Senin, 15 Mei 2017

Murid les Ku Yang Ayu








Serbubet Setelah istriku meninggal yang disebabkan karena kanker yang dideritanya sekarang aku menjadi seorang duda. Umurku sekarang menginjak 40 tahun. Dalam kesendirian ini aku terus berusaha untuk move on dari istriku yang telah tiada.
Kenangan-kenangan indah dengan istriku setiap malam terus datang. Sampai suatu malam saat aku gak bisa tidur aku menemukan sebuah ide agar aku membuat sibuk kehidupan sehari-hariku. Aku mempunyai ide dengan cara aku akan membuka les-lesan. Perlu diketahui kalau aku adalah seorang guru disebuah sekolahan negri dikotaku.Setelah malam itu kemudian aku lekas melaksankan niatku. Seusai pulang mengajar, aku mulai members-bereskan salah satu ruang dirumahku yang akan aku jadikan sebagai ruangan les. Dengan tanpa dibantu aku bersabar menyelesaikannya.
Aku mempunyai ide membuat ruangan les ini agar terlihat dan terasa romantis. Dengan miniature-minatur yang aku beli, akhirnya jadilah sauna ruanganku menjadi agak meremang, dan menimbulkan suasana yang romantis.
Keesokan harinya aku mulai ngasih tau murid-muridku kalau aku membuka les dirumahku. Dan akhirnya lumayan banyak muridku mendaftar untuk ikut les dirumahku. Dan berjalanlah sudah kegiatan belajar mengajar dirumahku.kesibukanku ini membuatku agak lumayan bisa move on. Setelah berjalan lumayan lama, ada seorang muridku yang ingin ikut les dirumahku.
Tapi yang membuat aku heran adalah muridku ini ingin les privat dengan aku, karena jika belajar bersama orang banyak muritku ini agak susah untuk menerima pelajaran. Dia siap membayar berapapun yang aku minta, asalkan akumau. Sejenak aku berfikir, kenpa juga aku gak mau, toh aku tinggal minta berapa juga dibayar, niatku pertama kali.
Cerita sex dewasa warsek Ngentot Ayu Murid Les Ku-Muritku ini namanya Ayu larasati, dia termasuk anak orang kaya. Dari pandanganku dia tampak beda dengan teman-temannya. Dia begitu cantik hampir menyerupaiku cantiknya almarhum istriku. Ayu memiliki tubuh kuning langsat yang sangat halus dan bersih, disertai dengan rambut hitamnya yang tebal, panjang dan lurus itu membuat Ayu tampak sudah seperti cewek dewasa. Ditunjang dengan postur tubuhnya yang lumayan tinggi untuk ukuran seorang cewek yaitu sekitar 167cm dan berat badan kira-kira 50kg membuat tubuhnya sangat cocok, serasi dan enak untuk dipandang.
Dengan membayar yang cukup banyak, aku mempatkan dia berbeda dengan ruangan les yang umum. Aku membuatkan Ayu suatu ruangan kusus yang sangat tenang agar Ayu cepat menanggapi ajaranku. Seminggu sudah Ayu belajar les privat denganku, dia tampak rajin banget dan dia juga anak yang lumayan cerdas, menurutku.
Singkat cerita, saat aku sedang menjelaskan sesuatu kepada Ayu penghapusnya tersenggol dan jatuh, ketika penghapus jatuh aku berusaha menagkapnya tapi ternyata Ayu juga berusaha menangkanya. Akhirnya tangannya Ayu pun berpegangan dengan tanganku. Kupandang wajah Ayu sambil aku tersenyum, dan Ayu juga membalas senyumanku. Kemudian kubalikkan telapak tangannya dan aku mengambil penghapus dari tangan Ayu.
Saat aku akan mengambil penghapus dari tangannya aku bilang, Yu kamu cantik kalu tersenyum, lesung pipi amu itu yang membuat kamu semakin manis Yu. Dengan tersenyu juga Ayu menjawab gombalanku
“Aaahh..bapak bisa ajaa, aku mah orangnya biasa-biasa aja pak”. Secara tiba-tiba perasaanku pun sekejap merasa berbeda Ayu, tidak seperti sebelum-sebelumnya. Kemudian dalam sela pelajran waktu itu terselip obrolan aku sama Ayu.

“Udah punya pacar Yu’?”, godaku sambil menatap Ayu.

“Belum, Pak!”, jawabnya malu-malu, wajahnya yang cantik itu bersemu merah.

“Kenapa, kan temen seusiamu sudah mulai punya pacar”, lanjutku.

“Habis mereka maunya cuma hura-hura kayak anak kecil, caper”, komentarnya sambil melanjutkan menulis jawaban tugasnya.

“Ohh!”, aku bergumam dan beranjak dari tempat duduknya, mengambil minuman kaleng dari dalam kulkas.

“Minum Coca Cola apa fanta, Yu’?”, lanjutku.

“Apa ya! Coca Cola aja deh Pak”, sahutnya sambil terus bekerja.

Cerita sex dewasa warsek Ngentot Ayu Murid Les Ku-Lalu aku mengambilkan dua gelas minuman, sembari aku memandangi tubuh Ayu yang membelakangiku. Kulihat tubuh Ayu sangat indah, pantatnya sangat menggoda jika aku lihat dibelakang. Pikiranku pun lantas melayang sampai kemana-mana. Karena memandang tubuh Ayu yang aduhai itu membuat aku sejenak bengong dan ketika aku bengong Ayu mengagetkanku.

“Sudah Pak”, suara Ayu mengagetkan lamunanku, kuhampiri dan kusodorkan gelas yang berisi jus alpukat kesukaan Ayu. Kemudian aku memeriksa hasil pekerjaan itu, ternyata benar semua. “Ahh, ternyata selain cantik kamu juga pintar Yu’ “, pujiku dan membuat Ayu tampak tersipu dan hatinya berbunga-bunga.

Aku yang sengaja duduk di sebelah kanannya, melanjutkan menerangkan pemecahan soal-soal lain, wangi parfum yang kupakai sangat lembut dan terasa nikmat tercium hidung, mungkin itu yang membuatnya tanpa sadar bergeser semakin dekat padaku.

Pujian tadi membuatnya tidak dapat berkonsentrasi dan berusaha mencoba mengerti apa yang sedang dijelaskan, tapi gagal. Aku yang melihatnya tersenyum dalam hati dan sengaja duduk menyamping, agak menghadap pada gadis itu sehingga instingku mengatakan hatinya agak tergetar.

“Kamu bisa ngerti yang baru Pakak jelaskan Yu'”, kataku sambil melihat wajah Ayu lewat sudut mata. Ayu tersentak dari lamunannya dan menggeleng, “Belum, ulang dong Pak!”, sahutnya. Kemudian aku mengambil kertas baru dan diletakkan di depannya, tangan kananku mulai menuliskan rumus-rumus sambil menerangkan, tangan lainnya diletakkan di sandaran kursi tempatnya duduk dan sesekali aku sengaja mengusap punggungnya dengan lembut.

Ayu semakin tidak bisa berkonsentrasi, saat merasakan usapan lembut jari tanganku itu, jantungnya semakin berdegup dengan keras, usapan itu kuusahakan senyaman dan selembut mungkin dan membuatnya semakin terlena oleh perasaan yang tak terlukiskan. Dia sama sekali tidak bisa berkonsentrasi lagi. Tanpa terasa matanya terpejam menikmati belaian tangan dan bau parfum yang lembut.

Dia berusaha melirikku, tapi aku cuek saja, sebagai perempuan yang selalu ingin diperhatikan, Ayu mulai mencoba menarik perhatianku. Dia memberanikan diri meletakkan tangan di atas pahaku. Jantungnya semakin berdegup, ada getaran yang menjalar lembut lewat tanganku.

Selesai menerangkan aku menatapnya dengan lembut, dia tak kuasa menahan tatapan mata yang tajam itu, perasaannya menjadi tak karuan, tubuhnya serasa menggigil saat melihat senyumku, tanpa sadar tangan kirinya meremas lembut pahaku, akhirnya Ayu menutup mata karena tidak kuat menahan gejolak didadanya.

Cerita sex dewasa warsek Ngentot Ayu Murid Les Ku-Aku tahu apa yang dirasakan gadis itu dengan instingku. “Kamu sakit?”, tanyaku berbasa basi. Ayu menggelengkan kepala, tapi tanganku tetap meraba dahinya dengan lembut, Ayu diam saja karena tidak tahu apa yang harus dilakukan. Aku genggam lembut jari tangan kirinya.

Udara hangat menerpa telinganya dari hidungku, “Kamu benar-benar gadis yang cantik, dan telah tumbuh dewasa Yu'”. Gumamku lirih. pujian itu membuat dirinya makin bangga, tubuhnya bergetar, dan nafasnya sesak menahan gejolak di dadanya. Dan Ayu ternyata tak kuasa untuk menahan keinginannya meletakkan kepalanya di dadaku, “Ahh..”, Ayu mendesah kecil tanpa disadari.

Aku sadar gadis ini mulai menyukaiku, dan berhasil membangkitkan perasaan romantisnya. Tanganku bergerak mengusap lembut telinga gadis itu, kemudian turun ke leher, dan kembali lagi naik ke telinga beberapa kali. Ayu merasa angan-angannya melambung, entah kenapa dia pasrah saja saat aku mengangkat dagunya, mungkin terselip hatinya perasaan ingin terus menikmati belaian-belaian lembut itu.

“Kamu memang sangat cantik dan aku yakin jalan pikiranmu sangat dewasa, Aku kagum!”, kataku merayu. Udara hangat terasa menerpa wajahya yang cantik, disusul bibir hangatku menyentuh keningnya, lalu turun pelan ke telinga, hangat dan lembut, perasaan nikmat seperti ini pasti belum pernah dialaminya. Anehnya dia menjadi ketagihan, dan merasa tidak rela untuk cepat-cepat mengakhiri semua kejadian itu.

“Ja.., jangan Pak”, pintanya untuk menolak. Tapi dia tidak berusaha untuk mengelak saat bibir hangatku dengan lembut penuh perasaan menyusuri pipinya yang lembut, putih dan halus, saat merasakan hangatnya bibirku mengulum bibirnya yang mungil merah merekah itu bergeter, aku yakin baru pertama kali ini dia merasakan nikmatnya dikulum dan dicium bibir laki-laki.

Jantung di dadanya berdegup makin keras, perasaan nikmat yang menyelimuti hatinya semakin membuatnya melambung. “Uuhh..!”, hatinya tergelitik untuk mulai membalas ciuman dan kuluman-kuluman hangatku. “Aaahh..”, dia mendesah merasakan remasanku lembut di payudara kiri yang menonjol di dadanya, seakan tak kuasa melarang. Dia diam saja, remasan lembut menambah kenikmatan tersendiri baginya.

“Dadamu sangat indah Yu'”, sebuah pujian yang membuatnya semakin mabuk, bahkan tangannya kini memegang tanganku, tidak untuk melarangnya, tapi ikut menekan dan mengikuti irama remasan di tanganku. Dia benar-benar semakin menikmatinya. Kontolkupun mulai menegang.

“Aaahh”, Ayu mendesah kembali dan pahanya bergerak-gerak dan tubuhnya bergetar menandakan Vaginanya mulai basah oleh lendir yang keluar akibat rangsangan yang dialaminya, hal itu membuat Vaginanya terasa geli, merupakan kenikmatan tersendiri. Dia semakin terlena diantara degup-degup jantung dan keinginannya untuk mencapai puncak kenikmatan. Diimbanginya kuluman bibir dan remasan lembut di atas Payudaranya.

Saat tanganku mulai membuka kancing baju seragamnya, tangannya mencoba menahannya. “Jangan nanti dilihat orang”, pintanya, tapi tidak kupedulikan. Kulanjutkan membuka satu persatu, dadanya yang putih mulus mulai terlihat, Payudaranya tertutup bra warna pink.

Seakan dia sudah tidak peduli lagi dengan keadaannya, hanya kenikmatan yang ingin dicapainya, dia pasrah saat kugendong dan merebahkannya di atas tempat tidur yang bersprei putih. Di tempat tidur ini aku merasa lebih nyaman, semakin bisa menikmati cumbuan, dibiarkannya dada yang putih mulus itu makin terbuka.

“Auuhh”, bibirku mulai bergeser pelan mengusap dan mencium hangat di lehernya yang putih mulus.

“Aaahh”, dia makin mendesah dan merasakan kegelian lain yang lebih nikmat.

Cerita sex dewasa warsek Ngentot Ayu Murid Les Ku-Aku semakin senang dengan bau wangi di tubuhnya. “Tubuhmu wangi sekali”, kembali rayuan itu membuatnya makin besar kepala. Tanganku itu dibiarkan menelusuri dadanya yang terbuka. Ayu sendiri tidak kuasa menolak, seakan ada perasaan bangga tubuhnya dilihat dan kunikmati. Tanganku kini menelusuri perutnya dengan lembut, membuatnya menggelinjang kegelian. Bibir hangatku beralih menelusuri dadanya.

“Uhh.!”, tanganku menarik bajunya ke atas hingga keluar dari rok abu-abunya, kemudian jari-jarinya melepas kancing yang tersisa dan menari lembut di atas perutnya. “Auuhh” membuatnya menggelinjang nikmat, perasaannya melambung mengikuti irama jari-jariku, sementara Kontolku terasa makin tegang.

Dia mulai menarik kepalaku ke atas dan mulai mengimbagi ciuman dan kuluman, seperti caraku mengulum dan mencium bibirnya. “Ooohh”, terdengar desah Ayu yang semakin terlena dengan ciuman hangat dan tarian jari-jariku diatas perutnya, kini dada dan perutnya terlihat putih, mulus dan halus hanya tertutup bra coklat muda yang lembut.

Aku semakin tegang hingga harus mengatur gejolak birahi dengan mengatur pernafasanku, aku terus mempermainkan tubuh dan perasaan gadis itu, kuperlakukan Ayu dengan halus, lembut, dan tidak terburu-buru, hal ini membuat Ayu makin penasaran dan makin bernafsu, mungkin itu yang membuat gadis itu pasrah saat tanganku menyusup ke belakang, dan membuka kancing branya.

Tanganku mulai menyusup di bagian dada yang menonjol di bawah bra gadis itu, terasa kenyal dan padat di tanganku. “Aaahh.. Uuuhh. oohh”, Ayu menggelinjang gelinjang geli dan nikmat, jemari itu menari dan mengusap lembut di atas Payudaranya yang mulai berkembang lembut dan putih, seraya terus berpagutan.

Dia merasa semakin nikmat, geli dan melambungkan angan-angannya. Ujung jariku mulai mempermainkan puting susunya yang masih kecil dan kemerahan itu dengan sangat hati-hati. “Pak.. Aaahh.. uuhh.. ahh”. Ayu mulai menunjukkan tanda-tanda terangsang hingga berusaha ikut membuka kancing bajuku, agak susah, tapi dia berhasil.

Tangannya menyusup kebalik baju dan mengelus dadaku, sementara birahinya makin memuncak. “Ngghh.. “, Vaginanya yang basah semakin membuatnya nikmat, pikirku. Ayu menurut ketika badannya diangkat sedikit, dibiarkannya baju dan branya kutanggalkan, lalu dilempar ke samping tempat tidur.

Sekarang tubuh bagian atasnya tidak tertutup apapun, dia tampak tertegun dan risih sejenak, saat mataku menelusuri lekuk tubuhnya. Di sisi lain dia merasa kagum dengan dua gunung indah yang masih perawan yang menyembul di atas dadanya, belum pernah terjamah oleh siapapun selain dirinya sendiri.

Sedangkan aku tertegun sejenak melihat pemandangan di depan mataku, birahiku bergejolak kembali, aku berusaha mengatur pernafasan, karena tidak ingin melepaskan nafsu binatangku hingga menyakiti perasaan gadis cantik yang tergolek pasrah di depanku ini.

Aku mulai mengulum Payudara gadis itu perlahan, terasa membusung lembut, putih dan kenyal. Diperlakukan seperti itu Ayu menggelinjang, “Ahh.. uuhh.. aahh”. Pengalaman pertamanya ini membuat angan-angannya terbang tinggi. Payudaranya yang putih, lembut, dan kenyal itu terasa nikmat kuhisap lembut, tarian lidah diputing susunya yang kecil kemerahan itu mulai berdiri dan mengeras.

“Aaahh..!”, dia merintih geli dan makin mendekap kepalaku, Vaginanya mungkin kini terasa membanjir. Birahinya semakin memuncak. “Pak.. ahh, terus Pak.. ahh.. Uhh”, rintihnya makin panjang. Aku terus mempermainkan Payudara gadis lugu itu dengan bibir dan lidahku, sambil membuka kancing bajuku sendiri satu persatu, kemudian baju itu kutanggalkan, terlihat dadaku yang bidang dan atletis.

Kembali ujung bibirnya kukulum, terasa geli dan nikmat. Saat Ayu akan membalas memagutnya, telapak tangannya kupegang dan kubimbing naik ke atas kepalanya. Aku mulai mencium dan menghisap lembut, dan menggigit kecil tangan kanannya, mulai dari pangkal lengan, siku sampai ujung jarinya diisap-isap. Membuatnya bertambah geli dan nikmat.

“Geli.. ahh.. ohh!” Perasaannya melambung kembali, ketika Payudaranya dikulum, dijilati dan dihisap lembut. “Uuuhh.!”, dia makin mendekapkan kepalaku, itu akan membuat Vaginanya geli, membuat birahinya semakin memuncak. “Pak.. ahh, terus Pak.. ahh.. sst.. uhh”, dia merintih rintih dan menggelinjang, sesekali Pakinya menekuk ke atas, hingga roknya tersingkap.

Sambil terus mempermainkan Payudara gadis itu. aku melirik ke paha mulus, indah terlihat di antara rok yang tersingkap. Darahku berdesir, kupindahkan tanganku dan terus menari naik turun antara lutut dan pangkal paha putih mulus, masih tertutup celana yang membasah, Aku merasakan birahi Ayu semakin memuncak. Aku terus mempermainkan Payudara gadis itu.

“Pak.. ahh, terus Pak.. ahh.. uhh”, terdengar gadis itu merintih panjang. Aku dengan pelan dan pasti mulai membuka kancing, lalu menurunkan retsleting rok abu-abu itu, seakan Ayu tidak peduli dengan tindakanku itu. Rangsangan yang membuat birahinya memuncak membuatnya bertekuk lutut, menyerah.

“Jangan Pak.. aahh”, tapi aku tidak peduli, bahkan kemudian Ayu malah membantu menurunkan roknya sendiri dengan mengangkat pantatnya. Aku tertegun sejenak melihat tubuh putih mulus dan indah itu. Kemudian badan gadis itu kubalikkan sehingga posisinya tengkurap, bibirku merayap ke leher belakang dan punggung.

“Uuuhh”, ketika membalikkan badan, Ayu melihat sesuatu yang menonjol di balik celana dalamku. Dia kaget, malu, tapi ingin tahu. “Aaahh”. Ayu mulai merapatkan Pakinya, ada perasaan risih sesaat, kemudian hilang kalah oleh nafsu birahi yang telah menyelimuti perasaannya.

“Ahh..”, dia diam saja saat aku kembali mencium bibirnya, membimbing tangannya ke bawah di antara pangkal paha, dia kini memegang dan merasakan Kontol yang keras bulat dan panjang di balik celanaku, sejenak Ayu sejenak mengelus-elus benda yang membuat hatinya penasaran, tapi kemudian dia kaget dan menarik tangannya.

“Aaahh”, Ayu tak kuberikan kesempatan untuk berfikir lain, ketika mulutku kembali memainkan puting susu mungil yang berdiri tegak dengan indahnya di atas tonjolan dada. Vaginanya terasa makin membanjir, hal ini membuat birahinya makin memuncak.

“Ahh.. ahh.. teruus.. ahh.. uhh”, sambil terus memainkan Payudaranya, tanganku menari naik turun antara lutut dan pangkal pahanya yang putih mulus yang masih tertutup celana. Tanpa disadarinya, karena nikmat, tanganku mulai menyusup di bawah celana dalamnya dan mengusap-usap lembut bawah pusar yang mulai ditumbuhi rambut, pangkal paha, dan pantatnya yang kenyal terbentuk dengan indahnya bergantian.

“Teruuss.. aahh.. uuhh”, karena geli dan nikmat Ayu mulai membuka Pakinya, jari-jari Rene yang nakal mulai menyusup dan mengelus Vaginanya dari bagian luar celana, birahinya memuncak sampai kepala.
“Ahh.. terus.. ahh.. ohh”, gadis itu kaget sejenak, kemudian kembali merintih rintih.

Melihat Ayu menggelinjang kenikmatan, tanganku mencoba mulai menyusup di balik celana melalui pangkal paha dan mengelus-elus dengan lembut Vaginanya yang basah lembut dan hangat. Ayu makin menggelinjang dan birahinya makin membara.

“Ahh.. teruuss ooh”, Ayu merintih rintih kenikmatan. Aku tahu gadis itu hampir mencapai puncak birahi, dengan mudah tanganku mulai beraksi menurunkan celana dalam gadis itu perlahan. Benar saja, Ayu membiarkannya, sudah tidak peduli lagi bahkan mengangkat pantat dan Pakinya, sehingga celana itu terlepas tanpa halangan.

Tubuh gadis itu kini tergolek bugil di depan mataku, tampak semakin indah dan merangsang. Pangkal pahanya yang sangat bagus itu dihiasi bulu-bulu lembut yang mulai tumbuh halus. Vaginanya tampak kemerahan dan basah dengan puting Vagina mungil di tengahnya. Aku terus memainkan puting susu yang sekarang berdiri tegak sambil terus mengelus bibir Vagina makin membanjir. “Pak.. ahh, terus Pak.. ahh.. uhh”.

Vagina yang basah terasa geli dan gatal, nikmat sampai ujung kepala. “Pak.. aahh”, Ayu tak tahan lagi dan tangannya menyusup di bawah celana dalamku dan memegang Kontol yang keras bulat dan panjang itu. Ayu tidak merasa malu lagi, bahkan mulai mengimbangi gerakanku.

Aku tersenyum penuh kemenangan melihat tindakan gadis itu, secara tidak langsung gadis itu meminta untuk bertindak lebih jauh lagi. Aku melepas celana dalamku, melihat Kontolku yang besar dan keras berdiri tegak dengan gagahnya, mata gadis itu terbelalak kagum.

Sekarang kami tidak memakai penutup sama sekali. Ayu kagum sampai mulutnya menganga melihat Kontol yang besar dan keras berdiri tegak dengan gagahnya, baru pertama kali dia melihat benda itu. Vaginanya pasti sudah sangat geli dan gatal, dia tidak peduli lagi kalau masih perawan, kemudian telentang dan pelan-pelan membuka leber-lebar pahanya.

Sejenak aku tertegun melihat Vagina yang bersih kemerahan dan dihisi bulu-bulu yang baru tumbuh, lubang Vaginanya tampak masih tertutup selaput perawan dengan lubang kecil di tengahnya. Ayu hanya tertegun saat aku berada di atasnya dengan Kontol yang tegak berdiri. Sambil bertumpu pada lutut dan siku, bibirku melumat, mencium, dan kadang menggigit kecil menjelajahi seluruh tubuhnya.

Kuluman di puting susu yang disertai dengan gesekan-gesekan ujung Kontol ke bibir Vaginanya kulakukan dengan hati-hati, makin membasah dan nikmat tersendiri. “Pak.. ahh, terus ssts.. ahh.. uhh”, birahinya memuncak bisa-bisa sampai kepalanya terasa kesemutan, dipegangnya Kontolku.

“Ahh” terasa hangat dan kencang. “Pak.. ahh!”, dia tak dapat lagi menahan gejolak biraninya, membimbing Kontolku ke lubang Vaginanya, dia mulai menginginkan Kontolku menyerang ke lubang dan merojok Vaginanya yang terasa sangat geli dan gatal. “Uuuhh.. aahh”, tapi aku malah memainkan topi baja Kontolku sampai menyenggol-nyenggol selaput daranya

“Ooohh Pak masukkan ahh”, gadis itu sampai merintih rintih dan meminta-minta dengan penuh kenikmatan. Dengan hati-hati dan pelan-pelan aku terus mempermainkan gadis itu dengan Kontolku yang keras, hangat tapi lembut itu menyusuri bibir Vagina. “Ooohh Pak masukkan aahh”, di sela rintihan nikmat gadis itu.

Setelah kulihat puting susunya mengeras dan gerakannya mulai agak lemas, Kontol mulai menyerang masuk dan menembus selaput daranya, Sreetts “Aduuhh.. aahh”, tangannya mencengkeram bahuku. Dengan begitu, Ayu hanya merasa lubang Vaginanya seperti digigit nyamuk, tidak begitu sakit, saat selaput dara itu robek, ditembus Kontolku yang besar dan keras.

Kontolku yang terpercik darah perawan bercampur lendir Vaginanya terus masuk perlahan sampai setengahnya, ditarik lagi pelan-pelan dan hati-hati. “Ahh”, dia merintih kenikmatan. Aku tidak mau terburu-buru, aku tidak ingin lubang Vagina yang masih agak seret itu menjadi sakit karena belum terbiasa dan belum elastis.

Kontol itu masuk lagi setengahnya dan.. Sreets “Ohh..”, kali ini tidak ada rasa sakit, Ayu hanya merasakan geli saat dirasakan Kontol itu keluar masuk merojok Vaginanya. Ayu menggelinjang dan mengimbangi gerakan dan mendekap pinggangnya. “Pak.. ahh, terus Pak.. ohh.. uhh”, Kontolku terus menghunjam semakin dalam.

Ditarik lagi, “Aaahh”, masuk lagi. “Ahh, terus.. ahh.. uhh”, lubang Vagina itu makin lama makin mengembang, hingga Kontol itu bisa masuk sampai mencapai pangkalnya beberapa kali. Ayu merasakan nikmat birahinya memuncak di kepala, perasaannya melayang di awan-awan, badannya mulai bergeter getar dan mengejang, dan tak tertahankan lagi. “Aaahh, oohh, aahh” Vaginanya berdenyut-denyut melepas nikmat. Dia telah mencapai puncak orgasme, kemudian terlihat lega yang menyelimuti dirinya.

Melihat Ayu sudah mencapai orgasme, aku kini melepas seluruh rasa birahi yang tertahan sejak tadi dan makin cepat merojok keluar masuk lubang Vagina Ayu, “Pak.. ahh.. sst.. ahh.. uhh”, Ayu merintih dan merasakan nikmat birahinya memuncak kembali.

Badannya kembali bergetar dan mengejang, begitu juga denganku. “Ahh.. oohh.. ohh.. aahh!”, kami merintih rintih panjang menuju puncak kenikmatan. Dan mereka mencapai orgasme hampir bersamaan, terasa Kontol menyemburkan air mani hangat ke dalam Vagina gadis itu yang masih berdenyut nikmat.

Aku mengeluarkan Kontol yang terpercik darah perawan itu pelan-pelan, berbaring di sebelah Ayu dan memeluknya supaya Ayu merasa aman, dia tampak merasa sangat puas dengan pelajaran tahap awal yang kuberikan.

“Bagaimana kalau Ayu hamil Pak”, katanya sambil sudut matanya mengeluarkan air mata. Sesaat kemudian aku dengan sabar menjelaskan bahwa Ayu tidak mungkin hamil, karena tidak dalam masa siklus subur, berkat pengalamanku menganalisa kekentalan lendir yang keluar dari Vagina dan siklus menstruasinya.

Ayu semakin merasa lega, aman, merasa disayang. Kejadian tadi bisa berlangsung karena merupakan keinginan dan kerelaannya juga. Diapun bisa tersenyum puas dan menitikkan air mata bahagia, kemudian tertidur pulas dipelukanku yang telah menjadikannya seorang perempuan. Bangun tidur, Ayu membersihkan badan di kamar mandi.

Selesai mandi dia kembali ke kamar, dilepasnya handuk yang melilit tubuhnya, begitu indah dan menggairahkan sampai-sampai aku tak berkedip memandangnya. Diambilnya pakaian yang berserakan dan dikenakannya kembali satu persatu. Kemudian dia pamit pulang dan mencium pipiku.Pembaca yang budiman semoga kisah nyataku di warsek bisa membuat kalian semua terhibur TAMAT


EmoticonEmoticon