Serbubet - Namaku Rina. Aku sudah menikah dan memiliki seorang putri tunggal, Fara namanya. Umurnya kini sudah 14 tahun dan duduk di kelas 2 SMP. Usianya yang sudah beranjak remaja telah membuat dirinya tampak menarik. Wajahnya yang cantik dan imut menjadi nilai lebih darinya. Umurku sendiri baru 35 tahun, sedangkan suamiku, Mas Alan, 38 tahun.
Ada sebuah pengalaman yang sangat membekas dalam ingatanku. Waktu kecil dulu aku pernah diam-diam melihat ibuku dientot oleh kakekku, ayah kandung ibuku sendiri. Aku tidak tahu apa yang membuat ibu dan kakek melakukan hubungan seperti itu, aku yang juga tidak tahu harus berbuat apa akhirnya memilih diam. Namun ternyata kejadian itu bukan hanya sekali, tapi berkali-kali. Kakekku dulu memang tinggal bersama dengan kami sehingga memungkinkan mereka berbuat seperti itu berulang-ulang di saat ayahku tidak di rumah.
Kini saat sudah memiliki putri, aku sering membayangkan kalau suamiku bersetubuh dengan anak gadis kami. Membayangkan bagaimana suamiku menggenjot anak gadisnya sendiri sampai anak gadis kami ini hamil olehnya. Tentu saja itu merupakan khayalan gila dari seorang ibu terhadap anak dan suaminya sendiri. Bagaimana bisa seorang ibu punya pikiran semacam itu!? Namun hal tersebut sangat membangkitkan gairahku. Bahkan aku sering bermasturbasi karena tidak tahan dengan khayalan gilaku ini.
Saat aku berhubungan badan dengan suamiku, aku juga menganggap kalau aku ini adalah Fara, anak gadisnya. Hal itu membuatku orgasme lebih cepat. Selain itu, saat aku pergi ke pasar dan meninggalkan mereka berdua di rumah, aku juga sering membayangkan kalau mereka bersetubuh di belakangku selama aku pergi. Aku jadi berdebar-debar sendiri selama di pasar karena memikirkannya.
Seiring waktu, hanya dengan membayangkan tidak cukup lagi bagiku. Kini aku betul-betul berharap mereka berzinah, melakukan hubungan badan sedarah antara seorang ayah dan anak gadisnya. Akupun berusaha menciptakan situasi-situasi agar suami dan anakku menjadi tertarik satu sama lain. Aku sampai membelikan putriku pakaian-pakaian yang seksi, lalu mengajarinya cara berpakaian yang membuat lekuk tubuhnya tercetak. Tanktop dan celana pendekpun menjadi pakaiannya sehari-hari bila di rumah. Fara tidak masalah dengan cara berpakaian yang ku ajarkan, malah dia sangat menyukainya.
Sebenarnya sering suamiku memprotes cara berpakaian putri kami. Tapi tentu saja aku membela Fara.
Memangnya kenapa sih Pa? kan cuma di rumah saja. Lagian cuma Papa sendiri laki-laki di sini ujarku.
Iya sih
Kalau gitu ya gak apa-apa dong P
Tapi kan.. Ya sudah lah kata suamiku akhirnya mengalah. Maka bebaslah Fara berpakaian seperti itu di hadapan ayahnya.
Mungkin kalau pria lain yang melihat keadaan putri kami, pria itu sudah pasti akan sangat bernafsu. Bagaimana tidak? Seorang gadis cantik yang sedang segar-segarnya tampil dengan pakaian yang menggemaskan dan membangkitkan birahi, yang mana ibunya sendiri yang mengajarkan cara berpakaiannya itu. Itupun sebenarnya cukup sering terjadi, karena teman-teman suamiku sering mampir ke rumah, begitupun bapak-bapak tetangga sebelah. Aku seorang ibu yang sedang mengajarkan putrinya menjadi seorang eksibisonis!!
Fara (ilustrasi)
Wah, Fara udah gede yah cantik lagi Itu yang selalu mereka katakan bila melihat putriku di rumah. Aku lihat mata mereka selalu melirik ke tubuh putri kami. Rasanya sungguh aneh saat anak gadisku dipelototin begitu, antara marah dan bangga karena putriku banyak yang menyukai.
Dengan keadaan Fara yang berpakaian seperti itu, aku jadi lebih sering meninggalkan suami dan putri kami berdua menonton tv, atau menyuruh suamiku membantu Fara mengerjakan PR-nya di dalam kamarnya Fara. Saat mereka berduaan, akupun diam-diam memperhatikan dari jauh. Aku ingin tahu apakah suamiku mencuri-curi pandang ke arah anaknya. Tapi ternyata tidak. Meskipun ada sesekali melirik ke anaknya, tapi yang ku lihat masih pandangan tanpa nafsu. Tidak lebih dari seorang ayah yang sedang membantu putrinya. Namun ini tidak membuatku menyerah.
Malam ini kami sedang duduk bersama menonton acara televisi. Sebenarnya ini adalah keadaan dan suasana yang biasa, hanya pikiranku saja yang tidak beres.
Sayang, ayo sini mama pangku kataku mulai melancarkan aksiku. Fara saat itu masih tetap setia mengenakan tanktop dan celana pendek sepaha bila sedang di rumah.
Ihh mama. Fara kan udah gede. Masa masih dipangku!?
Hihihi, udah gede apanya? udah gede apanya ayo kataku sambil menarik Fara, memeluknya lalu mengangkatnya ke pangkuanku sambil ku gelitiki.
Hahaha geli mah, ampun.
Ininya yah yang udah gede? tanyaku sambil menyentil buah dadanya yang hanya ditutupi tanktop.
Mama!! Geli!!
Bercanda seperti inipun memang sudah sering kami lakukan. Saling menggelitik dan bermain-main saat bersama-sama duduk menonton tv. Tapi kini aku mempunyai tujuan lain, yaitu sengaja membuat suamiku jadi terangsang dan bernafsu pada anaknya sendiri.
Hihihi, Pa, lihat nih anakmu udah gede ujarku memanggil Mas Alan. Kaki Fara ku buat jadi membuka lebar saat itu. Aku ingin suamiku melihat betapa putrinya kini sudah menjadi seorang gadis yang cantik dan menggairahkan. Membuat suamiku jadi berpikiran kotor pada anak gadisnya sendiri. Mas Alan memang melirik ke arah kami, tapi dapat ku baca dari wajahnya kalau yang dimaksud ÔÇÿgedeolehnya hanyalah umur putrinya yang sudah semakin bertambah, bukan ukuran-ukuran kewanitaan seperti buah dada, pinggul dan lekuk tubuh putrinya.
Ayo sayang , minta pangku juga sama papa kamu sana suruhku pada Fara.
Pa pangkuin Fara dong minta Fara manja.
Iya-iya sini kata mas Alan sambil membiarkan Fara duduk di pangkuannya. Mereka kini sama-sama menghadap ke arah tv. Suamiku tampak biasa-biasa saja, tidak terlihat tanda-tanda nafsu meskipun saat ini ada seorang gadis cantik yang sedang duduk di pangkuannya. Padahal aku berharap kalau suamiku ereksi, sehingga penis tegangnya akan mengganjal pantat anak gadis kami.
Duh, iya nih kamu sudah gede. Berat amat sekarang ujar mas Alan sambil mengusap-ngusap rambut Fara.
Biarin week. Nih rasain!! Fara lalu mengangkat sedikit pinggulnya, lalu menurunkannya lagi tiba-tiba ke bawah. Seakan menunjukkan kalau dia memang sudah lebih berat sekarang karena semakin dewasa. Namun yang ada itu malah membuat penis suamiku tertekan pantat putrinya.
Duh, kamu ini gerutu suamiku. Namun tetap membiarkan Fara terus di pangkuannya. Fara tampak nyaman sekali dipangku ayahnya, mereka begitu mesra. Merekapun terus menonton tv dengan posisi berduaan begitu, dan aku terus hanya memperhatikan.
Semakin lama, ku lihat sesekali pantat putriku ini bergeser-geser kesana-kemari di pangkuan suamiku. Apa suamiku sedang ereksi? Sehingga membuat Fara merasa tidak nyaman karena pantatnya terganjal? Kalau benar, apa putriku ini tahu kalau penis tegang ayahnyalah yang sedang mengganjal pantatnya saat ini? Oh tuhan Aku jadi berdebar-debar memikirkannya.
Aku lalu bangkit dari tempat dudukku. Aku ingin meninggalkan mereka berdua lagi kali ini.
Mau kemana ma? tanya suamiku.
Mau ke kamar, sudah ngantuk jawabku sekenanya, karena tujuanku sebenarnya hanyalah ingin membiarkan mereka berduaan.
Kamu mau tidur juga sayang? tanyanya kini pada Fara.
Belum ngaktuk Pa jawab Fara cuek sambil tetap asik menonton tv.
Ya sudah
Akupun masuk ke kamar dan membiarkan suami dan anakku berduaan di sana. Dari dalam kamar aku mencoba mengintip mereka, tapi tidak ada gerakan ataupun obrolan yang aneh-aneh meski posisi mereka tetap tidak berubah. Akupun memutuskan untuk berbaring di ranjang. Tapi tanpa sadar aku benar-benar tertidur!!
Saat aku terbangun esok paginya dadaku begitu berdebar-debar. Entah apa yang sudah ku lewatkan tadi malam. Apa mereka melakukan sesuatu selagi aku tidur? Atau bahkan suamiku dan putri kami sudah bersenggama? Pikiran-pikiran itu terus melintas di kepalaku. Perasaanku semakin tidak karuan karena aku tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, meskipun belum tentu semua yang ku pikirkan tadi benar-benar terjadi. Tapi sensasi membayangkan kalau mereka bermain diam-diam dibelakangku ini sungguh mengaduk-aduk perasaanku, dan aku berharap mereka benar-benar telah melakukannya.
~~
Akupun melanjutkan terus aksiku. Ketika itu dengan nada bercanda aku menyuruh Mas Alan untuk memandikan Fara, tapi tentu saja baik Fara maupun suamiku menolaknya.
Gak mau ah, Fara kan udah gede, masa dimandikan Papa jawab Fara.
Iya nih, mama ada-ada aja kata suamiku ikut-ikutan.
Hihihi Kalau mama yang mandikan Fara, mau? tanyaku lagi.
Gak mau juga!!
Namun akhirnya Fara mau juga mandi denganku. Dia benar-benar sudah menjadi seorang gadis muda yang cantik. Tanda-tanda kewanitaannya benar-benar sedang tumbuh dengan baik. Pastinya akan membuat nafsu para lelaki bila melihat dia telanjang dan basah-basahan seperti sekarang ini. Aku ingin ayahnya juga melihatnya dengan pandangan nafsu.
Waktu aku ingin menyabuni badan, ku temukan botol sabun sudah mau habis. Ini kesempatanku!!
Sayang, sabunnya habis nih. Kamu ambilin gih ke belakang suruhku pada Fara.
Kok Fara sih ma?
Iya dong, masa mama yang ambil. Sana
Iya
Fara lalu melilitkan handuk ke tubuhnya, tapi ku cegah. Aku ingin memamerkan tubuh indah Fara kepada ayahnya saat ini. Tanpa banyak tanya Farapun menuruti. Aku memanfaatkan sifatnya yang masih polos dan belum mengerti betapa pentingnya menutupi bagian-bagian kewanitaaannya itu. Jadilah dia bertelanjang bulat dari kamar mandi ke dapur.
Pintu kamar mandi ku buka sedikit agar aku dapat mendengar apa yang akan terjadi. Dari sini aku memang tidak bisa melihat apa yang terjadi, namun aku masih bisa mendengar dengan jelas. Ku dengar suamiku terkejut dan menegur Fara kenapa keluyuran telanjang begitu di dalam rumah. Dijawab Fara kalau ingin mengambil sabun.
Sabunnya dimana Pa? gak ketemu nih
Bentar papa ambilkan
Tidak terdengar suara sama sekali selama beberapa saat kemudian. Dadaku berdebar memikirkan suamiku sedang bersama putri kami yang bertelanjang bulat!! Pastinya jarak antara ayah dan anak itu sangat dekat. Aku tidak tahu apa suamiku terangsang saat ini. Namun yang pasti, akulah yang terangsang berat karena memikirkan hal tersebut.
Makasih Pa
Iya, sana cepat ke kamar mandi. Nanti malah masuk angin lama-lama telanjang di luar
Iya Pa
Tidak lama kemudian Fara masuk kembali ke kamar mandi.
Mama lagi ngapaiiiin!??
Eh, n-nggak lagi ngapa-ngapain jawabku tergagap. Aku kedapatan olehnya sedang masturbasi menyemprotkan shower ke vaginaku!! Untung kemudian bisa ku jelaskan kalau aku sedang membersihkan bagian tersebut. Kamipun mandi seperti biasa selanjutnya.
Handuk yang kami bawa saat itu cuma satu, jadi kami pakai berdua bergantian setelah selesai mandi. Tentu aku yang mengenakan handuk itu, sedangkan Fara ku suruh bertelanjang menuju ke kamarnya. Sekali lagi ketelanjangannya di lihat oleh ayahnya.
~~
Malam harinya aku mengajak Fara tidur bersama di kamar kami. Tentunya ini juga bagian dari rencanaku yang lain. Suamiku awalnya menolak karena harus berbagi ranjang dengan Fara, mungkin karena anak perempuannya itu sudah besar. Tapi setelah ku bujuk terus akhirnya dia mau juga.
Kamu suka sayang kita tidur sama-sama kayak dulu lagi? tanyaku pada Fara.
Suka ma, udah lama nggak
Sebelum tidur kami menghabiskan waktu untuk ngobrol-ngobrol tentang sekolahnya, teman-temannya, rencana liburan, hadiah ulang tahunnya yang akan datang dan lain-lain. Posisi Fara berada di tengah-tengah diapit oleh kami berdua.
Menurut kamu Papa orangnya gimana sayang? tanyaku kini mencoba membahas tentang ayahnya.
Baik, gak pemarah
Kamu sayang tidak sama Papa?
Iya, Fara sayang banget sama Papa
Cuma sayang saja? Tidak cinta? tanyaku lagi.
Iya, Fara juga cinta Papa jawab Fara polos. Tentu saja cinta yang dimaksud Fara bukanlah seperti perasaan cinta kepada kekasih, namun hanya perasaan cinta dari seorang anak kepada orangtuanya.
Tuh Pa, anak kamu saja cinta sama kamu, masa kamu enggak? hihihi tanyaku kini pada mas Alan. Aku ingin tahu bagaimana responnya.
Ihh Papa gak cinta yah sama Fara? rengek Fara manja.
Ah, gara-gara kamu ini Ma. Iya sayaaang Papa juga cinta kok sama kamu ucap suamiku yang disambut tawa renyah Fara. Mendengar hal ini membuatku semakin bersemangat. Ku dekati Fara dan ku bisikkan sesuatu padanya.
Pa, kalau Papa cinta sama Fara, cium Fara dong P kata Fara kemudian. Ia menuruti apa yang ku bisikkan padanya barusan. Mas Alan yang mendengar permintaan Fara itu dibuat terkejut, diapun melotot kepadaku karena sudah mengatakan yang tidak-tidak pada putri kami. Aku hanya tertawa kecil saja.
Iya, sini sayang ucap Mas Alan mau juga akhirnya,
Cup
Yang kanan juga Pa pinta Fara lagi.
Iya-iya saat mencium pipi kanan, suamiku sedikit menghimpit Fara karena putrinya itu berada di sisi kirinya.
Fara juga cium dong Papanya suruhku lagi, Fara pun melakukannya. Dia kini gantian menciumi pipi Papanya. Darahku berdesir melihat pemandangan cium-ciuman ini. Adegan cium-ciuman antara ayah dan putrinya. Walau sebenarnya hal ini tidak asing, namun baru kali ini mereka saling mencium berkali-kali, bahkan melakukannya di atas ranjang.
Saat putri kami sudah tidur, akupun melanjutkan aksiku untuk merangsang suamiku. Aku bermasturbasi di sebelah Fara. Suamiku tentunya terkejut melihat aksiku karena ada Fara di dekat kami, aku senyum-senyum saja. Ku katakan kalau aku sedang kepengen. Tentu saja suamiku menolaknya, mana mungkin kami ngentot saat Fara ada di tengah-tengah kami. Akhirnya aku setuju untuk hanya saling bermasturbasi. Dia memainkan vaginaku dan aku mengocok penisnya.
Saat mengocoknya, sering aku menyentuhkan penisnya ke paha putri kami. Tentunya aku pura-pura tidak sengaja saat melakukannya.
Ma hati-hati dong
Kenapa Pa? geli yah kena paha Fara? Hihihi
Bukan gitu Nanti kalau dia bangun gimana coba?
Iya deh sorry kataku sambil tersenyum. Ku lanjutkan terus kocokanku sampai akhirnya dia muncrat, tapi sengaja ku arahkan ke selangakangan putri kami. Jadilah celana pendek serta paha Fara berceceran sperma ayah kandungnya.
Duh Ma kena Fara nih Makanya aku bilang hati-hati!! ujar suamiku berbisik keras.
Wah Gak sengaja Pa. Papa yang bersihkan yah, aku mau ke wc dulu
Lho? Kok aku sih ma yang ngebersihin? tanya suamiku jengkel, namun aku terus saja memalingkan tubuhku berjalan ke wc.
Saat aku sudah keluar dari kamar, aku mengintip apa yang akan dilakukan suamiku. Dia tampak kerepotan membersihkan ceceran spermanya yang ada di sekitar selangkangan anak gadisnya. Sayangnya dia hanya sekedar membersihkan, tidak berperilaku aneh.
~~
Malam itu baru permulaan, karena setelah itu semakin sering ku ajak Fara tidur bareng dengan kami. Fara sepertinya amat senang bisa tidur bersama-sama dan sepertinya dia ketagihan, dia bahkan tidak mau lagi tidur di kamarnya. Bagiku ini pertanda bagus untuk mewujudkan khayalanku.
Sama seperti malam itu, aku dan suamiku juga terus saling membantu bermasturbasi walau ada Fara di tengah-tengah kami. Sehingga makin seringlah Fara terkena semprotan peju ayahnya karena selalu sengaja ku tembakkan ke arah selangkangannya. Kadang tidak hanya paha dan celana pendeknya saja yang kena, namun juga tangan dan bajunya. Bahkan pernah suamiku menyemprot sangat kencang hingga ada yang mengenai wajah putri kami. Dan lagi-lagi, suamikulah yang ku suruh membersihkan ceceran spermanya itu. Mas Alan sepertinya sudah tidak keberatan lagi dengan kehadiran Fara di tempat tidur. Spermanya yang berceceran di tubuh putrinya tidak menjadi masalah lagi baginya.
Entah ada hubungannya atau tidak. Suamiku jadi lebih sering meminta ML. Apa ini sebagai pelampiasan nafsunya yang tak tersalurkan pada putrinya? Aku harap iya. Tentunya dia memintanya saat siang hari karena kalau malam ada Fara di tempat tidur kami. Walaupun sering aku mencoba mengajaknya ngentot setelah putri kami tidur, namun dia tetap menolaknya.
Sering saat kami ngeseks di kamar waktu siang hari, pintu kamar ku buat agak terbuka. Padahal ada Fara di rumah saat itu. Ya aku sengaja membukanya sedikit dan berharap putri kami melihat apa yang sedang ku buat dengan ayahnya. Dan itu benar terjadi!! Sering aku melihat kalau putriku sedang mengintip kami bersenggama. Aku penasaran apa yang ada dipikiran putri kami saat itu.
Aku kini berpikir untuk tidak memberi jatah lagi pada suamiku. Saat suamiku kepengen, akupun menolaknya dengan berbagai macam alasan seperti sedang capek, sibuk dan sebagainya. Namun malamnya aku tetap membantu mengocok penisnya di samping anakku seperti biasa. Karena memang ini tujuanku, aku tidak ingin melayani suamiku agar malamnya dia melampiaskan nafsunya di samping putri kami.
Ma, kita ML yuk pinta suamiku malam itu, akhirnya kini dia meminta ngeseks walau ada Fara yang sedang tidur di antara kami. Tapi aku sudah punya rencana lain. Aku tetap tidak akan memberinya jatah lagi.
Capek P jawabku pura-pura lemas.
Ayo lah Ma Papa lagi kepengen nih
Mama kocokin aja yah tawarku.
Ya sudah Ma
Dia lalu bangkit dan berlutut, sedangkan aku masih tetap berbaring sambil mengocok penisnya. Namun posisi Fara masih ada di antara kami.
Fara cantik yah Pa? tanyaku memancing sambil tetap mengocok penis suamiku.
Iya, sama kayak mamanya aku tersenyum.
Anak gadis Papa ini udah makin gede aja lihat nih kulit putihnya lembut, mulus dan licin ujarku sambil menampar-nampar penis suamiku ke tangan anak kami. Suamiku hanya diam saja!! biasanya dia pasti protes!! namun kali ini tidak berkata apa-apa!!
Enak yah Pa? tanyaku. Tentu saja yang ku maksud enak atau tidak waktu penisnya bersentuhan dengan kulit putri kami.
Ngghh Enak m
Geser dikit Pa, biar lebih enak mama ngocokinnya pintaku. Diapun menggeser tubuhnya ke atas sehingga kini penis tegangnya tepat mengarah ke wajah Fara. Posisinya seperti akan men-cumshoot putri kami !!
Ku melirik ke arah suamiku, dia ternyata memang sedang menatap wajah putri kami sambil penisnya tetap ku kocok. Aku harap dia memang sedang berpikiran kotor terhadap Fara.
Setelah sekian lama ku kocok, akhirnya dia muncrat juga. Anehnya dia tidak berusaha mengarahkan muncratannya ke tempat lain. Jadilah wajah putri kami berlumuran sperma kental suamiku. Pemandangan ini membuatku bergidik. Fara yang sedang tidur baru saja disemprotin peju, dan pelakunya adalah ayah kandungnya!! Sungguh banyak, kental dan menggumpal di wajah cantiknya.
Ihh.. Pa, kok muncratnya ke wajah Fara sih? banyak banget lagi udah gak tahan yah? godaku.
I-iya Ma kocokan mama enak banget jawabnya.
Kocokanku yang enak atau kamu yang nafsu sama putrimu? Sampai-sampai muka putrimu sendiri dipejuin gitu, ujarku dalam hati.
Tampak Fara sedikit menggeliatkan badannya, mungkin tidurnya terganggu karena ada sesuatu yang mengenai mukanya.
Cup cup cup Fara sayang tidur tidur kataku berbisik sambil mengusap-ngusap bahunya agar dia tertidur lagi.
Tuh Papa untung Faranya gak kebangun. Ya sudah, mama tidur duluan yah Pa. Gak pengen nambah lagi kan ngepejuin muka Fara nya? kataku menggoda suamiku.
Apaan sih kamu ma? Aku kan gak sengaja nyemprot di muka Fara katanya beralasan.
Ya sudah, buruan bersihin gih, ntar dia beneran bangun. Kan gak lucu pas dia bangun nemuin peju di mukanya, peju papanya pula, hihihi
Baru saja ku berbicara begitu, Fara kembali menggeliat. Tangan Fara tampak mengusap wajahnya sendiri. Mungkin dia berpikir kalau ada nyamuk di wajahnya, padahal itu sperma ayah kandungnya.
Cup cup cup tidur sayang. Kataku lagi buru-buru mengusap bahu Fara biar dia lelap lagi.
Kalau gak bobo ntar kena pejuin Papa lagi lho hihihi kataku lagi.
Ma!! Kamu ini, masa ngomongnya begitu!! katanya, aku hanya senyum-senyum saja, lalu merebahkan badanku pura-pura tidur, membiarkan suamiku sibuk membersihkan ceceran peju di wajah putrinya itu.
~~
Ma kocokin lagi dong
Malam esoknya juga demikan, dia meminta untuk dikocokin lagi olehku setelah aku tidak menyetujui menerima ajakan ngentotnya. Tapi kali ini aku tidak ingin membantunya. Aku ingin tahu apa yang akan dilakukan olehnya bila tidak ku bantu menuntaskan nafsunya itu. Aku berharap dia khilaf karena tidak tahan menahan nafsu hingga mencabuli putri kandungnya sendiri.
Mama ngantuk banget pa, badan mama rasanya juga gak enak. Papa ngocok sendiri aja yah
Yah Kok gitu sih Ma?
Aku tidak menjawab dan berpura-pura tidur setelahnya. Posisi tidurku menghadap ke arah suami dan putri kami. Dengan sedikit membuka kelopak mata, akupun mengintip bagaimana suamiku menuntaskan nafsunya. Akhirnya dia tetap juga mengocok penisnya di sana, di samping Fara.
Entah dia sengaja atau tidak, dia sangat sering menempelkan penisnya ke paha putri kami. Dan astaga!! dia lalu bangkit dan menempelkan tubuhnya ke Fara, membuat batang penisnya jadi terselip di antara kedua paha anak gadis kami ini. Dia tampak ragu apa yang akan dilakukannya selanjutnya, diapun melirik ke arahku berkali-kali. Sepertinya ingin memastikan kalu aku sudah tertidur.
Suamiku melanjutkan aksinya lagi, sepertinya nafsunya yang sudah diubun-ubun tidak memikirkan lagi kalau gadis muda yang sedang ditindihnya itu adalah anak kandungnya sendiri. Aku memang tidak bisa melihat dengan jelas, tapi dia tampak sedang menggesek-gesekkan penisnya keluar masuk di sela-sela paha Fara.
Nggggghh Faraaa erang suamiku sambil menyebut nama putri kami!!
Tidak lama kemudian tubuh suamiku mengejang. Dia klimaks!! Suamiku menumpahkan lagi pejunya ke tubuh putrinya, ke sekitaran selangkangan Fara. Bedanya kali ini bukan aku yang mengarahkannya, namun dia sendiri yang melakukannya dengan sengaja!! Jantungku berdegub kencang. Oh tuhan ini hampir mewujudkan khayalanku. Sedikit lagi tinggal sedikit lagi lalu mereka akan bersetubuh. Sebuah persetubuhan sedarah antara seorang ayah dan anak gadisnya. Antara suami dan putriku.
Sejak kejadian malam itu, aku terus berpura-pura malas untuk melayani suamiku. Sehingga membuat suamiku akan terus mengulangi perbuatannya mengocok sebelum tidur di samping Fara, hingga akhirnya memuncratkan spermanya dengan sengaja ke arah putrinya ini. Baik paha, tangan maupun wajah Fara selalu menjadi sasaran tembak sperma ayah kandungnya. Melihat putri kami terkena ceceran sperma ayahnya betul-betul membuatku horni.
Aku juga makin sering mandi bersama Fara saat ada ayahnya di rumah. Tentu saja setelah itu Fara ku suruh ke kamarnya dengan bertelanjang bulat. Suamiku yang sudah hampir dua minggu tidak ku layani, ku cekoki dengan pemandangan bugil putri kandungnya sesering mungkin. Teruslah lihat tubuh putrimu ini suamiku sayang, membuatmu nafsu bukan?
Entah mungkin karena jarang ku layani, suamiku kini kelihatan jadi lebih sering memanjakan putrinya. Fara juga sepertinya semakin nempel pada suamiku. Ia sekarang jadi lebih banyak menghabiskan waktu dengan ayahnya dibanding denganku. Bahkan saat ada teman-teman ayahnya, Fara tetap saja berpangku-pangku dan bermanjaan pada ayahnya. Tentunya merupakan pemandangan yang ganjil bagi mereka melihat gadis muda cantik dengan pakaian minim bergelayutan manja di pangkuan pria dewasa, meskipun itu adalah ayahnya sendri. Siang dimanjain, malamnya Fara dipejuin. Begitu terus setiap hari.
Pa, tadi malam onani lagi?
Iya mah, mama sih gak mau bantuin
Mama kan beneran capek Pa Terus peju papa gimana? Kena Fara lagi dong?
Ya gak sengaja kena Fara ny jawabnya berbohong, padahal jelas-jelas yang ku lihat dia sengaja menyemprotkannya ke tubuh putrinya.
Soalnya Fara suka ngeluh tuh ke aku, katanya badannya sering terasa lengket waktu bangun
Oh gitu yah Ma, maaf deh. Papa bakal hati-hati jawabnya. Dia mengatakan akan hati-hati? Seharusnya dia tidak onani lagi dan memaksaku untuk melayaninya, tapi ternyata tidak. Berarti dia memang ingin terus mengulangi perbuatannya untuk terus mengocok di samping putri kami. Benar saja, dia tetap terus mengulanginya. Meskipun dia berkata akan hati-hati tapi dia tetap sengaja menumpahkan pejunya ke tubuh Fara. Aku yakin kalau suamiku sudah tertarik pada putri kandungnya sendiri.
Hingga akhirnya malam itu yang suamiku takuti terjadi juga. Fara terbangun sesaat setelah wajahnya disemprotin peju.
Nghhh Paaaaaaaaa!!! Apaan sih iniiiih??? teriak Fara kencang. Suamiku langsung terdiam tidak tahu harus berkata dan berbuat apa. Aku juga pura-pura terbangun.
M-maaf sayang i-itu
Ihh.. kok Fara dikencingin siiiiiih? Fara terlihat seperti ingin menangis saat itu. Diapun langsung berlari menuju ke kamar mandi yang ada di dalam kamar untuk mencuci muka. Saat kembali, wajahnya terlihat ngambek, dia sepertinya marah. Diapun keluar kamar untuk tidur di kamarnya. Baik aku dan suamiku sama-sama terdiam.
Tuh kan Pa makanya ku bilang hati-hati kataku akhirnya dengan nada serius pada suamiku, padahal hatiku sangat senang karena akhirnya Fara mengetahui perbuatan Papanya. Aku penasaran apa yang akan terjadi setelah ini.
~~
Besoknya, dari pagi sampai Fara pulang sekolah dia tetap saja diam. Akupun menyuruh suamiku ke kamar putri kami untuk membujuknya agak tidak ngambek lagi.
Mama gak ikutan bujuk? Masa cuma papa sendiri?
Mama lagi masak Pa papa aja deh. Lagian itu kan salah kamu Pa tolakku. Tentunya itu hanyalah alasanku agar mereka kembali berduaan, sekaligus aku ingin tahu bagaimana suamiku mengatasi masalah ini. Setelah beberapa menit mereka di dalam, akupun memutuskan untuk menguping apa yang sedang mereka bicarakan.
..
I-tu… itu bukan pipis sayang terdengar suara suamiku. Sepertinya Fara masih mengira kalau cairan itu adalah pipis ayahnya.
Bukan pipis? Terus?
Itu peju, beda sama pipis jelas suamiku.
Pejuh? Tapi sama aja kan Pa, masa muka Fara dipe dipejuhin sih? tanya Fara polos.
M-maaf sayang. Soalnya papa lagi nafsu waktu itu
Nafsu?
Iya.. nafsu. Papa tertarik sama kamu
Tertarik sama aku? Maksudnya Papa suka sama Fara?
Iya, karena papa suka dan cinta kamu
Gitu yah Pa? Jadi karena Papa nafsu sama Fara, terus papa buang pejuh ke Fara? tanya Fara berusaha menyimpulkan.
I-iya sayang maaf yah
Gak apa kok Pa kalau memang gitu Papa boleh kok nafsu terus sama Fara ujar Fara santai. Tampaknya dia salah menyimpulkan penjelasan Papanya.
Hah? I-iya, makasih sayang
Iya, sama-sama. Emang apa yang bikin Papa nafsu sama Fara? Jujur! tanya Fara.
I-tu soalnya kamu cantik, terus badan kamu, terus pakaian kamu itu Papa suka banget, bikin Papa nafsu jelas suamiku kesusahan menjawab pertanyaan anaknya. Fara tertawa renyah mendengar jawaban Papanya karena menganggapnya pujian.
Hihihi, makasih Pa. Berarti sekarang Papa nafsu dong sama Fara? tanya Fara sambil tersenyum manis. Saat itu dia memang mengenakan tanktop ketat dan celana pendek sepaha seperti biasa.
I-iya sayang Papa nafsu lihat kamu
Hmm kalau gitu Papa boleh kok kalau mau buang pejunya ke Fara lagi, Fara gak bakal marah ujar putri kami. Darahku berdesir mendengarnya. Aku tidak menyangka kalau Fara akan berkata seperti itu. Memperbolehkan ayah kandungnya muncratin peju ke dia lagi!!
K-kamu serius sayang? terdengar suamiku juga terkejut mendengar perkataan anaknya.
Iya disiramin pejuh Papa lagi. Itu tanda suka dan cinta dari Papa kan? Sekarang boleh kok kalau Papa mau
Tapi itu kan Suamiku tampaknya bingung dengan apa yang harus dia lakukan. Apa yang akan kau jawab suamiku? Anak gadismu meminta spermamu di tubuhnya. Itu yang kamu mau bukan? Kau ketagihan ngepejuin anak gadismu sendiri bukan? kataku dalam hati. Dadaku sungguh berdebar-debar menanti jawaban suamiku.
Kenapa Pa?
Baiklah kalau begitu, tapi jangan sekarang, nanti ketahuan Mama jawab Mas Alan. Suamiku menyetujuinya!!
Emang Mama gak boleh tahu Pa?
Iya, kamu jangan kasih tahu mama yah jangan kasih tahu mama apa yang baru kita bicarakan. Bilang saja kalau kamu udah maafin Papa
Oh ya udah. Ini bakal jadi rahasia kecil kita berdua. Fara bakal rahasiakan kalau Papa nafsu sama Fara, gitu Pa? Oke?
Oke sayang… kamu memang pintar
Ini sungguh situasi yang aneh. Mereka merahasiakan hal itu padaku, padahal akulah yang membuat mereka menjadi seperti sekarang ini.
Terus kapan Papa mau buang peju ke Fara lagi? tanya Fara kemudian.
Kamu nanti malam tidur sama Papa Mama lagi kan?
Hmm Iya Pa..
Kalau gitu nanti malam Papa bakal pejuin kamu lagi seperti biasa. Boleh kan sayang?
Ihhh. Jadi tiap malam Fara kena semprot pejuh Papa terus !?? Fara balik bertanya.
Iya sayang, Maaf yah.. hehe
Ohh.. pantesan badan Fara lengket terus waktu bangun. Ya udah, nanti malam yah Pa. Gak usah diam-diam lagi, Fara mau kok bantuin
Sepertinya sudah cukup apa yang ku dengar. Aku segera kembali ke dapur dan pura-pura tidak mendengar apa yang terjadi barusan. Sensasi ini sungguh luar biasa. Obsesiku semakin mendekati kenyataan. Aku tidak sabar menunggu malam tiba.
Malamnya Fara tidur lagi bersama kami. Suamikupun lagi-lagi meminta agar aku mau melayaninya, setidaknya membantu mengocok penisnya. Tapi aku yakin itu hanya pura-pura saja. Begitupun dengan diriku yang masih pura-pura malas melayaninya serta bertingkah seakan tidak mengetahui apa yang akan terjadi.
Setelah aku pura-pura terlelap merekapun memulai aksinya. Sesekali ku buka sedikit mataku agar bisa melihat apa yang mereka lakukan. Suamiku tampak membangunkan Fara yang sudah beneran tertidur.
Sayang, bangun suamiku berbisik membangunkan putrinya.
Nggmmhh Papa mau pejuin Fara sekarang?
Ssssst pelanin suaranya sayang!! ntar mama bangun
Ups, Papa mau pejuin Fara sekarang? tanya Fara lagi dengan berbisik pelan.
Iya, Papa mau ngepejuin anak gadis Papa sekarang, boleh kan sayang?
Boleh banget kok
Suamiku lalu tampak membuka celana tidurnya. Kemudian kembali tiduran di samping putri kami.
Kocokin sayang suruh suamiku.
Gimana caranya Pa?
Gini
Aku tidak dapat melihat dengan jelas, tapi ku yakin Fara sedang mengocok penis ayahnya saat ini.
Kamu memang pintar sayang
Hihi.. Makasih Pa masih lama Pa keluar pejunya?
Bentar lagi kok, kamu mau papa keluarin dimana?
Terserah Papa aja, dimana yang papa suka jawab Fara sambil tersenyum manis.
Beberapa saat kemudian suamiku bangkit dan berlutut di samping putri kami. Dia tampaknya akan menembakkan pejunya ke wajah Fara lagi!!
Sayang.. Papa mau keluarin peju nih
Iya Pah.. tumpahin aja
Crooot.. crooot sperma suamiku dimuncratkan lagi ke wajah anak gadisnya itu. Bedanya kali ini putri kami sadar dan melihat langsung bagaimana penis ayahnya menembakkan sperma kental di wajah cantiknya!! Pemandangan yang sungguh membuatku blingsatan. Jantungku berdetak sangat kencang.
Ih.. Pa, banyak banget. Geli, bau
Maaf sayang
Hihihi Gak apa kok Pa, pasti karena Papa nafsu banget kan sama Fara?
Iya.. Papa nafsu banget. Sini biar Papa bersihin mukanya
loading...
Suamiku lalu mengambil tisu dan membersihkan wajah anaknya.
Cuma sekali aja Pa? tanya Fara sambil membiarkan wajahnya dibersihkan Papanya.
Kenapa? kamu masih mau Papa pejuin lagi? nakal yah
Hehe, Mau aja kok
Sudah, besok malam lagi. Ntar mama kamu bangun
Iya yah ntar mama tahu rahasia kita lagi. Hmm Papa suka pejuin muka mama juga? tanya Fara polos.
Pernah sih…
Enakan mana dari pejuin muka Fara?
Enakan pejuin muka kamu dong… soalnya kamu anak gadis Papa yang paling cantik
Emang cantikan mana, mama atau anak papa ini? Jujur lho
Lebih cantik kamu
Terus, nafsuin mana? Papa lebih nafsu sama siapa?
Nafsuin kamuuuu anak papa sayaaaang
Hihihi, makasih Pa
Iya, sudah sana tidur. Besok kamu sekolah
Oke Pa Malam
Hatiku serasa diaduk-aduk!! Fara mungkin memang polos bertanya seperti itu pada ayahnya, sedangkan ayahnya mungkin saja menjawabnya sesuai keinginan Fara. Tapi aku merasakan cemburu yang luar biasa dibanding-bandingkan dengan putriku sendiri seperti itu, namun memang ini yang aku inginkan.
~~
Setelah malam itu, merekapun terus mengulangi perbuatan tersebut. Putri kami selalu jadi pelampiasan nafsu suamiku. Tiap malam Fara pasti selalu disemprot peju ayah kandungnya. Pakaian, tangan, paha, dan mukanya ia relakan sebagai sasaran muncratan peju ayahnya. Bahkan sekarang mereka sudah berani diam-diam melakukannya di siang hari. Awalnya aku tidak tahu, namun waktu itu aku mendapati suamiku sedang dicoliin putrinya di kamar Fara. Parahnya waktu itu Fara sedang telanjang bulat karena baru selesai mandi. Jadilah tubuh telanjangnya yang masih basah itu terkena muncratan peju ayahnya, padahal dia baru saja mandi.
Pernah juga waktu itu aku tidak sengaja melihat mereka melakukannya saat Fara baru pulang sekolah. Fara mengocok penis ayahnya sambil masih mengenakan seragam SMP, pemandangan yang sangat menggairahkan.
Duh, sayang kamu cantik banget pake seragam gini
Hihihi kenapa Pa? Papa mau pejuin seragam Fara juga? Boleh kok
Terus besok kamu pakai apa?
Besok kan udah kering Pa
Tapi apa nggak bau sayang?
Gak apa kok jadi pejuin aja kalau Papa memang mau…
Setelah sekian lama mengocok penis ayahnya, suamikupun akhirnya muncrat. Pejunya menyemprot bertubi-tubi ke arah seragam putrinya. Baik kemeja putih maupun rok biru itu terkena ceceran sperma ayah kandungnya!! Dan Fara menerima dengan senang hati seragam sekolahnya dibuat kotor begitu.
Udah Pa? lihat nih seragam Fara jadi kotor gini Suka Pa?
Iya makasih sayang sana cepat ganti baju. Ntar ketahuan sama mama kamu
Oce Pa, hmm Pa
Ya sayang?
Nanti Mama katanya mau pergi ke pasar. Kalau ntar papa mau pejuin Fara lagi boleh kok, Papa mau Fara pakai seragam apa? Mau pejuin seragam pramuka Fara juga? boleh kok hihihi
Wah boleh juga tuh sayang
Ya udah, kita tunggu Mama pergi ya P ujar Fara. Mereka berencana berbuat mesum lagi nanti ketika aku pergi!! Benar saja, saat aku kembali aku memang menemukan ceceran sperma pada seragam pramuka putri kami.
Perbuatan mereka semakin hari semakin menjadi-jadi. Aku juga semakin sering meninggalkan mereka berdua dengan berbagai alasan seperti pergi ke pasar. Sensasinya sungguh aneh. Cemburu, tapi juga membuatku birahi. Suami dan putri kami tentunya sedang berbuat mesum selama aku tidak di rumah. Tidak jarang bila ku pulang, aku mendapati ceceran peju baik di ruang tamu, di atas tempat tidur Fara, bahkan di meja makan. Entah bagaimana caranya sperma ini bisa ada di atas meja makan. Aku jadi horni memikirkan mereka yang berbuat cabul di sembarang tempat begini.
Pernah juga aku melihat ada secuil peju di rambut Fara yang sepertinya luput saat dibersihkan, Aku pikir hanya itu, tapi ternyata juga ada noda yang sama di sela bibirnya!! Astaga!! Apa suamiku tadi menembakkan spermanya ke dalam mulut putri kami? Sepertinya memang iya karena nafas Fara bau peju. Aku pura-pura saja tidak tahu, bahkan membantu membersihkan noda itu dari sela birbinya.
Kalau makan yang benar dong sayang masa belepotan gitu ujarku sambil tertawa. Fara juga ikutan tertawa.
Hihihi, Habis Papa sih ma Ups!!
Papa? Papa kenapa sayang? tanyaku.
Eh, Itu tadi Papa ngasih Fara es krim jawabnya berbohong. Aku hanya tersenyum mendengar jawaban bohongnya sambil mengusap lembut kepalanya.
Kamu suka dikasih es krim sama Papa?
Suka banget
Pasti enak banget yah es krim nya?
Enak banget mah Fara jadi kepengen lagi
Kalau gitu minta aja lagi sama Papa
Boleh yah Ma?
Ya boleh dong kamu minta yang sering yah es krimnya, minta yang banyak
Iya ma ntar Fara minta lagi es krim yang banyak sama Papa, hihihi
Sebuah tanya jawab yang aneh karena kami saling menyembunyikan sesuatu. Aku tentu tahu apa yang dimaksudnya dengan es krim itu adalah sperma kental ayahnya.
Ternyata suamiku memang sudah mulai ngepejuin mulut putrinya sendiri. Dadaku berdebar sangat kencang melihat pemandangan itu. Fara yang tidur terlentang di sampingku, dikangkangi suamiku lalu ditembakkan sperma kental ayahnya ke mulutnya. Fara menerima sperma ayahnya dengan senang hati, bahkan astaga!! Dia menelannya!!
Enak es krim papa sayang?
Agak bau sih, tapi enak kok.. Fara telan semua yah Pa?
Iya sayang
Eh Pa, Mama tadi bilang agar Fara minta es krim yang banyak sama Papa lho kata Fara polos.
Mama kamu bilang gitu?
Iy
Kalau gitu Papa turutin deh Ntar kamu bilang ke Mama yah kalau Papa bakal kasih kamu es krim tiap hari
Sip Pa hihihi Darahku berdesir mendengar obrolan mereka ini. Fara akan selalu dipejuin ayahnya!! Esoknya Fara bahkan benar-benar mengatakan kalau Papa setuju untuk ngasih dia es krim tiap hari. Aku tersenyum saja padanya seakan tidak tahu apa es krim yang mereka maksud sebenarnya. Putri kami betul-betul jadi tempat pembuangan peju ayahnya setelah itu. Tidak hanya di pakaian atau badan Fara, namun sekarang di dalam mulutnya. Fara jadi selalu berbau peju bila di rumah.
Tapi semua itu belum cukup bagiku. Obsesiku untuk melihat suami dan anakku bersetubuh masih belum kesampaian. Mereka belum melakukan perzinahan yang sesungguhnya. Aku ingin suamiku ngentotin putri kami. Aku ingin suamiku menyemprotkan pejunya tidak hanya di dalam mulut Fara, tapi juga di dalam rahimnya hingga membuat putri kami ini hamil. Namun sepertinya suamiku masih belum punya niat untuk benar-benar melakukan itu. Padahal sudah hampir dua bulan aku tidak memberi jatah pada suamiku. Aku yakin suamiku sudah merindukan yang namanya bersenggama. Atau apa mereka sudah pernah melakukannya?
Sore ini aku kembali meninggalkan mereka berdua nonton tv dan mengintip mereka dari jauh. Mereka duduk berpangku-pangkuan. Aku pikir mereka hanya akan sekedar duduk mesra berduaan saja seperti biasa, tapi astaga!! Ku lihat suamiku mengeluarkan penisnya, setelah itu suamiku juga menyelipkan penisnya ke balik rok pendek Fara.
Papa ngapain? Kok burungnya dikeluarin sih Pa? tanya Fara berbisik.
Gak ngapa-ngapain kok… Gak boleh sayang?
Iya, boleh kok. Tapi ngeganjal nih
Fara lalu membiarkan ayahnya menggesek-gesekkan penisnya ke selangkangannya. Sepertinya Fara juga sangat menikmatinya, ia bahkan ikut memaju-mundurkan pinggulnya seirama goyangan pinggul ayahnya.
Fara, udah mau malam, buruan mandi gih kataku tiba-tiba muncul di hadapan mereka. Ayah dan anak itu tentu saja terkejut bukan main karena kedatanganku. Terlebih suamiku karena penisnya ada di balik rok Fara saat ini. Namun aku pura-pura tidak mengetahuinya.
Iya ma bentar lagi jawab Fara yang lebih terlihat santai.
Kenapa bentar lagi sih? buruan dong… manja banget sama Papa kamu. Atau kamu mau mandi bareng sama Papa? Pa, mandiin anakmu gih suruhku pada suamiku. Setahuku mereka belum pernah sama-sama telanjang bulat, jadi ini kesempatanku untuk lebih mendekatkan mereka.
Mandiin Fara mah? tanya suamiku.
Iya, kamu mau kan Fara dimandiin Papamu?
Nghhh. Mau deh Ma jawab Fara tidak lagi menolak.
Tuh Pa, dia mau tuh. Buruan gih, ntar keburu malam. Fara, ajak papa kamu mandi bareng dong suruhku pada Fara.
Pa, mandi bareng yuk Kan udah lama Fara gak mandi bareng Papa pinta Fara manja. Suamiku tidak langsung menjawab. Mungkin dia ragu.
I-iya deh setuju suamiku akhirnya.
Merekapun setuju untuk mandi bersama. Setelah aku meninggalkan mereka lagi, Fara lalu bangkit dan berjalan ke kamar mandi kemudian disusul ayahnya. Aku sangat bersemangat menantikan mereka bakal sama-sama telanjang di dalam ruangan yang sempit. Aku harap suamiku jadi terangsang berat di dalam sana.
Pa, mandiin Fara yang bersih yah teriakku pada suamiku dari balik pintu kamar mandi.
Iya ma
Fara, kamu jangan nakal di dalam. Ntar gak dikasih es krim lagi lho kataku kini pada Fara.
Paling Papa yang nakal ma, hihihi jawab Fara sambil tertawa.
Terdengar suara air tidak lama kemudian. Sepertinya mereka sudah mulai saling membilas dan menyabuni badan satu sama lain. Aku berusaha mencuri dengar apa yang mereka obrolkan di dalam. Fara sesekali tertawa geli cekikikan, mungkin karena geli karena badannya diusap-usap Papanya.
Geli pa jangan diremas-remas dong…
Ssstt kamu ini kencang banget suaranya!!
Ups, sorry. Geli pa.. jangan diremas-remas gitu dong susu Far
Cuma ngebersihin kok sayang
Tapi kan geli ntar burung Papa aku remas juga lho biar keluar lagi es krimnya
Dasar kamu nakal. Kamu dengar kan tadi mama bilang jangan nakal?
Hihihi, iya yah tapi kan Mama gak ngelihat Pa
Terus? Kamu mau kita nakal-nakalan sekarang?
Aku mau aja, emang Papa gak mau nakalin Fara?
Mau kok ya udah nih Papa nakalin
Ih Pa, ngapain? kok burungnya diselipin di sana sih?
Iya sayang Papa mau nyabunin sela-sela paha kamu pakai burung Papa
Setelah itu hanya desahan-desahan saja yang terdengar samar-samar. Aku yang mendengar dari sini juga ikut-ikutan horni karenanya. Suamiku sedang menggesek-gesekan penisnya di antara paha Fara!! Ingin sekali rasanya aku melihat langsung apa yang mereka lakukan, tapi aku tidak bisa karena tidak ada celah. Apapun itu, mereka betul-betul melakukan perbuatan mesum sekarang. Hingga akhirnya ku dengar suamiku melenguh, dia klimaks. Entah di bagian tubuh Fara yang mana yang dipejuin.
Setelah itu barulah mereka mandi seperti biasa meskipun masih juga terdengar sesekali Fara cekikikan geli.
Asik yah mandinya? Lama banget? tanyaku pada mereka saat keluar dari kamar mandi.
Tau tuh Papa jawab Fara cuek.
Tampak hanya suamiku saja yang mengenakan handuk, sedangkan Fara dengan santainya berjalan telanjang bulat ke kamarnya.
Pa, panggilku pada suamiku.
Iya ma?
Pakein Fara baju gih sekalian
Hah?

EmoticonEmoticon