris, mulutnya meracau mengeluarkan kata-kata jorok yang semakin merangsang diriku.

"Maaaaaasssss .. jgn lepaskan kont*lmu dari mekiku, puaskanlah mekiku dengan kont*lmuuuuuuuu .. aqu baru merasakankenikmatan yang seperti ini, kontoooooolllllllll .

Aaaaawwwww . Maaassssss, aqu ingin agar kont*lmu terus berada di dalam mekiku . Aaaaaaaahhhhhhhhh .. sssssshhhhhhhhhhhhh h ssssshhhhhhhhhh ..

Kucabut kont*lku dari meki Heni karena aqu sudah merasa agak lelah dengan posisi tersebut. Heni menyangka bahwa aqu akan menyelesaikan eweanku terhadap dirinya, ia marah-marah dan meminta agar aqu segera memasukkan lagi kont*lku ke dalam mekinya,

"Mas jgn dicabut dong kont*lnya, Aqu belum orgasme nih! Ayo masukkan lagi! Aaaaahhhhh .. Kont*lmu Maaaaasssss ". Namun aqu mempunyai rencana lain. Aqu minta agar Heni berbaring telentang dengan kaki menekuk. Aqu segeramengarahkan mukaqu ke mekinya, mula-mula aqu jilati bagian dalam pahanya, kemudian aqu jilati mekinya dan aqu hisap itilnya.

Diperlaqukan demikian kontan Heni menjerit karena ia tdk menyangka akan mendapat perlaquan seperti itu, dan memang ia tdk pernah diperlaqukan demikian oleh suaminya. Suaminya sangat konvensional.

Aaaaaawwwwww Maaaaaassssss . Geliiiiiiiiiiii .. tapi nikmaaaaaaatt . Terus Mas hisap itilkuuuuuuuu , jilat mekikkuuuu agak ke bawah Masss, ya .. ya .. benar disitu Maaaaasssss, . Aaaaaaaawwwwwww . Maaaasssssss .. mana kont*lmu .

Kesinikan .. aqu ingin mengulumnya .." Maka aqu pun berputar untuk menyodorkan kont*lku ke melut Heni, dan kami pun mempraktekkan posisi 69. Kont*lku dijilati oleh Heni, kadang-kadang dikenyotnya dalam-dalam. Aqu pun mengerang sambil terus menghisap meki Heni yang sudah dipenuhi oleh lendir.

Ketika aqu merasa bahwa aqu akan mencapai orgasme aqu pun mencabutkont*lku dari mulut Heni dan segera memasukkannya ke dalam mekinyasambil terus digenjot. Nampaknya Heni pun sama akan mencapai orgasme, gerakan pantatnya semakin liar, desahannya semakin kerap.

Dan ketika aqu merasa ada yang mendesak di dalam kont*lku aqu pun menekankannya keras-keras ke dalam meki Heni sambil memeluk tubuhnya erat-erat, Heni pun demikian pula, ia memeluk tubuhku erat-erat sambil menahan tekanan kont*lku. Maka kami pun mengalami orgasme secara bersamaan dan kami pun sama-sama mengeluarkan suara erangan yang panjang sebagai tanda bahwa kami berada pada puncak kepuasan.

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaahhhh hhhhhhh . Ssssssshhhhhhhhhhhh .. Maaaaaaaaaaasssssss .., Heeeeeeeeeennnnnnnn . Tubuh kami pun terkulai bermandikan keringat, Heni memeluk erat-erat tubuhku seolah-olah tdk mau lepas selamanya. Ia berbisik dengan manja sambil nafasnya terengah-engah,

"Mas maaf yah atas kelaquanku terhadap Mas Ary tadi! Tadinya Heni kira ngewe itu dengan siapa pun rasanya sama saja, ternyata ngewe dengan Mas Ary itu beribu-ribu kali lebih nikmat dibandingkan dengan ngewe bersama suami Heni.

Terus terang saja kadang-kadang Heni merasa bosan ngewe dengan suami Heni karena ia hanya mementingkan diri sendiri. Baru kali ini Heni mengalami yang namanya orgasme. Ah kont*l Mas Ary sangat perkasa, aaaahhhhh . Kontooooooool. Kamu ini kok nikmat sekali!". Sambil berkata demikian ia mempermainkan kont*lku sehingga kont*lku tegang kembali.

Melihat kont*lku sudah ngaceng kembali Heni merengek meminta ngewe kembali. "Mas, ngewe kembali yu? Tuh kan kont*lnya sudah tegang kembali, Heni akan meladeni Mas Ary sampai kapan pun kont*l Mas Ary sanggup menancap di dalam meki Heni! Ayo dong Mas!" Aqu pura-puratdk mau (padahal nafsu sih sudah sampai ke puncak ubun- ubun)

"Enggak mau ah nanti suamimu keburu pulang, lagi pula Heni kan mau menyeterika, kita cari saja seterikaan itu". "Enggak Mas, suamiku sdang pergi ke luar kota, baru besok ia pulang. Soal seterikaan sekarang sudah menjadi nomor ke berapa, jauh lebih penting kont*lmu Mas dibanding dengan seterikaan.

Menyeterika itu seringkali terasa membosankan tetapi ngewe denganmu rasanya aqu tdk akan pernah bosan maaaaaasss . Cepet doooongngng coba raba mekiku Mas, sudahsangat basaaahhhh masssss, ayo doooooong ., kontoooooollllll .", Heni menjawab, ia tetap merengek meminta agar aqu memasukkan kont*lku ke dalam mekinya, namun aqu diam saja seperti tdk mau.

Karena aqutdk bereaksi maka Heni pun mengambil inisiatif, ia segera naik ke atas tubuhku, menciumi dadaqu, menyodorkan susunya ke mulutku agarkuhisap, menyodorkan ketiaknya agar aqu menjilatnya, dan menyodorkanmekinya ke mukaqu,

"Mas, jilat dong mekiku, hisap itilnya sesukamu,aqu inghin mendapat kenikmatan lagi, silahkan dong Maaasssss ..!". Aqu pun tdk menyia-nyiakan kesempatan yang menggairahkan ini, segera aqu menjilati mekinya dan menghisap itilnya, kadang-kadang menggigitnya.

Diperlaqukan demikian Heni mendesah dan mengerang sambil pinggulnya tdk henti-hentinya menggelinjang, "Aaaahhhhh Maaasssss terus beri aqu kenikmataaaaaan, aaaawwwww .. jgn terlalu keras menggigitnya dooooong Mas, aaahhhhhhhh . Ssssshhhhhhh ssssssshhhhhhh .. nikmaaaaaaat .".

Tdk lama kemudian ia mengarahkan lubang mekinya ke arah kont*lku yang memang sudah ngaceng dari tadi dan kont*lku pun menyambutnya dan terus melaqukan penetrasi sambil terus kunaikturunkan pantatku untuk mengimbangi goyangan pantat Heni.

"Aaaaaaaaaaaahhhhhh hh .. ssssshhhhhhh ..", Heni pun menjerit karena merasa senang diperlaqukan demikian, "aaaaaahhhhh .. hmmmmmhhhhhh . Massssssss.. terus tancapkan kont*lmu ke dalam mekiku ssssshhhhhhhh .

aqu rela maaaasssss .. Maaassss bulu kanjutmu menambah kenikmatan mekiku maaaaasssss .. aaaahhhhhhh . Kontoooollllll .. Setelah berlangsung agak lama Heni meminta aqu mencabut kont*lku danmenusuknya dari belakang,

"Maaaaasssss .. cabut dulu kont*lmuuuuuuuu .. aqu ingin ditusuk dari belakang aaaaahhhhhhhh cepet maaasssss tusuk mekiku dari belakaaaaaaang Maaaaassssss .. aaaaaaaahhhhh .. sssshhhhhhhh .. Maaassssss ..

Heni memang hebat, kini ia sangat agresif dan pandai merangsang serta memuaskan lawan mainnya. Ia langsung bisa mengimbangi permainanku dalam bersetubuh. Kami pun melaqukan berbagai variasi dan posisi dalam bersetubuh, dan kami selalu mengalami orgasme secara bersamaan.

Sejak saat itu aqu dan Heni sering melaqukan persetubuhan, tergantung siapa yang lebih dulu menginginkan maka dialah yang menghampiri lebih dulu. Kadang-kadang Heni datang ke rumahku ketika istriku sdang tdk ada di rumah. Kadang-kadang aqu yang datang ke rumahnya ketika suaminya sudah pergi.

Tdk jarang ketika aqu datang ke rumahnya Henisdang mencuci pakaian di kamar mandi maka kami pun bersetubuh di kamar mandi, kadang-kadang kami bersetubuh di dapur kalau kebetulan
ia sdang memasak, kadang-kadang pula kami melaqukannya dengan berbasah-basah di lantai bila ia sdang mengepel. Dan setiap variasi persetubuhan yang kami laqukan selalu memberi sensasi baru kepada kami.

Heni semakin sering berkunjung ke rumahku, walaupun sdang ada istriku. Kalau ia berkunjung ke rumahku dan istriku sdang di kamarmandi atau sdang ke warung kami memanfaatkan waktu yang sebentartersebut dengan seefektif mungkin untuk ngewe atau sekedar salingmempermainkan kemaluan kami masing-masing.

Atau kalau kami berpapasanmaka tangan Heni tdk pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk menjawil kont*lku dan aqu pun selalu mencubit mekinya yang memang seolah-olah ia sodorkan untuk kucubit atau kujawil dan kuremas susunya.

Kini, setelah aqu mempunyai lubang kenikmatan yang baru, yaitu meki eni, aqu pun tdk terlalu bnyk menuntut kepada istriku, demikian juga Heni, ia tdk lagi suka meminta jatah kepada suaminya

Gara - Gara Nafsu Gantung





Serbubet Suatu hari ... Mas Tono, suamiku berpamitan karena hendak mengikuti pelatihan ADUM di luar kota selama satu bulan. Ia harus dikarantina di suatu lokasi dan baru bisa pulang seminggu sekali. Sehingga saya harus berada di rumah sendirian selama mas Tono mengikuti pelatihan pra jabatan itu.

Mah ...mulai besok papah harus mengikuti pelatihan pra jabatan di Kota Y selama satu bulan. Tapi mamah nggak usah khawatir pasti papah seminggu sekali pulang atau kalau mamah mau setiap malam minggu mamah yang datang ke kota Y nanti kita nginap di hotel sekalian nengok anak-anak” begitu kata suamiku.

Ya enggak apa-apa kok pah..!!”

Gini aja ... biar mamah ada teman di rumah itu si Eka suruh tidur di sini buat nemenin mamah!”
Iya deh pah... nanti mamah minta ijin sama Yu Parmi biar si Eka tidur di sini.” Akhirnya kesempatan datang pula desisku dalam batin.

Sore itu saya dengan diantar mas Tono menyambangi rumah Yu Parmi dan meminta ijin buat Eka agar tidur di rumahku selama mas Tono berada di kota Y. Saat itu pula saya meminta tolong agar Yu Parmi datang ke rumahku seminggu dua kali untuk bersih-bersih.

Malam itu mas Tono mencumbuku habis-habisan sebelum berangkat ke kota Y keesokan harinya. Saya sampai kewalahan melayani napsu mas Tono yang menyetubuhiku sampai tiga kali malam itu. Berbagai gaya kami praktekkan hingga kami menggelepar kecapaian. Bahkan menjelang berangkat, mas Tono kembali menyergapku.

Saya sedang membereskan meja makan setelah kami sarapan. Mas Tono yang sudah mengenakan seragam dinasnya tiba-tiba menyergapku dari belakang. Tangan kekar mas Tono memeluk tubuhku yang gendut dan bibirnya menciumi leherku dengan ganasnya. Tubuhku didorong hingga mepet ke bak cucian. Kemudian disingkapkannya dasterku hingga ke pinggang lalu celana dalamku ditariknya hingga ke batas lutut.

Mas ... nanti telat lho...akhhh” desisku sambil mengingatkan kalau ia harus segera berangkat.

Biarin deh mam...telat dikit gak apa-apa..” mulutnya menjawab tetapi tangannya terus melepas sabuk celananya dan memelorotkannya sekaligus celana dalamnya. Saya merasakan betapa batang kemaluan mas Tono yang sudah keras menempel ketat di belahan pantatku yang tambun dan lebar.

Tangan mas Tono lalu bergerak meraba-raba perutku yang gendut sambil menekan-nekan batang kemaluannya hingga semakin ketat menempel di celah pantatku. Saya ikut menggerak-gerakkan pantatku agar mas Tono puas karena batang kemaluannya terjepit di antara perutnya dan belahan pantatku. Batang itu demikian keras dan hangat menempel di belahan pantatku.

Saya melenguh dan merasakan bahwa selangkanganku mulai basah karena terangsang saat tangan mas Tono menggesek-gesek celah hangat di selangkanganku. Apalagi saat jari-jaari mas Tono dengan lincahnya mulai bermain-main di daerah sensitifku ini.

Punggungku ditekan mas Tono hingga saya seperti menungging di atas bak tempat mencuci. Lalu mas Tono mulai mencucukkan batang kemaluannya ke celah sempit di selangkanganku yang sudah licin. Perlahan namun pasti batang kemaluan mas Tono mulai menerobos liang senggamaku.

Saya mendesah menahan sensasi nikmat saat batang kemaluan mas Tono mulai menggesek dinding lubang kemaluanku.

Saya ikut menggoyangkan pinggulku saat mas Tono mulai mendorong pantatnya hingga seluruh batang kemaluannya terjepit erat di lubang kemaluanku. Tubuh kami seolah menyatu dengan batang kemaluan mas Tono sebagai pasak yang menyatukan tubuh kami. Saya terus menggoyangkan pantatku mengimbangi goyangan mas Tono.

Saya merasa betapa buah dadsaya yang besar terguncang-guncang seirama hentakan pantat mas Tono yang menghajar lubang kemaluanku melalui tusukan-tusukannya yang dilakukan dari belakang. Saya membayangkan seolah-olah mas Tono sedang menyetubuhi gajah bengkak! (Tubuhku memang gendut seperti gajah bengkak!!)

Mas Tono semakin liar mengayunkan pantatnya. Tangannya yang kekar mencengkeram kedua belah bongkahan pantatku dan mulutnya menggeram saat saya merasakan betapa ada semprotan-semprotan cairan hangat menyembur di dalam lubang kemaluanku.

Saya tahu mas Tono sedang mencapai orgasme. Maka saya membantunya mengantarkan mas Tono ke puncak kenikmatan yang maksimal dengan menggerakkan pantatku semakin liar. Kami terus bergerak liar hingga mas Tono menekan pantatku seolah-olah menyuruhku berhenti bergerak.

Su..sudah mahhh! Arghhhh....” mas Tono dengan suara tertahan mencoba menghentikan gerakanku. Batang kemaluannya yang terjepit erat dalam genggaman liang kemaluanku serasa diperas dan dipelintir saat saya memutar pinggulku.

Beberapa saat kemudian napas mas Tono mulai kedengaran beraturan. Mulutnya membisikkan kata-kata mesra di teligsaya yang membuatku sangat bahagia memiliki mas Tono sebagai suamiku.

Kamu hebat sayang...saya sangat puas dibuatnya” mas Tono membisikkan kata-kata mesra ditelingsaya setelah ia orgasme barusan.

Itu buat bekal papah di penataran...kan seminggu lagi kita baru ketemu” desisku manja sambil sedikit menggoyangkan pantatku. Batang kemaluan mas Tono yang semakin melemas mulai terdorong keluar dari jepitan lubang kemaluanku. Dan plop!! Akhirnya keluar sudah seluruh batang kemaluan mas Tono. Sisa-sisa air maninya menetes ke celana dinasnya.

Tuh pah...celanamu jadi kotor kan”

Biarin mah...anggap saja itu sebagai prasasti” Kelakar mas Tono sambil memencet hidungku.
Jam 07.15 tepat mas Tono berangkat ke kantor dengan didahului cium pipi kanan dan kiri sebagai pamitan. Demikianlah seks kilat yang kami lakukan di pagi saat keberangkatan suamiku ke pelatihan di luar kota itu.

Saya sebenarnya belum mencapai orgasme saat mas Tono selesai dengan kebutuhannya. Akan tetapi saya tidak tega untuk meminta penuntasan darinya karena ia harus segera berangkat. Saya pendam sedikit kekecewaan setelah ‘digantung’ oleh mas Tono dalam persetubuhan pagi tadi.

Malam ini adalahmalam pertama saya ditinggal mas Tono untuk mengikuti pelatihan di instansinya. Saya yang masih belum mencapai orgasme sejak persetubuhan tadi pagi merasa sangat gelisah. Liang kemaluanku terasa berdenyut-denyut menuntut pemenuhan.

Eka ...ayo mandi dulu sebelum bobok” saya memerintah Eka anak asuhku untuk mandi dulu sebelum tidur. “Nanti kamu bobok sama ibu ya”

Iya buu...”
Saya lalu melepas seluruh pakaian yang melekat di tubuhku tanpa terkecuali BH dan CD ku. Sehingga saya benar-benar bugil saat itu dan berbaring di atas kasurku yang empuk. Saya lalu menutupi tubuh bugilku hanya dengan selimut agar tidak kedinginan karena AC di kamarku.

Ayo sini Ka..bobok di sini dikeloni ibu” perintahku pada Eka. “Lepas baju dan celanamu agar tidurnya enak”.

Eka menurut saja tanpa malu-malu. “Dasar anak kecil!!” desisku dalam hati. Kontol Eka yang masih kecil tampak menggantung mirip cabai merah. Ukurannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Mungkin sebesar jari manisku. Lalu Eka naik ke tempat tidurku dan berbaring di sampingku.

Kututupi tubuh telanjang Eka dengan selimutku, sehingga kami sama-sama telanjang di bawah selimut. Bulu romsaya berdesir saat paha telanjang Eka menyentuh pahsaya yang telanjang. Hasratku yang tadi belum tertuntaskan kembali bergejolak menuntut pemenuhan.
Ka...kamu biasanya tidur sama siapa di rumah?”

Sama si mbok bu..”

Ka ... ibu kan sudah lama tidak punya anak kecil, Eka mau kan bobok sambil netek sama ibu?”

I..iya bu...”

Saya lalu merangkul tubuh telanjang Eka dan menyodorkan tetekku yang gembung. Puting buah dadsaya yang besar dan kecoklatan segera disedot mulut kecil Eka anak asuhku.

Saya merasa betapa gejolak napsuku semakin bergolak saat mulut kecil Eka menyedot-nyedot puting payudaraku. “Sekarang ganti yang ini Ka ...” desisku agak gemetar menahan napsu sambil menyodorkan puting yang sebelah kanan. Karena agak kesulitan, kusuruh Eka agar naik ke atas tubuhku hingga ia tengkurap menindihku.

Tubuhku semakin meriang saat tubuh Eka yang telanjang menindihku sambil mulutnya terus menyedot-nyedot puting payudaraku. Perlahan namun pasti saya merasakan betapa kontol Eka yang menempel ketat di atas gundukan kemaluanku mulai mengeras. Normal bukan?? Walau pun ia masih kecil, tetapi naluri khewaniah yang ada pada dirinya sudah mulai bekerja. Kontolnya mengeras dan berdenyut-denyut di bawah sana.

Kulirik wajah Eka yang sedang asyik menyedot puting payudaraku. Kulihat warna rona kemerahan pertanda agak malu. “Enggak apa-apa Ka...Ibu malah senang kalau kamu ternyata anak normal” saya berusaha menenangkannya.

E.ee i..iya bu...habis Eka tidak pernah netek sama simbok”

Tanganku mengelus-elus punggung Eka yang terus menyedot puting payudaraku. Bulu-bulu halus di tubuh Eka mulai merinding saat tanganku mengelus lembut punggung bawahnya. Tanganku lalu menekan pantatnya hingga kontolnya yang sudah mengeras semakin ketat menekan gundukan bukit kemaluanku.

Lho ini kenapa Ka” tanya saya menggoda sambil mengedut-ngedutkan kemaluanku.
Eka menjadi agak malu saat saya mengedut-ngedutkan gundukan bukit kemaluanku yang tertekan kontolnya dengan ketat. “Eka mau yang lebih enak?” desisku perlahan.

I...iya bu!” jawabnya sambil menganggukkan kepalanya.

Nah Eka sekarang bobok terlentang biar ibu bikin Eka lebih enak ya”

Eka menurut apa yang kukatakan. Dilepaskannya mulutnya dari puting payudarsaya dan berbaring terlentang di sampingku. Saya lalu mulai menjilati kedua puting Eka secara bergantian. Lidahku terus turun ke bawah ke arah perutnya yang halus. Tubuhnya menggerinjal saat lidahku mulai menyusuri pusarnya dan terus ke bawah ke arah selangkangannya.

Tubuh Eka seolah tersentak saat lidahku dengan gemas mulai menjilati batang kontolnya yang sudah sangat keras. Tubuhnya kian bergetar saat kontolnya kukulum dan gerakkan kepalsaya maju mundur sehingga kontolnya bergerak keluar masuk di mulutku.

Akhhh...” Eka mendengus tertahan seolah sedang menahan sesuatu. Saya mengerti pasti anak ini sebentar lagi akan mencapai orgasme. Saya lalu menghentikan aksiku. Saya lalu merangkak di samping Eka dan mengambil posisi menungging.

Ayo Ka...masukkan kontolmu ke sini” perintahku sambil menunjukkan lubang di mana Eka harus memasukkan kontolnya. Lalu Eka berdiri di belakang pantatku dan mendekatkan kontolnya ke arah lubang yang kutunjuk. Tanganku ikut membantu kontol Eka membimbingnya mencucukkan ke lubang anusku yang sudah kubasahi dengan air ludahku.

Ayo dorong Ka ..”

Eka lalu mendorong pantatnya hingga kontolnya mulai menerobos kehangatan lubang anusku. Saya merasa kenikmatan mulai mengelitikku saat kontol Eka menyeruak dinding anusku. “Tarikhhh pelan-pelanhhh...” saya memerintahkan Eka untuk menarik mundur. “Doronghhhh”

Saya memberi perintah selama beberapa kali hingga Eka mulai memahami apa yang harus dilakukannya. Secara naluriah Eka sudah mulai mampu bergerak sendiri untuk mencari kenikmatan yang lebih tinggi.
Pantat Eka terus bergerak maju mundur hingga kontolnya semakin lancar keluar masuk dalam lubang anusku. Gerakan Eka semakin cepat dan mantap. Tiba-tiba tubuhnya bergetar hebat.
Bu... Eka mau pipisssh”

Terus Kaa.. biar pipis di dalamhhhh” saya terus mendesis dan mulai memutar pantatku agar Eka lebih cepat orgasme.

Beberapa detik kemudian saya merasakan betapa kontol Eka menyemburkan air hangat di dalam lubang anusku. Ya itulah orgasme seorang anak kecil, yaitu mengeluarkan air kencing yang sangat banyak!!
Saya terus bergerak semakin liar karena saya sendiri merasa hampir orgasme. Saya terus bergerak dan tiba-tiba tubuhku seperti tersengat arus listrik.

Perutku terasa kejang saat saya mencapai orgasme. Eka sendiri tubuhnya mulai meliuk dan ambruk di atas tubuhku yang sedang menungging. Kulirik kaca besar yang menghiasi kamar tidurku dan saya hampir tertawa karena membayangkan diri kami seperti bangkong (kodok yang besar) sedang kawin.

Kalau bangkong sedang kawin biasanya betinanya yang besar menggendong jantannya yang bertubuh kecil. Sama seperti keadaan diriku yang bertubuh gendut sedang menggendong tubuh anak kecil.
Lalu sama seperti apa yang dilakukan mbak Tatiek, saat air kencing anak itu memenuhi rongga dalam perutku, saya bertahan 15 menit bahkan dengan lebih menunggingkan tubuhku agar air kencing Eka jangan sampai tumpah ke kasurku. Tanganku lalu menutup lubang duburku agar air kencing Eka tidak menetes di atas kasurku.

Saat saya ke kamar mandi dan mengeluarkan air kencing itu, kotoran yang seperti lemak ikut keluar disertai sedikit tinja berbaur menjadi satu. Baunya minta ampun deh!! Kalau pembaca enggak percaya silahkan baui sendiri...he..he..he!!

Saya kemudian mandi dengan shower air hangat yang ada di kamarku. Setelah saya selesai kemudian kupanggil Eka agar mandi lagi.

Gimana tadi? Enak enggak?”

Emm..e..enak bu?”

Eka mau yang lebih enak lagi enggak?”

Ma..mau buu!”

Masih dalam keadaan telanjang bulat, saya lalu duduk di tepi kasur. Kusuruh Eka menetekku lagi sambil berdiri. Tubuhnya kupeluk dan tanganku mulai meraba seluruh tubuh Eka yang kecil. Napas Eka mulai memburu saat tanganku mulai mengelus-elus kontolnya.

Greng!! Kontol Eka langsung tegak saat tanganku mulai meremas dan mengelus dengan perlahan. Kutekan kepala Eka hingga mulutnya mulai bergerak turun ke arah perutku yang tambun. Saya sangat menikmati sedotan-sedotan mulut anak kecil itu.

Ayo ciumi yang sebelah sini Ka” saya memerintahnya untuk berjongkok di hadapanku dan mendorong kepalanya ke arah selangkanganku yang kubuka lebar-lebar. “Masukkan lidahmu di sini” desisku sambil menguakkan labia mayorsaya dengan kedua jariku.

Akhhh...” saya mendesis menahan nikmat saat lidah Eka mulai mengais-ngais liang kemaluanku. Lidahnya yang kasar dan hangat menyentuh-nyentuh tonjolan klitorisku sehingga menimbulkan rasa nikmat yang luar biasa. Tubuhku mulai bergetar menahan nikmat.

Terushhh Ka...terushhh ouchhhh” saya semakin liar dan menekan kepala anak itu agar semakin ketat menekan selangkanganku. Tubuhku terlonjak-lonjak saat saya mencapai orgasme. Sungguh kenikmatan yang luar biasa....

Saya sangat menikmati orgasmeku ini. Beberapa saat kemudian setelah napasku mulai teratur, saya menyuruh Eka untuk berbaring. Saya menciumi puting Eka bergantian kanan dan kiri. Tangannya kubimbing ke arah payudarsaya dan kusuruh ia meremasnya. Tubuh Eka mulai bergetar. Kontolnya yang tegak berdiri kelihatan sangat lucu.

Lidahku terus bergerak menyusur setiap jengkal kulit di tubuh Eka. Tubuhnya semakin menggerinjal saat mulutku dengan lincah mulai menghisap batang kontolnya. Kontolnya terasa berkedut-kedut di dalam kuluman mulutku.

Akhh...ohhh” mulut Eka terus menceracau tak karuan. Matanya terpejam seolah-olah sedang menahan sesuatu.

Saya menghentikan aksiku dan mulai berjongkok di atas kemaluan Eka. Kontolnya yang berdiri kencang kupegang dan kuarahkan ke lubang kemaluanku yang sudah sangat licin. Saya menurunkan pantatku perlahan-lahan hingga kontol Eka mulai tertelan lubang kemaluanku.

Sleeppp!! Batang kontol Eka yang kecil tertelan lubang kemaluanku dengan mudahnya. Saya merasakan betapa kontol Eka berdenyut-denyut dalam jepitan lubang kemaluanku.

Saya mulai menggerakkan pantatku berputar dan maju mundur sehingga klitorisku bergesekan dengan kontol Eka yang tertanam dalam liang kemaluanku. Saya merasakan bahwa kenikmatan mulai menjalar dalam diriku. Saya terus bergerak memutar mencari sensasi nikmat di liang kemaluanku.

Tubuhku mulai bergetar saat saya merasa ada sesuatu yang hendak meledak di dalam sana. Saya semakin liar bergerak. “Akhhh....okhhh” saya menggelinjang dan tubuhku tersentak saat saya mencapai orgasmeku. Saya terus bergerak semakin liar hingga akhirnya tubuhku yang tambun ambruk di atas tubuh Eka.

Tubuh Eka seolah-olah hilang terbenam dalam kasurku karena tertindih tubuhku yang tambun. Keringat sudah membasahi tubuhku. Lubang anusku berkedut-kedut setelah saya mencapai orgasme ini.

Setelah napasku mulai beraturan, saya melepaskan batang kontol Eka dari jepitan lubang kemaluanku. Saya lalu berbaring terlentang di samping tubuhnya. Kemudian kutarik tubuh Eka agar naik ke atas tubuhku. Kontolnya yang masih kencang kubimbing ke lubang kemaluanku.

Pantat Eka kutarik dengan jepitan kedua pahsaya sehingga kontolnya melesak ke dalam lubang kemaluanku yang sudah sangat licin. Kini ia semakin pintar. Hal ini terbukti dengan gerakannya yang otomatis tanpa perlu kukomando lagi. Ia mulai mengayunkan pantatnya hingga kontolnya bergerak keluar masuk dalam lubang kemaluanku.

Saya yang sudah capai tetap bergerak mengimbangi ayunan pantatnya. Kuputar pinggulku dengan pelan. Hal ini membuat mata anak itu mulai membeliak. Tubuhnya mulai menegang. Gerakan anak itu semakin cepat dan napasnya mulai memburu. Saya mengerti bahwa anak ini sudah mendekati puncak kenikmatannya.

Gerakan pantatku semakin cepat menyongsong ayunan pantatnya. Tubuh Eka mulai meliuk-liuk di atas perutku. Saya terus mempercepat putaran pantatku. Keringat kami semakin deras mengucur membasahi tubuh kami.

Akhhh....” Eka menjerit panjang. Kontolnya berkedut-kedut dalam jepitan lubang kemaluanku.
Surrrrrrrrrr.... Eka mengeluarkan air kencing sebagai tanda bahwa ia telah mencapai orgasmenya. Banyak sekali air kencing yang menyembur dalam lubang kemaluanku. Air kencing Eka menyemprot masuk ke dalam rahimku, saya secepatnya mengganjal pantatku dengan bantal agar air kencing itu tidak tumpah.

15 menit kemudian saya kencingkan di kamar mandi, tetapi yang keluar bukan hanya air kencingnya Eka saja, tapi juga lemak (karena air kencing itu kelihatan seperti berminyak-minyak) dan aromanya sangat bau sekali. Saya hampir muntah dibuatnya!!

Saya melakukannya selama berkali-kali dengan Eka hingga usianya menginjak 11 tahun. Bila anak itu sudah mulai mengeluarkan sperma, saya menggantinya dengan anak yang lain. Saya selalu mencari anak asuh yang lugu dan kuperkirakan tidak akan berani mengadukan apa yang terjadi kepada orang lain.

Hanya satu kesulitanku, yaitu cara untuk merayu anak itu agar mau memenuhi keinginanku. Itu merupakan hal yang sangat sulit sampai dia bisa dipakai dan tidak mengadukan kepada siapa-siapa. Setiap kali anak itu kencing di anus atau di lubang vagina, saya memberinya upah sebanyak Rp.10.000,- .

Khasiatnya benar-benar josss! Lebih joss daripada extra joss! Tubuhku yang berbobot 74 Kg, hanya dalam waktu enam bulan sudah mulai menyusut menjadi 55 Kg dan serasi dengan bentuk dan tinggi tubuhku. Kulitku pun mulai kencang seperti sedia kala saya menjadi tetap awet muda.

Ketika ini kutularkan kepada teman akrab lainnya, mulanya mereka tertawa geli. tapi setelah dicoba, ternyata sangat ampuh untuk kecantikan dan kulit serta keriput. Cara diet ini lebih ampuh dibandingkan makanan diet yang diiklankan di TV, dan jauh lebih nikmat pula! Terserah pembaca nantinya mau percaya atau tidak, tapi ini juga sebuah solusi buat perempuan setengah baya macam aku. Yang jelas saya dan beberapa temanku yang semula pada gembrot sekarang menjadi langsing kembali berkatProgram Diet Nikmat”.

Demikian pembaca kisah yang dituturkan oleh Ibu Sr di kota S. Semoga apa yang dituturkannya menjadi semacam panduan diet bagi ibu-ibu yang bertubuh gembrot dan ingin menjadi langsing dengan cara efektif dan nikmat.

Kisah Perkosaan Gresia






Serbubet Tempat yang berlokasi paling sudut . tempat itu merupakan berkumpulnya orang orang yang mencarai pelarian di antaranya adalah preman, bandit, brandal tempat iru selalu ramai dan tak pernah sepi karena buka dari pagi hingga pagi lagi kebanyakan yang datang di sana adalah pria pria jarang sekali wanita yang tampil disana.

Mulai dari pukul 12 siang, sejumlah brandal sudah mulai minum-minum, membuat pengunjung yang peminum biasa cepat-cepat pergi meninggalkan bar itu. Empat dari mereka bermain bola sodok dan yang lima lainnya sedang berbicara dengan Bayu. Sekitar pukul tujuh malam seorang sosok wanita masuk. Dia sama sekali tak cocok dengan daerah itu.

Gresia , wanita itu, sudah dijanjikan akan dijemput oleh pacarnya sekitar pukul tujuh, dan pacarnya mengatakan agar dia berpakaian seksi dan sensual. Bagi Gresia sendiri, itu bukan masalah. Dia menghabiskan sepanjang sore berbelanja dan berdandan. Dia kemudian mengenakan gaun malam hitam. Bagian dadanya lumayan rendah membuat belahan dadanya terlihat, tapi tak terlalu banyak.

Buah dada Gresia tak besar, tapi padat dan bulat, dan tetap mengacung walaupun dia tak mengenakan BH sekalipun. Pantatnya juga terlihat bulat di tutupi oleh gaun malam itu. Gresia terlihat tinggi sebab di kakinya dia memakai sepatu dengan hak setinggi sepuluh senti. Panjang gaun malam itu cuma sampai sepuluh senti di atas lutut Gresia , membuat kaki Gresia yang panjang terlihat jelas, halus, putih mulus.

Sebab ketatnya gaun yang dia pakai, Gresia harus berjalan perlahan, masuk ke dalam bar itu. Rambut Gresia yang berwarna kecoklatan jatuh tergerai di punggungnya. Secara keseluruhan penampilan Gresia membuat bar itu semakin terasa panas.

Pacarnya bilang bahwa dia akan menjemput Gresia untuk makan malam, tapi sekarang Gresia sendiri tak yakin apakah memang daerah ini yang dimaksudkan, setelah matanya melihat keadaan di sekelilingnya. Dia sendiri harus bertanya beberapa kali untuk dapat sampai ke daerah ini.

Gresia yang tak melihat teman kencannya, memutuskan untuk memesan soft drink dan menunggu sebentar. Gresia menghampiri daerah duduk kosong di sebelah meja bola sodok, dan duduk di situ berharap teman kencannya akan langsung datang dan membawanya pergi dari situ.

Keempat orang yang sedang bermain bola sodok memandanginya sejenak dan mengenali Gresia , mereka berkata bahwa mereka adalah fans berat Gresia dan mengajaknya untuk ikut dalam permainan bola sodok mereka. Dengan sopan Gresia mengucapkan terima kasih dan menolak tawaran itu, dan mengatakan bahwa dia sedang menunggu temannya.

Masing-masing dari keempat orang itu menatap Gresia untuk beberapa saat, dan Gresia sendiri merasa merinding ketika matanya menatap mata mereka. Mereka menjilati bibir mereka setiap kali mata Gresia beradu pandang dengan mereka.

Setelah minum-minum beberapa gelas kemudian, suasana semakin menakutkan bagi Gresia . Mereka berdiri di sebelah Gresia sambil mengusapi selangkangan mereka menunggu giliran untuk menyodok bola. Mereka mulai mekamuntarkan kata-kata jorok seakan-akan Gresia tak ada di situ.

"Hei Non, gimana kalau kamu buka kaki kamu, jadi kita bener-bener punya lubang beneran buat disodok!" seseorang dari mereka berkata.

"Gimana kalau kita nyanyi sama-sama di ranjang Non?" yang lain menimpali.

Gresia berusaha mengacuhkan mereka, tapi mereka terus mekamuntarkan kalimat-kalimat jorok itu. Gresia memutuskan untuk menunggu teman kencannya di luar sehingga dia tak harus melihat orang-orang itu. Tapi seseorang langsung mendekatinya dan menempatkan tangannya di bahu Gresia serta mendorongnya duduk kembali sementara dia sendiri duduk di sebelah Gresia .

"Taruhan yuk?!, Kalau aku dapat masukin bola di sudut itu, kamu kulum punya aku di mulut kamu!" katanya keras, sambil kemudian menjilat dan mencium telinga Gresia .

Gresia cuma dapat memandangi dia dengan mulut terbuka tak percaya. Dia sama sekali tak percaya mendengar perkataan laki-laki itu. Seumur hidupnya belum pernah ada orang yang berbicara sedemikian vulgar kepadanya. Ketika Gresia tak mengatakan apa-apa, orang itu memasukkan tangannya ke dalam gaun Gresia , merabai pacuma dan berusaha membuka kaki Gresia .

Gresia meronta dan memandang sekelilingnya dengan tatapan memelas mohon pertokamungan. Orang yang lain kemudian berteriak bahwa sekarang giliran laki-laki itu untuk main. Ketika laki-laki itu bangkit, Gresia merasa lega, tapi tak lama. Laki-laki lain menggantikan orang itu dan dua orang lainnya menghadangnya di depan.

Laki-laki yang bertaruh tadi menyodok bolanya. Dia kemudian melemparkan tongkatnya ke atas meja, memandang Gresia sambil menyeringai, dan perlahan berjalan mendekati Gresia .
"Kamu utang satu kali sama gue!" katanya singkat.

Bayu langsung berlari mendekati pintu dan menguncinya. Dua orang menarik Gresia yang meronta dan menjerit, dari atas daerah duduknya. Kedua laki-laki itu berkata kalau Gresia dapat berteriak sekuat tenaga, tapi tetap akan melayani mereka apapun yang terjadi! Wajah Gresia memutih pucat ketakutan, dan memohon pada mereka untuk melepaskan dirinya.

Gresia berkata, dirinya tak membawa banyak uang, tapi mereka dapat mengambil kartu kredit dan semua uang yang ada di dompetnya kalau mereka melepaskan dirinya. Laki-laki yang menang taruhan tadi cuma tertawa dan menurunkan ritsluiting celananya.

"Aku nggak butuh duit kamu! Kamu dapat simpen duit kamu! Tapi yang pasti kamu nggak bakalan dapat nyimpen badan kamu cuma buat kamu sendiri!" katanya.

Gresia akan langsung diperkosa beramai-ramai. Gresia cuma mempunyai dua pilihan. Melawan dan berharap dapat melarikan diri, atau berusaha rileks dan berdoa mereka tak melukai dirinya. Ketika Gresia melihat sepuluh orang mengeliling dirinya, Gresia menyadari dia harus menyerahkan dirinya.

Tiba-tiba, Gresia dipaksa untuk berlutut. Bayu tadi memegang rambut dan kepala Gresia hingga tak dapat bergerak. Laki-laki yang bertaruh tadi maju mendekati Gresia . Ketika dia mengeluarkan penisnya, dia memerintahkan Gresia untuk langsung mengulumnya dan jika dia berani mengigit penisnya, dia akan merontokan gigi Gresia dan melanjutkan memperkosa mulut Gresia .

Bayu tadi mendorong kepala Gresia ke depan. Laki-laki di depan Gresia memajukan penisnya mendekati muka Gresia . Ketika penisnya sudah tegang dan keras, dia menjepit hidung Gresia untuk membuat Gresia membuka mulutnya.

Ketika Gresia kehabisan nafas dan membuka mulutnya untuk menghirup udara, dia mendorong penisnya ke dalam mulut Gresia . Laki-laki itu berhenti begitu bibir Gresia telah melingkar di penisnya dan membiarkan Bayu di belakang Gresia membantunya.

Bayu tadi mulai mendorong dan menarik kepala Gresia . Kepala Gresia bergerak maju dan mundur tanpa henti, terus menerus.

Lipstik Gresia yang berwarna merah menempel di batang penis yang ada di mulutnya. Dan ketika kepala penis itu masuk ke tenggorokannya Gresia tersedak, tapi Bayu tetap mendorong hingga kepala penis itu masuk lebih dalam di tenggorokan Gresia . Gresia dipegangi hingga tak bergerak dengan penis yang terbenam hingga tenggorokannya, sementara mereka berbicara satu sama lain.

"Lumayan! Anget dan empuk! Tapi aku pikir dia musti banyak berlatih soal beginian." Kata laki-laki di depan Gresia .

"Mungkin dia bekamun pernah pake mulutnya? Gimana? Kamu udah pernah pake mulut kamu Gresia sayang?" tanya yang lain.

"Tentu aja dia pernah! Mulutnya nggak dipake buat makan doang tau?! Liat aja tuh bibir, punya kamu kayak dijepit sama tuh bibir kan?" kata Bayu sambil melihat dari bahu Gresia .

Laki-laki pertama tadi lalu mendorong Bayu untuk menjauh. Tangannya kemudian menjambak rambut Gresia dan mulai menggerakannya dengan kasar membuat penisnya kembali bergerak keluar masuk di mulut Gresia .

Semua orang dapat mendengar suara dahi Gresia yang menumbuk perut orang itu, dan erangan Gresia yang terdengar setiap kali penis itu masuk jauh ke tenggorokannya.

Ketika laki-laki itu akan mengalami orgasem dia mendorong kepala Gresia hingga hidung Gresia terbenam di dalam rambut kemaluan orang itu tanpa dapat menarik nafas. Pejuh langsung menyembur keluar memenuhi mulut Gresia .

Dan dari sudut mulut Gresia pejuh menyemprot keluar, mengalir turun, menggantung di dagu Gresia . Kemudian orang itu mulai bergerak lagi tanpa henti. Pejuh terus mengalir keluar, jatuh dari leher Gresia ke atas gaun hitam yang dikenakan Gresia .

Ketika akhirnya dia menarik penisnya dari mulut Gresia , Gresia megap-megap menarik nafas dan terbatuk-batuk memuntahkan pejuh yang masih ada di tenggorokannya.

Dua orang kemudian memegangi Gresia sementara yang lain mulai melepaskan pakaian mereka. Gresia sendiri tak berdaya untuk melarikan diri, setelah baru saja dia mengalami shock sebab pejuh yang disemburkan masuk ke dalam mulutnya, tapi mereka tetap memeganginya.

Ketika semuanya telah telanjang bulat, dia diangkat dan diletakan di atas meja bola sodok dan langsung dipegangi oleh empat orang laki-laki, setiap orang memegangi tangan dan kakinya. Kaki Gresia terbuka lebar dan tubuhnya telentang, lampu di atas kepala Gresia membuat matanya terpejam sebab silau. Bayu mendekat dan naik ke atas meja.

Perlahan dia menggosokan penisnya yang besar ke kaki Gresia . Yang lain cuma dapat memandang iri pada penis Bayu yang panjangnya hingga 25 senti dan selalu dia yang mendapat kesempatan pertama. Bayu memerintahkan orang di dekat kepala Gresia untuk mengangkat kepala Gresia hingga Gresia dapat melihat ketika penis Bayu mulai masuk ke vagina Gresia .

Orang yang memegangi kaki Gresia berusaha membuka kaki Gresia lebih lebar, tapi terhalang oleh gaun yang dikenakan Gresia . Bayu langsung menarik gaun tersebut robek hingga pinggang Gresia .

Orang-orang berseru kagum ketika melihat apa yang dikenakan Gresia di bawah gaunnya. Dia mengenakan stocking warna hitam dengan celana dalam sutra berenda yang mirip dengan bikini. Orang yang memegang tangan Gresia lalu menarik gaun bagian atas, terlihatlah BH warna hitam yang menutupi separuh dari buah dada Gresia . Puting susu Gresia tampak mencuat dari balik BH yang tipis dan berenda itu.

"Gila! Kamu pake pakaian kayak gini dan kamu musti dipaksa buat ngulum punya dia! Kata Bayu.


"Mungkin kamu nggak suka sama kita semua ya? Kamu anggep kita nggak pantes kamu layanin, gitu? Jadi kamu pikir cuma Roy yang berhak nidurin kamu? Kamu dandan kayak gini biar Roy napsu sama kamu kan? Asal kamu tau aja Gresia , buat sementara waktu Roy atau siapapun juga nggak dapat nidurin kamu! Sebab mereka semua musti nunggu kamu selesai ngelayanin kita semua di sini! Sekarang kita liat seberapa hotnya kamu!".

Gresia terpana, menyadari nama teman kencannya adalah Roy! Roy yang mengajak dirinya makan malam! Roy yang meminta agar Gresia berpakaian seksi! Roy yang memintanya agar menunggu di bar ini Roy telah menjual tubuh Gresia untuk para brandal ini!

Setelah menarik lepas celana dalam dan BH Gresia , Bayu menyuruh orang-orang yang memegangi Gresia melepaskannya. Gresia berusaha meronta dan menendang Bayu, tapi dia kalah cepat. Bayu langsung memegang kedua pergelangan tangan Gresia yang ramping dengan satu tangan dan menekannya di atas meja dekat kepala Gresia , sementara dia menempatkan pinggulnya diantara kedua kaki Gresia .

Bayu kemudian berusaha membuka kaki Gresia dengan kedua lututnya dan mengarahkan penisnya yang sudah keras ke vagina Gresia dengan bantuan tangannya yang masih bebas. Dengan satu kali dorongan, Bayu dengan keras memasuki vagina Gresia .

Gresia menjerit sekeras-kerasnya, dan makin meronta-ronta, tanpa daya menghentikan Bayu memperkosa dirinya. Bayu sendiri menikmati sekali segala jeritan dan rontaan Gresia . Dia menyeringai setiap kali Gresia menjerit kesakitan.

Ketika Bayu sedang memperkosanya, laki-laki lainnya ikut menyakiti Gresia dengan mencubit, meremas, meraba, mengisap, mengigit, menjilat dan menciumi seluruh tubuh Gresia . Mereka mulai dengan memainkan buah dada Gresia dan mengisapi puting susunya, tangan-tangan mereka juga menarik-narik dan menjepit puting susunya.

Seseorang menutup mulut Gresia dengan tangannya sehingga seluruh jeritan Gresia cuma berupa erangan tak jelas. Kaki Gresia diangakat tinggi-tinggi dari atas meja sementara tangan-tangan merabainya, menikmati halusnya kaki Gresia .

Seseorang berusaha membuka belahan pantat Gresia dan sesuatu yang basah dimasukkan ke liang duburnya. Dua buah penis menampari wajah Gresia , mengenai pipi dan matanya.

Beberapa menit kemudian jeritan Gresia cuma tinggal erangan dan rintihan tapi Bayu memperkosa Gresia tanpa henti, terus bergerak makin cepat. Setelah lama kemudian, Bayu menarik penisnya hingga hampir terlepas dari jepitan vagina Gresia , dia mengerang dan maju mendorong ke depan sekuat tenaga. Kepala Gresia terdongak dan jeritan melengking terdengar, mekamukamung panjang keluar dari mulut Gresia yang masih tertutup oleh tangan.

Bayu mengejang beberapa saat dan bergerak beberapa kali, dan penisnya menyemburkan pejuh ke dalam vagina Gresia . Pejuh, bercampur dengan darah, mulai mengalir keluar dari vagina Gresia . Pejuh Bayu menyembur tanpa henti, hingga mengalir dan tergenang di atas meja bola sodok. Laki-laki yang lain kemudian melepaskan pegangan mereka pada diri Gresia dan bertengkar mengenai giliran siapa selanjutnya.

Gresia cuma dapat berbaring tak bergerak ditindih oleh Bayu, kaki dan tangannya masih terbuka lebar, dia menangis histeris. Satu-satunya yang telah Gresia jaga, mulai dari SMA, universitas, hingga kini, adalah keperawanannya. Gresia ingin menyimpan keperawanannya itu untuk malam pertama di hari pernikahannya. Dia telah diperkosa dan keperawanannya telah hilang.

"Gila! Dia masih perawan! Aku taruhan si Roy pasti nggak tau soal ini! Artis kayak kamu masih ada yang perawan juga ya Gresia , aku pikir kamu udah kasihin ke produser kamu!" kata Bayu.

Dia menatap Gresia yang masih terus menangis.

"Udah dong Gresia , jangan nangis terus! Perawan kamu udah ilang sekarang, nasi udah jadi bubur! Kamu mustinya bangga ama diri kamu, soalnya punya kamu masih sempit banget! Pokoknya paling sempit dari semua yang udah pernah aku pake! Lagipula kita baru aja mulai!" katanya pada Gresia .

Bayu kemudian menarik penisnya keluar. Semua orang melihat bagaimana vagina Gresia menjepit penis itu ketika penis itu perlahan keluar dari vagina Gresia . Seorang laki-laki langsung naik ke atas meja setelah Bayu turun. Dia tak terlalu terburu-buru.

Sekarang, Gresia dapat merasakan bagaimana bibir vaginanya perlahan membuka dan penis itu sedikit demi sedikit masuk ke dalamnya. Kesakitan kembali tercermin di wajah Gresia , ketika dia merasa tubunnya seperti dirobek oleh penis yang masuk.

"Kamu jangan belagu deh! Kalau kamu nggak suka sama punya aku atau punya temen aku tadi, masih ada yang laen! Cepet atau lambat kamu pasti temuin yang kamu suka!" bentak orang itu.

Perkataan orang itu membuat apa yang telah dia takutkan selama ini menjadi nyata. Gresia akan diperkosa bergantian oleh seluruh orang yang ada di bar itu. Dan dia tak punya pilihan sama sekali. Gresia cuma dapat menyerahkan dirinya dan melayani mereka hingga selesai. Sekarang Gresia cuma berharap dia dapat keluar dari situ hidup-hidup, dan berharap tak ada seorangpun yang tahu apa yang telah dia alami.

Gresia kemudian berusaha berpikir bagaimana membuat semua siksaan ini semakin cepat berakhir. Dia berusaha mengingat adegan-adegan film-film erotis yang pernah dilihatnya. Dia berusaha mengingat apa yang harus dilakukan untuk mendorong seorang prdia cepat mencapai orgasme.

Gresia kemudian melingkarkan tangannya ke leher laki-laki yang ada di atas tubuhnya dan menariknya mendekat, lalu menciumi bibir laki-laki itu. Gresia lalu melingkarkan kakinya ke tubuh laki-laki itu dan menggosokan kakinya yang terbungkus stocking ke pinggul dan pantatnya.

Walaupun rasa sakit masih terus menyerang kewanitaan Gresia , Gresia terus saja melingkarkan dan mengunci kakinya ke pantat dan menariknya hingga penis laki-laki itu masuk lebih dalam ke dalam vagina Gresia , dibarengi oleh Gresia dengan mengangkat pinggulnya. Sebelah tangan Gresia mengusapi rambut laki-laki itu sementara yang lainnya merabai pundak dan punggungnya.

Dia menciumi dan mengulum lidah laki-laki itu sembari mengeluarkan erangan seakan-akan dia menikmati semuanya. Gresia berusaha mengingat semua adegan erotis yang pernah dilihatnya, berusaha membuat laki-laki yang sedang memperkosanya langsung mengalami orgasme.

Berhasil! Dia menyemburkan pejuhnya ke dalam vagina Gresia yang sudah terisi oleh pejuh Bayu. Lalu dengan langsung orang lain menggantikan laki-laki itu, kemudian laki-laki lain menyusul, setelah itu temannya juga mulai memperkosa Gresia .

Gresia berusaha membuat mereka orgasme secepat mungkin, tapi akhirnya Gresia tak dapat lagi menahan semua itu. Dia tak dapat lagi menahan rasa sakit dan dia sudah kehabisan tenaga melayani laki-laki itu. Gresia lalu menangis dan memohon pada semuanya agar melepaskan dirinya. Laki-laki yang sedang menindihnya meremas buah dada Gresia keras-keras hingga Gresia menjerit kesakitan.

"Jangan berisik! Kamu bekamun ngelayanin temen-temen gue! Masih ada lima orang lagi!" bentaknya pada Gresia .

Tiba-tiba orang itu menarik penisnya keluar dan merangkak ke dada Gresia . Gresia sudah sangat ketakutan sekarang hingga dia cuma dapat berbaring dengan mata terpejam erat, menunggu orang selanjutnya yang akan mengambil giliran memperkosanya. Dia sama sekali tak menyadari orang yang baru saja memperkosanya mengarahkan penisnya ke muka Gresia .

Dan tepat sebelum orang itu orgasme Gresia membuka matanya. Pejuh langsung menyembur ke seluruh wajah Gresia . Seseorang memegangi kepala Gresia , hingga seluruh pejuh itu keluar menyembur dari penis itu. Ketika orang itu puas dia menarik rambut Gresia dan menamparkan penisnya ke wajah Gresia .

"satu-satunya yang boleh kamu mohon cuma ini tau? Kamu sendiri yang masuk ke sini pake pakaian kayak gini dan kamu mohon kita berhenti? Kamu bercanda apa? Kamu musti ngelayanin kita sampe kita nggak dapat bangun lagi! Ngerti" Orang itu membentak Gresia .

Lima orang terakhir kemudian mengambil giliran masing-masing dan memperlakukan Gresia sama dengan orang sebelumnya. Ketika hampir orgasme, mereka menarik penisnya keluar, merangkak di atas dada Gresia , dan memyemprotkan pejuh mereka ke seluruh wajah dan buah dada Gresia kemudian menarik rambut Gresia untuk membersihkan penis mereka. Dan ketika orang yang terakhir selesai Gresia berbaring hampir tak sadarkan diri.

Wajah, buah dada, dan puting susu Gresia seluruhnya dilumuri pejuh. Pejuh itu mengalir turun dari sisi wajahnya, masuk ke telinga dan leher Gresia . Gresia tak dapat membuka matanya sebab semuanya tertutup oleh pejuh. Gresia harus bernafas melalui mulutnya sebab pejuh sudah masuk ke hidungnya. Rambut Gresia yang kecoklatan terlihat kusut sebab terkena pejuh yang mengering di rambutnya.

Ketika orang-orang itu beristirahat sejenak, Gresia cuma berbaring di atas meja bola sodok, kakinya terbuka lebar dan pejuh mengalir keluar dari vaginanya, menunggu orang selanjutnya memperkosa dirinya. Vagina Gresia tampak memar, memerah, dan terasa sakit sebab baru saja dimasuki sepuluh orang bergantian tanpa henti.

Dua orang menarik tubuh Gresia turun dari meja bola sodok itu dan menyeretnya ke kamar mandi. Mereka kemudian membersihkan tubuh Gresia dengan kertas tisu yang kasar dari pejuh yang menempel. Dan ketika tubuhnya diseret keluar lagi, Gresia melihat meja bola sodok tadi telah dipindahkan ke pinggir ruangan.

Di tengah ruangan itu sekarang tergelar matras kusam dan delapan laki-laki telanjang bulat berdiri mengelilinginya. Gresia didorong ke tengah-tengah lingkarang orang itu, hingga dia terjatuh ke atas matras, tubuhnya tersungkur tak berdaya untuk mengangkat tubuhnya.

Gresia merasakan tangan-tangan di seluruh tubuhnya mulai menarik, mendoorng dan mengangkat tubuhnya. Ketika Gresia membuka matanya dia melihat seseorang telah berbaring telentang di bawah tubuhnya.

Orang itu adalah si Bayu, dan penisnya sudah tegak berdiri. Kedua bibir vagina Gresia kemudian dibuka oleh dua pasang jari-jari ketika perlahan tubuh Gresia diturunkan mengarah ke penis Bayu. Denga sisa-sisa pejuh yang ada, penis itu dapat lebih mudah masuk ke dalam vagina Gresia .

Dan Gresia sendiri cuma mengerang, merasakan kembali sakit walaupun tak lagi menyengat ketika pertama kali dia diperkosa oleh Bayu tadi. Seseorang kemudian menarik rambutnya, dan sebuah penis lain mendekati mulutnya. Gresia dengan perlahan membuka mulutnya, berharap mereka tak akan menyakitinya jika dia menuruti kemauan mereka.

Penis itu masuk hingga ke tenggorokan Gresia dan berhenti tak bergerak. Selanjutnya Gresia merasakan sebuah tangan mendorong tubuhnya hingga turun. Kemudian tangan-tangan lain mulai membuka belahan pantatnya. Gresia panik dan berusaha merangkak menjauhi tangan-tangan itu. Dengan merangkak Gresia membuat penis di mulutnya masuk makin dalam ke tenggorokannya.

"Hei, kamu suka juga akhirnya! Kalau gitu ayo mulai aja sayang!" kata orang yang memasukan penisnya ke mulut Gresia sambil tersenyum.

Dia mulai menggerakan pinggulnya secepat dan sekuat tenaga. Tubuh Gresia yang terdorong mundur sebab gerakan orang itu, disambut dengan sebuah penis lain di liang anusnya. Sekarang rasa sakit yang perlahan mulai hilang dari tubuh Gresia , kembali menyengat seluruh tubuhnya. Rasa sakit itu semakin menjadi-jadi, sakit yang tak pernah dirasakan Gresia sebelumnya.

Pikiran Gresia menjerit-jerit kesakitan, sedangkan mulutnya cuma dapat mengeluarkan suara tak jelas diredam oleh penis yang keluar masuk. Rasa sakit itu makin menjadi-jadi, ketika ketiga orang itu mulai bergerak berirama. Tubuh Gresia seperti terkoyak-koyak ketika penis-penis itu bergantian keluar masuk di dalam vagina dan anusnya.

Dua orang kemudian mendekat memegangi tubuh Gresia hingga dia tak terjatuh ke samping. Semua lubang di tubuh Gresia , mulut, vagina dan anus dipergunakan oleh mereka untuk memuaskan nafsu mereka secara bersamaan. Kemudian dua orang terkahir tadi menarik tangan Gresia , melingkarkan jari-jari Gresia di penis mereka dan menyuruhnya untuk mulai mengocok penis-penis mereka, sementara dua orang lainnya berlutut di samping Gresia , dan menarik buah dadanya untuk kemudian digosokan pada penis mereka.

Sekarang Gresia sudah dalam keadaan berlutut, tubuhnya bergoyang maju mundur. Tujuh dari sepuluh orang itu terus-menerus menggunakan tubuh Gresia untuk membuat mereka puas. Tak seorang pun peduli dan melihat bahwa Gresia sama sekali tak dapat bergerak. Semuanya tampak sangat bernafsu memperoleh bagian tubuh Gresia .

Setelah beberapa menit rasa sakit itu mulai dapat ditekan oleh Gresia . Gresia terus memejamkan matanya sebab dia tak ingin melihat bagaiman orang-orang itu mempergunakan tubuhnya untuk memuaskan mereka. Dia cuma berharap semua itu langsung selesai, sebab dirinya hampir tak dapat lagi menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

Orang di anus Gresia lebih dulu orgasme. Ketika dia selesai dan menarik penisnya keluar, orang lain maju dan dengan mempergunakan pejuh orang yang pertama, dia melumasi penisnya dan memasukannya ke anus Gresia . Lalu orang di mulutnya menyemburkan pejuh, membuat Gresia tersedak tak dapat bernafas, berusaha sekuat tenaga menelan pejuh orang itu.

Lalu penis itu ditarik dan digantikan oleh penis lain, yang kali ini lebih besar. Gresia berusaha membuka mulutnya, tapi orang itu tak sabar dan langsung mendorong penisnya masuk, dan mulai bergerak. Dia mendorong penisnya dalam-dalam dan tak menariknya keluar, terus menahannya di dalam tenggorokan Gresia . Gresia kemudian merasakan getaran dari tubuh Bayu di bawahnya dan cairan hangat mengalir ke dalam vaginanya, langsung setelah itu orang lain menggantikan posisi Bayu tadi.

Orang-orang tadi bergantian memperkosa Gresia di seluruh lubang yang ada, dia terus menelan semua pejuh yang disemburkan di dalam mulutnya. Dua orang di depan wajahnya mengocok penisnya masing-masing dan mengarahkan penisnya ke wajah Gresia .

Ketika Gresia melihat ke bawah, orang di bawah tubuhnya sedang menatap wajahnya dan kepalanya diganjal oleh kedua tangannya. Tak lama kemudian pejuh kembali masuk ke dalam vagina Gresia , dua detik kemudian pejuh menyembur ke anusnya.

Penis lain kembali masuk ke vagina Gresia . Gresia kembali memejamkan matanya, dia sekarang cuma dapat mengeluarkan suara erangan, yang semakin tinggi ketika penis lain masuk ke anusnya. Ketika dia membuka matanya lagi, Gresia melihat sebuah penis diarahkan ke wajahnya.

Kepala penisnya berwarna ungu bulat, dan beberapa detik kemudian pejuh menyembur menghantam wajahnya mengalir masuk ke mulutnya. Orang tubuh kemudian minggir dan sebuah penis lain maju mendekat.

Sepanjang malam Gresia terus melanyani sepuluh orang itu hingga semuanya mendapat bagian menggunakan mulut, vagina dan anusnya paling sedikit satu kali. Dan ketika orang-orang tersebut puas dan menjauh dari tubuh Gresia , tubuh Gresia tetap tak bergeming dalam posisi merangkak, Gresia lalu mengangkat wajahnya berusaha melihat orang-orang yang mengelilinginya, setelah itu semuanya gelap dan tubuhnya jatuh tersungkur tak sadarkan diri.

Senin, 09 Oktober 2017

Selingkuh Sama Teman Suami Ku






Serbubet Hai para pembaca perkenalkan namaku Ayu, aku wanita umur 27 tahun kata orang tubuhku proposional dari tinggiku 170 cm dan berat badanku 56 kg serta ukuran payudaraku 34B didukung dengan wajah cantik dan berkulit putih.

Apalgi aku dulu sering jadi SPG dalam acara pameran mobil jadi bisa dibayangkan secara singkat tentang diskripsiku ya.

Sekarang aku sudah mempunyai suami namanya Budi umurnya lebih tua dari aku 2 tahun, sementara ditahun ini kami memang sepakat untuk menunda momongan dulu, kalau masalah seks kehidupan kami baik-baik saja, Suamiku bisa dibilang Hypersex, malah bisa jadi dalam sehari minta jatah 3 kali sama aku.

Dan cerita ini berawal dari kesuksesan suamiku “Budi” bekerja di kantornya yg mendapat kepercayaan dari sang atasan yang sangat baik. Kepercayaan ini membuat dia sering harus bekerja overtime, pada awalnya aku bisa menerima semua itu tetapi kelamaan kebutuhan sex ini harus dipenuhi juga dan itulah yg membuat kami sering bertengkar.

Dan mulai dari cerita ini ketika Budi mendapat tanggung jawab untuk menangani suatu proyek dan dia dibantu oleh rekan kerjanya dari luar kota. Pertama diperkenalkanya bernama Faiz, yg langsung aku terkesima melihat wajah tampannya, hal itu membuatku risih.

Faiz cukup tampan kekar. Karena tuntutan pekerjaan dan efisiensi, kantor Budi memutuskan agar Faiz tinggal di rumah kami utk sementara. Dan memang mereka berdua sering bekerja hingga larut malam di rumah kami.

Kamar Faiz persis di seberang kamar kami. Sering di malam hari aku berpamitan tidur matanya yang nakal suka mencuri pandang diantara sela-sela baju tidur yang aku kenakan. Aku memang senang tidur bertelanjang agar jika Budi datang bisa langsung bercinta.

Pernah suatu saat ketika pagi hari aku dan Budi bercinta di dapur waktu masih pagi hari sekali dengan posisiku duduk di meja dan Budi dari depan, tiba-tiba Faiz muncul dan melihat kami, dia menempelkan telunjuk dimulutnya agar aku tidak menghentikan kegiatan kami, karena kami sedang dalam puncaknya dan Budi yang membelakangi Faiz dan aku juga tidak tega menghentikan Budi.

Akhirnya ku biarkan Faiz melihat kami sedang bercinta tanpa Budi sadari hingga kami berdua orgasme. Dan aku tahu Faiz melihat tubuh telanjangku ketika Budi melepaskan penisnya dan terjongkok di bawah meja.

Setelah kejadian itu Faiz lebih sering memperhatikan tiap lekuk tubuhku. Sampai suatu waktu ketika pekerjaan Budi benar2 banyak dan sibuk sehingga hampir seminggu dia tidak menyentuhku. Di hari sabtu kantor tempat Budi bekerja mengadakan pesta dinner.

Kami datang bertiga malam itu. ketika acara sangat ramai tiba-tiba suamiku dipanggil oleh atasannya. Budi berkata padaku untuk menunggu sebentar, sambil menunggu aku ke lantai 2 untuk melihat barang2 antik, di lantai tersebut ternyata keadaan cukup sepi hanya tersisa 2-3 orang yg melihat-lihat di ruangan yg besar itu.

Tanpa ku sadari di sampingku sudah berada Faiz .

“Udah nanti kacanya pecah loh..cakep deh..!”, canda Faiz

“Ah bisa aja kamu Faiz”,balasku tersipu.

Setelah berbincang2 di depan cermin cukup lama Faiz meminta tolong dipegangkan gelasnya sehingga kedua tanganku memegang gelasnya dan gelasku.

“Aku bisa membuat kamu tampak lebih seksi”,katanya sambil langsung memegang rambutku yang tergerai dengan sangat lembut.

Tanpa bisa mengelak dia telah menggulung rambutku sehingga menampak leherku yang jenjang dan mulus dan terus terang aku seperti terpesona oleh keadaan diriku yang seperti itu. dan memang benar terlihat lebih seksi dari suamiku.

Dan saat terpesona itu tiba-tiba tangan Faiz meraba leherku dan membuatku geli dan detik berikutnya Faiz telah menempelkan bibirnya di leher belakangku, daerah yg paling sensitif membuatku terangsang.

“Faiz apa yg kamu lakukan… lepaskan aku Faiz..lepaskan..!”,rontaku tapi Faiz tahu aku ngak akan berteriak di suasana ini karena akan mempermalukan semua orang.

Faiz terus menyerang buah dadaku dari luar dan terus menciumi leherku, sambil meronta-ronta aku merasakan gairah yg meningkat, apalagi saat tiba-tiba tangan Faiz mulai meraba belahan bawah gaunku.

“Faiz.. hentikan Faiz aku mohon..tolong Faiz..jangan lakukan ini.”,rintihku, tapi Faiz terus menyerang dan jari tengah tangannya sampai di bibir vaginaku yg ternyata telah basah karena serangan itu.

Dia menyadari kalau aku hanya mengenakan G-string dengan kaitan di pinggirnya, lalu dengan sekali sentakan dia menariknya dan terlepaslah G-stringku itu.

Ketika Faiz sudah semakin liar terhadap tubuhku dan akupun ngak dapat melepaskan tangannya yg mengorek-ngorek vaginaku, tiba-tiba terdengar suara Budi “suamiku” memanggil dari pinggir tangga yang membuat pegangan Faiz terlepas

Lalu aku langsung lari sambil merapikan pakaian ku menuju Budi yang tidak melihat kami bercumbu.

Aku sungguh terkejut dengan kejadian itu tapi tanpa disadari aku merasakan gairah yang cukup tinggi, karena merasakan tantangan melakukan di tempat umum walaupun dalam kategori diperkosa.

Ternyata pesta malam itu berlangsung hingga larut malam dan Budi mengatakan dia harus melakukan meeting dengan atasannya dan dia memutuskan aku untuk pulang bersama Faiz.

Tanpa bisa menolak akhirnya malam itu aku diantar Faiz, diperjalanan dia hanya mengakatakan

“Maaf Ayu..tadi aku sempat silap, tetapi kamu sungguh cantik malam ini.” Sepanjang jalan kami tidak berbicara banyak. Hingga sampai dirumah aku langsung masuk ke dalam kamar dan menelungkupkan diri di kasur, karena aku merasakan rasa malu.

Tanpa sadar ternyata Faiz telah mengunci semua pintu dan masuk ke dalam kamarku, aku terkejut ketika mendengar suaranya’,

“Ayu aku ingin mengembalikan ini”‘ katanya sambil menyerahkan G-stringku berdiri dengan celana pendek saja, dengan berdiri aku ambil G-stringku dengan cepat, tapi saat itu juga Faiz telah menyergapku lagi dan langsung menciumiku sambil langsung menarik kaitan gaunku, maka menjadi telanjanglah aku diahadapannya.

Tanpa menunggu banyak waktu aku langsung dijatuhkan di tempat tidur dan dia langsung menindihku.

Aku meronta-ronta sambil menendang-nendang?

”Faizz..lepaskan aku Faiz..ingat kau teman suamiku Faiz..jangan..ahh..aku mohon”, jeritku pura-pura ditengah rasa bingung antara nafsu dan malu, tapi Faiz terus menekan hingga aku berteriak saat penisnya menyeruak masuk ke dalam vaginaku, ternyata dia sudah siap dengan hanya memakai celana pendek saja tanpa celana dalam.

“Ahhhhh…?Faizz..kau..’ Lalu mulailah dia memompaku dan lepaslah perlawananku saat itu, akhirnya aku hanya bisa menutup mata sambil merasakan rasa kenikmatan kontolnya

Plok…Plok…Plok…aku mendengar suara penisnya yang besar keluar masuk di dalam vaginaku yang sudah sangat basah hingga memudahkan penisnya bergerak.

Lama sekali dia memompaku dan aku hanya terbaring mendengar desah nafasnya di telingaku, tak berdayanya aku walaupun dalam hati menikmatinya. Sampai kurang lebih satu jam aku akhirnya melenguh panjang

“Ahhhhhh… Hmmmm…” ternyata aku orgasme terlebih dahulu, sungguh aku sangat malu mengalami pemerkosaan yg aku nikmati.

Beberapa menit kemudian Faiz mempercepat pompaannya dengan menyusul suaranya di telingaku “Ouhhhh… Aaaaah…Hhhmmm..” aku merasakan vaginaku penuh dengan cairan kental dan hangat disekitar dalam lubang memekku.

“Maaf Ayu aku tak kuat menahan nafsuku..”bisiknya pelan-pelan di telingaku dan aku hanya berkata “yang udah terjadi lupakan saja Faiz, yg penting kita sama-sama merasakan kenikmatan” ucapku mengakhiri permainan malam itu.

Pinjamin Duit, Dapat Esek - esek






Serbubet Gue udah bebas sekolah karena baru aja selesai UN, kali ini gue cerita tentang adik kelas gue namanya Lissa. Tuh ada fotonya gan, dia udah gak perawan katanya, soalnya mantan pacar dia adalah temen gue dan pernah cerita bahwa dia pernah ngentot pacarnya.

kalau ukuran BH nya gue kurang tau tuh, tapi kalo gue prediksi sih antara 32B smpe 33B deh…

Awal ceritanya begini, aku kan anak kelas 3 udah bebeas karena UN dan anak-anak kelas 2 SMA gue mau mengadakan liburan ke jogja, nah biaya ke jogja nya itu 500rb, sekitar seminggu udah UN dan 2 hari lagi pembayaran study tour harus di lunasih, malem2 gue dapet bbm dari Lissa, begini ceritanya.

Lissa : kak…
Eko : Iya Lissa , ada apa ?
Lissa : kak, aku boleh minta tolong gak ?
Eko : Minta tolong apa dek ? (gue panggil dia adek karena dia adik kelas gue, dan gue juga bingung nih dia sms minta tolong apaan sama gue)
Lissa : Ini kak, kan sebulan lagi kita study tour ke jogja kan, nah aku bisa minjem uang gak buat bayar biaya nya kak ? aku sebenarnya udah di kasih uang sama ortu tapi malah kepake buat beli baju hehehe..
Eko : “ini anak di kasih duit malah di beliin baju”pikirku, hmm bisa sih dek, mau kapan pinjem nya ?
Lissa : besok kak gimana ? kakak ke sekolah aja kasih uangnya…

(nah disini otak gue mulai mikir dan mendapatkan sebuah ide gila)

Eko : Boleh… tapi ada syaratnya dek, gimana ?
Lissa : ah kakak koq ada syaratnya sih, emang apa syaratnya ?
Eko : hmm gimana ya cara ngomongnya, aku sih sebenarnya malu sih dek. tapi ini syaratnya, kakak gk kasih pinjam tapi ambil aja 500 rb ini dengan syarat sepongin “anu” kakak sampai muncrat Hahaha”aku tertawa terbahak-bahak sambil merasa PD aja chat sama cewek kayak gitu”.

Lissa : iihhh dasar cowok.. mau nolongin tapi ada maunya,
Eko : Gimana mau ngak, kalau ngak mau ya udah”ucapku singkat
Lissa : ih gitu banget, tapi iya udah deh gimana besok aja kak..

Dari balesan BBM dia gue dapet ide buat ngentotin dia di WC, karena WC sekolah gue posisinya di belakang sekolah dan jauh dari kelas atau kantin.. Lalu gue bales lagi bbmnya

Eko : oke tunggu besok jam 8 kakak ke sekolah
Lissa : iya deh kak
Eko : panggil nya jadi dong biar mesra
Lissa : iya terserah kakak..

Dan keesokan harinya, pagi-pagi gue sudah ke sekolah pake seragam rapi walaupun gue tau di sekolah bakalan sepi karena murid kelas 3 udah tidak sekolah karena bebas jadwal..

Gue liat semua murid pada belajar dan gak ada yg di luar kelas, gue pun menuju jalan kaki ke belakang WC, setelah sampe gue masuk ke WC paling ujung, lumayan bersih WC sekolahnya gak gelap dan juga gak sempit..

setelah gue masuk WC, gue bbm si Lissa lagi…

Eko : deek… kakak udah ada di WC nih, aku tunggu di sini ya tapi jangan bawa teman juga, sekalian minta izinnya bilang sakit perut aja”panduanku membohongi guru

Asni : Oke kakak

Sekitar beberapa menit gue nunggu dia pun datang sendirian.

Gue langsung buka pintunya karena dia udah ada di luar “Sini masuk cepetan”kataku.. dan dia pun langsung masuk..

Walaupun baru liat dia si otongku langsung tegang.. dia begitu cantik banget pakai seragam putih abu-abu yg rok sebitis dan rambut terurai..

Dia berkata”Mana kak uangnya?”….”Eiits kan ada syaratnya”. Gue mulai senyum-senyum sama dia… Gue juga mulai berani deketin mukanya sama muka gue, gue mulai cium bibirnya dan dia hanya diem aja.

Dia sedikit mendesah saat lidahnya gue gigit.. gue langsung lepasin mulut gue dari dia.. gue bisikin ke dia “dek ayo sepongin”… lalu dia langsung jongkok depan gue

Gue nyandar ke dinding dia mulai buka celana abu-abu gue dan keluarlah kontol yang udah mengeras dari tadi.. dia bilang “widiiihh bisa serek gue nih” dan dia mulai jilatin kontol gue terasa basah dan hangat

Saat dia mengulum penis gue, wihh rasanya mantap banget.. gue pengen mendesah aja cuma gue tahan karena takut ketahuan dari luar.

Sekitar beberapa menitan dia nyepongin kontol gue lalu dia bilang “kak lebihin bayaran nya dong kalau sampe muncrat di mulut adek nih” lalu dia jilatin lagi kontol gue sambilku berkata “kalo mau lebih harus sampe ngewe dong disini”

Dia berhenti jilatin kontol gue.. dia bilang “iih masa sampai gituan disini kak, gak ada kondom lagi, adek gak pernah gituan gak pake kondom kak” dia bilang gitu dan gue jawab “tenang aja dek gak bakalan sampe hamil kok yang penting kamu nurut aja dijamin puas”

Dia diem sebentar dan cuma bilang gini “iya deh kak tapi awas ya kalo muncrat di dalem barang adek”.

Nah akhirnya dia mau juga… gue ngangkat tubuh dia biar berdiri sambil mulai meremas-remas toketnya yang terbungkus seragam putih… “Aaaahhhh…Hhhhmm…” dia mendesah

Lalu aku turunin BHnya dari tubuhnya itu, Gue langsung sosor bagian putingnya….namun tetap ada desahan pelan yg keluar dari mulutnya, “Aaahhh…Aahhhhh…Kak” desahan pelan itu yang dapat dia katakan..

Kami rasa sudah cukup lama di WC ini, gue berfikir harus segera di selesaikan nih permainan takutnya keburu waktu istirahat.

Gue lepasin kecupan di putingnya tersebut dan nyuruh dia duduk di atas bak air.. ketika gue liat CD warna pinknya aku tidak bisa berkata apa-apa. terasa sangat tebal bagian bibir memeknya ketika aku pegang

Gue pelan-pelan buka CD pinknya dan muncullah memek dia yang basah, dengan sedikit rambut kemaluan yang membuat tambah menggoda.. gue pelan-pelan mainin jari gue di lubangnya… dia mulai nahan desahannya

Kelihatan ekspresi imut dia saat gigit bibirnya buat nahan desahan-desahan yang bergelora. gue pun membuka lebar-lebar kaki dia dan mulai mengarahkan kontol gue ke memeknya.

Pelan-pelan gue masukinnya dan keluar lagi suara “Awwww…Hhhmmm…” Cuma desahan pelan yang dia katakan

Setelah kontol gue masuk ke bagian memeknya yg terasa hangat, gue mulai maju mundurin kontol gue.. Ahhhh..Aaahhh…Aaaaah…”desahannya berirama”

Apalagi masih terasa jepitan memeknya yang mencengkram kontolku”gila barang kamu dek masih lengket”komentarku kepadanya

Setelah beberapa menit kami bergoyang di dalam WC, Akhirnya gue tak terasa ingin mengeluarkan sperma di belahan bibir memeknya.

Langsung kontolnya gue cabut dan menyemprotkannya di belahan bibir memek itu.

Crroot… Crroooot… Crooot..

Sperma gue muntah seakan-akan menutupi bagian bibir memeknya dengan sperma gue. lalu dia langsung ambil gayung dan membersihkan rambut kemaluannya yang terkena sperma gue.. dan gue juga langsung memakai celana kembali

Setelah beres… dia bilang “mana iih kak uangnya ?jangan mau enaknya aja dong” gue jawab sambil berkata “hehe… hampir kelupaan abisnya tadi keenakan ngewein kamu” gue kasih dia uang 500rb sambil gue cium bibirnya sekali lagi.

Akhirnya kami berpisah dan dia pelan-pelan membuka pintu WC sambil liat keadaan diluar yang sepi. “dadah kakak”ucapnya mengakhiri permainan itu

No Bra Day, Wow!!!!






Serbubet Saat ini aku udah berkeluarga dan sedang mengembangkan usahaku, dimana akupun dibantu oleh istriku dan adik iparku yg masih sekolah SMA.

Adik Ipar yang masih SMA itu aku percaya untuk jaga ruko yg kami sewa dengan alasan sehabis jam pulang sekolah.

Adik iparku bisa dibilang montok karena pantatnya yg behenol dan payudaranya membekah.

Tapi dia masih enggan untuk menggunakan yang namanya BH.

Alasanya masih kurang pede, aku sebagai kakak iparnya sering sekali menggoda bahkan sengaja menyenggol buah dada yang baru tumbuh besar itu,

Tapi, tetap pada pendiriannya belum mau menggunakan BH.

Siang hari seperti biasa aku mau mandi dan ternyata mesin air tidak mau hidup, dari pada menunggu lama aku pergi saja.

Mamah tadi pagi mesin air hidup gak ya…?

Belum ngidupin mesin air dari pagi tuh…!

Kalau adikmu Hera udah pulang belum…? mau minta tolong naikin mesinnya.

Udah palingan lagi ganti baju “Hera bantu kakakmu naikin mesin air tuh di rumah”ucap istriku

Akupun menyiapkan peralatan.

“Kenapa Kak mesinnya” Sahut Hera menggunakan kaos pendek dengan setelan celana hotpans menunjukkan seksi seluruh bentuk tubuhnya yang masih polos.

“Rusak nih… makanya mau di betulin, dah yuk bantu” sementara Hera jongkok di depanku.

Sesekali kulirik bagian selangkangannya yg putih bersih menunjukkan belahan bibir vagina tercetak begitu jelas, tanpa di sadari aku selalu melirik selangkangannya itu.

Kita test dulu ya Her… pancing pakai air dari dalam”ucapku

Lalu dia mengambil air satu ember dan aku menyuruhnya “ini harus tutup dulu paralonnya pakai tangan kamu”

Gimana ya kak…? tanya nya polos

“gini” akupun ngak sengaja seperti memeluknya dari belakang dan otomatis pada saat itu batang penisku menempel di belahan pantatnya.

Tanpa dia sadari akupun sengaja menggesekan penisku yg sudah tegang dari tadi, dengan prakter membuka tutup paralon akhirnya ainrnya muncrat.

Aduh kak aku jadi basah semua nih…!

“Gpp sekalian mandi aja” sambil aku mematikan mesinnya

Setelah itu aku menghampiri dia kembali dan ternyata aku mendapat rejeki saat melihat bagian depan Hera yg basah.

Tokednya yg tumbuh seukuran genggaman tanganku terlihat jelas karna kain kaosnya begitu tipis dan singlet yg di gunakan ngak mampu menyembunyikannya pentil susunya saat basah.

Aku yang udah sangat terangsang dari tadi mencoba untuk menjahilinya.

Hera itu pentilnya kok kecil banget sih?”dia ngak menyangka kalau aku akan menekan pentil susunya yg sedari tadi di suguhkan untuk mataku.

iiiih kakak jahat banget sih”dia kaget setelah aku berhasil menekan pentilnya

“makanya pake BH dong biar kalau basah gini gak nyemplak gitu”

bodo amat weeek” dia mencibirkan bibirnya karna malu

Aku sekali lagi mengecek paralon yang di tancapkan tadi, dengan posisi jongkok aku berpura-pura ngak tau kalau Hera sedang asik melihat bentuk kontolku.

“Hera kamu melongo liatin apaan”sambil kulirik matanya.

“ah.. hmmm gpp kok kak” dia menjawab gugup dan mukanya memerah

“eh kamu ngeliatin ini ya” sambilku genggam penisku dari luar celana

“engak kok” dia menjawab berkelit dan mukanya semakin merah

“gak usah malu-malu, kamu mau liat…? Nih liat” aku mengeluarkan kontolku yg tegang dihadapannya

“Iiih.. Kakak apaan sih porno banget, serem taukk..” ucapnya

“kamu belum tau sih, ini tuh rasanya enak banget! Kalau kamu udah pernah ngerasain pasti jadi ketagihan deh!” sambil aku goyang-goyangkan kontolku sementara matanya melengos dan terkadang melirik.

Setelah itu aku urungkan niatku untuk memperkenalkan penisku kepadanya.

Yaudah kita lanjut lagi, “coba test lagi airnya keluar ngak” ucapku

Dia sedikit menungging, saat itu aku dengan cepat menempelkan kontolku ke bagian pantatnya sambil ku gesek-gesekkan.

Seolah-olah aku ingin ikut melihat ke dalam bak air yg di bukanya.

“iiih kakak tempel-tempelin gini sih” dia menggoyang-goyangkan pantatnya

“nggak sengaja Her, kan maksudnya mau lihat keran air doang, tapi kok pantatmu masih padat banget ya Her”

“Kak udaham dong, bikin geli nih” dia ingin beranjak

“eeh ntar dulu tanggung lagi enak Her..

“iiih enaknya apaan sih kayak gini” dia mencibir

“Loh masak kamu belum tau kalau ini bikin bisa enak” aku diam-diam mengeluarkan kontolku dari dalam celana

Aku mulai menjepitkan kontolku di belakang badannya, sambil ku gesek-gesekan terus kontolku tanpa di ketahuinya kalau kontolku udah diluar celana

“kalo sekarang gimana Her?”

“Hhhhm…geli kak”

Tapi gelinya enak kan? aku terus menggesek-gesek lembut di bokongnya

Ia hanya menganggukkan kepala.

“aku ngajarin kamu yg lebih enak tapi kamu jangan bilang-bilang sama kakakmu ya sayang”membisikinya sambil ku remas tokednya yang baru tumbuh itu.

enak ya Her..?”tanyaku lagi memastikan kenikmatannya

Enak banget kak, geli-geli gitu rasanya”komentar Hera

Tanpa banyak bicara, aku menyuruhnya berposisi nungging di kamar mandi,”bentar ya sayang, kakak cari lobang nya dulu”

Dek kamu kan masih perawan, jangan main di lubang ini ya”ucapku sambil menunjuk lubang memeknya

Emang kenapa kak…?

Takutnya kamu kesakitan, kita main di lubang ini aja”ucapku sambil menunjuk lubang anal nya

Ya udah terserah aja kak…”ucapnya singkat

Oke siap ya Her.. Kakak mulai nih…

Begitu aku dorong penisku ke dalam lubang analnya”Hhhmmm…Ssshhh…”suara kami serentak terdengar

Uuuussttttttt…”jangan berisik sayang”ucapku membuat dia tenang

Lalu aku mulai mendorong bagian pantatnya sekalian mengikuti irama goyanganku.

Plok… Plok… Plok… bagian bokongnya berbunyi

Sungguh mantap sekali posisi doggy style ini yang bermain di lubang analnya”dalam benakku

Karena aku takut di ketahui oleh istriku, maka aku cepat-cepat melakukan penetrasi yang sangat cepat. agar aku mencapai klimaks.

Sayang Hera… Kakak goyang yang cepat ya”ucapku

Sekitar beberapa menit berlalu aku bergoyang yang sambil mendengar suara jeritannya”Hhhmmm… Sshhhhh…Aarrrhhhh…”

Tak lama kemudian aku memuncratkan benih”Crooott… Crottt..Crooot”

Tumpahan sperma di seluruh bagian pantatnya berceceran

Aduhhh.. mantap banget sayang, cepat-cepat lap airnya”ucapku

Setelah air tersebut di lap, kami memakai celana kembali seperi orang yang tidak melakukan apa-apa.

Hera ingat ya jangan di bilang sama siapa-siapa”ucapku wanti-wanti keadaan

Dan berakhirlah pertempuran kami saat itu di dalam WC yang indehoy