Senin, 13 Maret 2017

Perkosaan Yang Di Rencanakan 2

pokerindo99.com



Serbubet - Kemudian ketiga perempuan itu disuruh duduk mengangkang kembali. Bedanya, sekarang Naima disuruh menjilat kemaluan Fully. Naima pun menurut dan membungkuk mendekatkan mulutnya ke kemaluan Fully. Awalnya dia merasa jijik, tetapi waktu bokongnya ditampar oleh Sakti, dia langsung menggerakan lidahnya menyapu bagian-bagian kemaluan Fully. Fully merasa kegelian sehingga sering menggelinjang dan matanya terpejam. Entah apa yg dirasakan lidah Naima, cairan keperempuanan Fully bercampur sisa air seninya, ditambah air liur pada lelaki mesum itu, kini ia harus menjilat semuanya. Tetapi Rindha tak tinggal diam, ia disuruh menjilat dubur dan kemaluan Naima dari belakang. Hal ini membuat Naima juga menggelinjang kegelian akibat sapuan lidah Rindha. Sementara dubur dan kemaluan Rindha yg sedang menungging pun tak luput dari jilatan atau rabaan temanan mesum di belakangnya. Sudah bosan dgn jilat-menjilat, dan semakin kerasnya kemaluan mereka berenam, maka ditariklah ketiga perempuan itu ke ranjang. Ketiga penjilat itu kini akan menyetubuhi ketiga perempuan tersebut, sementara ketiga temannya memegangi. Marco mulai menggesekkan kemaluannya mencari titik yg tepat untuk menerobos kemaluan Rindha yg dipegangi Wisnu. Sakti melakukan hal yg sama pada Naima dipegangi Didin dan Valdo pada Fully dibantu Mikael. Maka tak lama terdengarlah jeritan dan erangan ketiga perempuan itu yg diperawani secara bersamaan. Persis yg terjadi pada Rindha dan Syabila di lantai bawah. Maka yg terjadi adalah pesta serbaunik123 yg tak dibaygkan sebelumnya. Karena ketiga perempuan itu sudah tak berdaya melawan, setiap pria mesum bisa menyelupkan kemaluannya di antara ketiga perempuan sementara rekannya membantu memegangi sang perempuan. Hingga akhirnya keenam pria mesum itu benar-benar dapat merasakan legitnya ketiga liang sanggama para perempuan tersebut. Perasaan sakit, jijik dan marah di dada ketiga perempuan itu bersatu dgn rasa nikmat yg tak terlawan di selangkangan mereka. Mata mereka terpejam selama dikerjai temanan itu, tetapi mulut mereka tak jarang mengaduh atau mengerang. Erangan ini justru menjadi hal yg erotis bagi temanan mesum itu, sehingga mereka makin semangat memompakan kemaluan mereka ke kemaluan ketiga perempuan itu. Maka tak jelas siapa ejakulasi di mana. Lobang kemaluan ketiga perempuan itu kini berlumuran cairan air mani yg putih kental kemerahan karena bercampur darah kehormatan mereka. Sementara tubuh mereka pun basah berlumur peluh, karena mereka juga merasakan kenikmatan waktu kemaluan temanan mesum tersebut mengaduk-aduk lobang kenikmatan mereka. Hingga ketiga perempuan itu terkulai lemas di ranjang. Jam setengah dua belas, kesebelas pria mesum itu sedang berkumpul di ruang tengah, sembari merokok dan minum kopi yg dibuatkan oleh Pak Dalimin sendiri. Kesepuluh rekannya tampak tersenyum puas menikmati malam itu. Sakti : Min, makasih banyak ya. Aku tau kamu orang yg setia teman. Tak percuma kita datang jauh-jauh nengok kamu, ternyata bisa menikmati perawan-perawan berjilbab itu. Perkataan Sakti itu diiyakan dan disambut tawa oleh yg lain. Pak Dalimin cuma tersenyum kecut. Mereka terus ngobrol dan tertawa bercanda dgn suara keras sehingga membangunkan Mirna dan Bu Martinah di ruangan. Kebetulan karena malam itu sangat panas, mungkin juga karena ada aura neraka yg malam itu beredar di rumah itu, membuat Bu Martinah dan Mirna kehausan. Hampir bersamaan mereka keluar dari ruangan masing-masing untuk minum di dapur. Sialnya untuk ke dapur harus melewati ruang tengah sehingga kesepuluh temanan mesum itu serasa kembali di pancing kejantanannya. Bu Martinah dan Mirna buru-buru ke dapur menghindari tatapan mata teman-teman Pak Dalimin yg kurang mengenakkan. Mikael yg dari awal sudah kesengsem melihat kemontokan Bu Martinah mulai bangkin nafsu jahatnya. Dia melirik ke Frank yg juga bernafsu terhadap Mirna. Mikael : Hai Min, kita kan teman akrab. Berhubung kamu sudah serahkan bocah kosmu itu pada kami, bagaimana jika kamu biarkan aku mencicipi istrimu yg montok itu Min? Mendengar itu Pak Dalimin langsung bangkit dari duduknya ingin menampar Mikael, tetapi Sakti dan Ridwan menahan Pak Dalimin. Pak Dalimin : Bangsat kamu, awas kamu berani-berani sama istriku… Mikael : Sak, sudah tanggung nih. Kemaluanku pun ngaceng lagi lihat bokongnya istri si Dalimin, bagaimana menurutmu Sak? –Mikael minta persetujuan Sakti. Ridwan : Iya Sak, udah kepalang tanggung, kita tambah lagi lah istri dan bocah Dalimin itu. Mumpung kita di sini. Gimana yg lain, setuju kah? Yg lain menganggukkan kepala tanda mereka juga ingin merasakan bagaimana nikmatnya istri si Dalimin sehingga dia tak pernah lagi ke lokalisasi. Awalnya Sakti tak ingin sejauh itu, tetapi atas desakan teman-temannya, akhirnya ia setuju juga. Robert kemudian mengeluarkan lakban dan membekap mulut Pak Dalimin, sementara kedua tangannya diikat ke kursi. Mereka lalu menunggu Bu Martinah dan Mirna lewat ruang tengah itu. Tak lama keduanya, datang. Keduanya langsung terkejut melihat Pak Dalimin sudah dibekap dan diikat di kursi dgn sebuah pisau buah terhunus di lehernya yg dipegang oleh Sakti. Sakti : Bu Martinah, Mirna, ke sini kalian –Sakti menghardik. Bu Martinah : Bapak… Apa-apaan ini? Kalian apakan pasangankua? Mikael : Maaf merepotkan Bu. Tetapi begini, kami ini dulu sama-sama sering ke perekan. Tetapi sejak Pak Dalimin menikah dgn kamu, kenapa Pak Dalimin jadi tak pernah ikut lagi. Jadi Bu, sekarang kami ini, istilah ingin mencicipi kenikmatan Ibu… Bu Martinah menggelengkan kepala tanda tak percaya. Bu Martinah : Tidak, tidak mungkin. Pasangan saya tidak pernah itu ke perekan. Dia bersih kok. Kurang ajar kalian. Sudah bertamu, malah nuduh macam-macam. Sakti : Kamu berdua jangan coba-coba melawan, atau kusayat si Dalimin ini. Melihat pasangannya terancam sebilah pisau, Bu Martinah jadi bingung. Dia ingin teriak keluar, tetapi takut pasangannya menjadi korban. Bu Martinah : Tolong Pak lepaskan pasangan saya. Dia sudah baik sekali sama kalian. Salah apa dia? Frank : Salah dia ya karena dia punya istri semontok kamu dan bocah perempuan secantik Mirna ini. Sakti : Bu, kami tak akan menyakiti siapa pun asal Ibu dan Mirna mahu mematuhi perintah kami. Mengerti Bu? Bu Martinah : Tidak, aku tidak sudi nurut perintah kalian. Pergi kalian. –Bu Martinah mulai mengusir. Karena Bu Martinah tak menurut, maka Sakti merasa perlu melakukan sesuatu. Di iriskannya lah sedikit pisau itu ke pipi Pak Dalimin sehingga mengeluarkan darah. Melihat hal itu nyali Bu Martinah jadi ciut. Sakti : Kamu dengar ya, aku ga akan ragu menyayat pasanganmu jika kamu tak nurut. Mengerti kamu? Bu Martinah : I…iya Pak. Ma..af… Bu Martinah dan Mirna mulai panik melihat darah mengucur di pipi Pak Dalimin. Mikael : Nah sekarang kalian nurut kan. Baik, ke sini kamu Ani. –Bu Martinah mendekat perlahan bergandgn dgn Mirna. Sementara Mikael mulai menurunkan celananya. Mikael : Hisap kemaluanku Ani, seperti kamu hisap kemaluan si Dalimin. Cepat!! Bu Martinah disuruh berlutut dan sempat tertegun mendapati kemaluan lelaki lain di depannya. Selama ini kemaluan yg pernah ia lihat dan hisap cuma kemaluan pasangannya. Kini kemaluan Mikael yg lebih hitam dan lebih besar daripada punya pasangannya menunggu untuk ia hisap. Ia sempat bimbang, tetapi setelah melihat darah mengucur di pipi pasangannya, ia langsung melahap kemaluan Mikael. Mikael merasakan kenikmatan yg unik melihat kemaluannya dikulum oleh istri temannya sendiri, seorang perempuan yg berjilbab. Tak seperti para pelajar tadi, Bu Martinah tentu lebih berpengalaman dalem memberikan oral seks. Mikael bisa merasakan jilatan lidah Bu Martinah di kepala kemaluannya dan lobang kencingnya. Mikael : Ini baru hisapan top, gak kaya amatiran tadi, udah ga enak, kena gigi terus. Untung tak lecet kemaluanku. Semua tertawa mendengar pujian Mikael. Frank yg dari tadi sudah tak sabar ingin menikmati tubuh Mirna memanggil Mirna ke dekatnya. Mirna mendekati Frank perlahan sembari ketakutan. Frank : Hei Mirna, kamu lihat apa yg ibumu lakukan itu pada Om Mikael, sekarang kamu juga lakukan padaku. Ini, hisap! –sembari menyodorkan kemaluannya yg juga sudah mengacung. Mirna juga belum pernah melakukan blow job, dan ini juga pertama kalinya dia menghadapi sebuah kemaluan lelaki orang dewasa yg sedang tegak. Digenggamnya batang kemaluan Frank sembari gemetaran, kemudian lidahnya mulai menjilati kepala kemaluannya, mencontoh jilatan ibunya pada kemaluan Mikael. Dan temanan mesum itu mulai berbaris. Valdo, Marco dan Robert di sisi Mikael menunggu giliran kemaluannya diservis oleh Bu Martinah, sementara Sahid, Ridwan, Didin dan Wisnu menunggu giliran diservis Mirna. Apa yg terjadi sungguh memilukan Pak Dalimin, melihat dua orang perempuan kesaygannya harus mengoral kemaluan teman-temannya yg keterlaluan. Tangan-tangan mereka mengelusi kepala Bu Martinah dan Mirna yg masih terbungkus jilbab, kadang ditarik kadang ditekan untuk memberikan efek kenikmatan sendiri pada kemaluan mereka. Merasa cukup melihat Bu Martinah mengoral kemaluan temannya. Mikael memanggil Bu Martinah ke arah sofa tempat ia duduk dgn santainya di ruang tengah itu. Mikael : Hei Martinah, kemari kamu. Sekarang kamu buka bajumu itu semua, kecuali jilbabmu ya. Bu Martinah sebenarnya sudah mulai terangsang karena matanya baru menikmati empat kemaluan mengacung yg semuanya lebih gagah daripada punya pasangannya. Ditambah keadaan pasangannya yg masih terancam pisau, dia tak pikir panjang untuk mulai melepas dasternya hingga jatuh. Ternyata Bu Martinah cuma memakai celana dalem dan tak memakai BH karena dia memang jarang tidur memakai BH. Jilbab pendek yg ia gunakan tak mampu menutupi buah dadanya yg lonjong tanda mulai turun. Marco : Wah pantas saja Dalimin betah tidur sama si Martinah ini, ga pernah pake BH. Kapan saja mahu susu, dia tinggal nyeruput hahaha… –temannya yg lain ikut tertawa. Mikael memainkan HPnya sebentar sehingga tak lama terdengarlah sebuah lagu dangdut darinya. Mikael : Martinah, coba kamu hibur kami. Kamu berjogetlah ikuti lagu ini. Coba kamu liukkan bokong dan pinggulmu ya. Bu Martinah tak punya pilihan lain kecuali mengikuti perintah Mikael. Sebenarnya dia tak pandai menari, maka dia sebisanya saja mengikuti alunan lagu itu. Valdo : Coba kamu buka celana dalemmu itu sembari meliukkan pinggulmu. Bu Martinah pun mengikuti perintah Valdo. Dia menurunkan celana dalem pinknya pelan-pelan melewati bokongnya, sampai pahanya, terus turun ke lututnya hingga keluar gelang kakinya. Semua lelaki mesum itu mulai menikmati goygan Bu Martinah yg ternyata lumayan seksi. Bokongnya yg memang bahenol terlihat sangat indah bergoyg waktu diliukkan berputar, mirip goyg inul tetapi dgn gerakan yg lebih pelan. Marco langsung mendekati Bu Martinah dan ikut bergoyg di belakangnya sembari tangannya meremas-remas bokong Bu Martinah dan kemaluannya terkadang di sentuhkan ke belahan bokongnya.Yg lain menonton sembari terus meremasi kemaluannya masing-masing. Pak Dalimin pun sebenarnya cukup menikmati pemandangan ini. Dia tak pernah menygka bahwa istrinya bisa menari seerotis itu. Tetapi kehadiran Marco di belakang Bu Martinah sembari menjamah bokong istrinya turut membuat emosinya tetap terbakar. Waktu lagu habis, Bu Martinah pun dipanggil mendekat ke Mikael di sofa. Mikael meludahi kepala kemaluannya hingga mengkilap, kemudian menyuruh Bu Martinah mengangkang dan mengoleskan ludahnya di kemaluan Bu Martinah. Bu Martinah sempat menjerit tertahan karena bagian sensitifnya tergesek tangan Mikael. Lalu Mikael berbaring terlentang di sofa dan menyusuh Bu Martinah naik ke atasnya. Bu Martinah sempat ragu. Tetapi setelah melirik sebentar ke arah Pak Dalimin, melihat pasangannya masih terancam pisau oleh Sakti, dia lalu naik ke atas tubuh Mikael. Bu Martinah mengerti keinginan Mikael. Dia menggenggam kemaluan Mikael, kemudian mengarahkan kepalanya ke lobang kemaluannya. Maka tak lama, kemaluan Mikael pun sudah hilang ditelan kemaluan Bu Martinah. Bu Martinah bergerak naik turun, kadang berputar, seperti halnya dia melayani Pak Dalimin. Matanya terpejam tak ingin melihat wajah Mikael yg menjijikkan, sementara tangan Mikael terus meremas buah dada Bu Martinah. Tak lama kemudian Marco bergabung, mendorong tubuh Bu Martinah hingga tengkurap dan buah dadanya tepat di mulut Mikael. Sementara Marco mulai meludahi dubur Bu Martinah hingga licin. Merasa sudah dicukup, maka didorongnyalah kemaluannya ke dubur Bu Martinah. Awalnya Bu Martinah merasa kesakitan karena ini pertama kalinya duburnya disodomi. Tetapi karena kenikmatan tersendiri di kemaluannya yg tersesaki kemaluan Mikael yg lebih besar dari pada kemaluan pasangannya, ditambah pentil buah dadanya disedoti Mikael, sakitnya tak terlalu terasa. Valdo tak tinggal diam. Dia mendekatkan kemaluannya di mulut Bu Martinah. Melihat hal itu, Bu Martinah mengerti dan mulai mengoral kemaluan Valdo. Jadilah semua lobang yg ada di tubuh Bu Martinah memberikan kenikmatan untuk teman pasangannya, kecuali lobang telinga dan hidung tentunya. Pak Dalimin yg menyaksikan dari jauh pun mulai terangsang melihat istrinya tampak menikmati ketiga kemaluan teman-temannya. Sodokan kemaluan Mikael pada Bu Martinah benar-benar menusuk hingga ke hati Bu Martinah sehingga dia mulai tak bisa menahan diri. Dirinya mengerang-erang kenikmatan melalui persetubuhan haram ini. Pinggulnya mulai bergerak tak karuan, kemaluannya mulai berkontraksi hingga tak tertahan lagi, dia mencapai puncaknya. Waktu klimaks, gerakan Bu Martinah makin liar. Ini membuat kemaluan Mikael dan Marco terasa makin tersedot dan terputar sehingga mereka berdua pun tak kuat menahan kenikmatan itu, masing-masing memuncratkan air maninya yg tinggal sedikit ke lobangnya masing-masing. Valdo yg melihat gerakan erotis Bu Martinah pun langsung mengocok kemaluannya kuat-kuat hingga air maninya menyembur ke wajah Bu Martinah. Tubuh Bu Martinah lunglai kelelahan, tetapi para lelaki langsung melepaskannya hingga Bu Martinah tertelungkup di sofa. Giliran Wisnu, Didin dan Robert yg mengerjai Bu Martinah, dgn posisi yg sama, tetapi kini Bu Martinah terlentang, tak lagi tengkurap. Wisnu di bawah memasukkan kemaluannya ke dubur Bu Martinah, Didin di atas juga memasukkan kemaluannya ke kemaluan Bu Martinah dan Robert mengocokkan kemaluannya ke mulut Bu Martinah. Bu Martinah cuma bisa pasrah tubuhnya dihentak-hentakkan dari bawah dan atas dgn kemaluan-kemaluan teman pasangannya yg mengisi lobang-lobang dirinya. Pak Dalimin tak bisa berbuat apa-apa melihat istrinya mencapai klimaks oleh sodokan kemaluan teman-temannya. Sejujurnya pemandangan istrinya yg bugil dan sering kelojotan sembari mengerang membuat birahinya juga bangkit, tetapi perasaan terhina pun menumpuk di dadanya melihat teman-temannya menjadikan istrinya lebih hina daripada seorang perek. Sementara Mirna telah dibopong Frank ke ruangannya. Seluruh pakaian Mirna dilucuti tak terkecuali jilbabnya. Dihempaskannya tubuh Mirna ke ranjangnya, kemudian Frank langsung menindih tubuh perempuan itu. Tubuhnya yg langsing lemah gemulai dan putih mulus sangat kontras dgn tubuh Frank yg hitam dan gemuk. Frank sempat menjilat kemaluannya supaya licin sehingga ia lebih mudah memerawaninya. Mirna berteriak kesakitan waktu kemaluan Frank mulai menembus keperawanannya, tetapi mulutnya dibekap oleh tangan Ridwan, sementara Sahid menyaksikan sembari menunggu giliran. Begitu Frank selesai, Sahid langsung mengambil posisi terlentang di ranjang itu, kemudian dibantu Ridwan, Mirna diposisikan di atas tubuhnya sehingga kemaluan Mirna pas menelan kemaluan Sahid. Mirna tak perlu susah-susah menggerakkan tubuhnya karena Sahid tampak bernafsu menyodok-nyodok kemaluan Mirna dari bawah sementara tangannya menggeraygi buah dadanya yg masih dalem pertumbuhan. Ridwan tak tunggu lama langsung mengambil posisi di belakang Mirna,dan berusaha menganalnya. Akhirnya lobang siswi SMA itu terisi depan belakang. Mirna cuma bisa pasrah. Waktu menunjukkan pukul setengah satu waktu temanan mesum itu telah kembali berpakaian lengkap. Bu Martinah tampak sangat kelelahan tertelungkup di sofa, masih tanpa busana, sementara Mirna di ruangannya menangis sesenggukan menahan perih di kemaluan, dubur dan terutama perih di hatinya. Dia sama sekali tak menygkan keperawanannya akan terenggut dgn cara seperti ini. Sakti : Oke Min, sekali lagi makasih untuk malam ini. Mikael : Iya Min, jangan dendam ya. Jika kamu ingin mencicipi istriku, kamu datang saja ke rumahku. Nanti bisa kuatur ya… Ikatan dan sumpalan mulut Pak Dalimin sengaja tak dilepas supaya tak melawan, dan biarkan saja istri atau bocahnya nanti yg membukakan. Ridwan : Kapan-kapan kami mampir lagi ya ke sini. Jangan kapok ya… hahaha… Semua tampak tertawa puas, dan mereka mulai meninggalkan rumah itu. Mereka memasuki memasuki dua buah mobil X**** yg mereka sewa dari kota J. Sakti menyetir mobil pertama, sementara Robert mobil kedua. Mereka melihat sekali lagi ke rumah kosan itu, rumah yg telah memberikan mereka kepuasan seksual yg belum pernah mereka dapatkan sebelumnya, kepuasan semu, kepuasaan sesaat, bahkan mungkin, kepuasan terakhir mereka di dunia ini. *Breaking News – Keesokan harinya* Dua buah kecelakaan terpisah terjadi di jalan tol C dini hari tadi. Kecelakaan pertama terjadi di km xx dan kecelakaan kedua terjadi di km xx. Uniknya kedua kecelakaan melibatkan minibus X**** dgn ciri yg sama, yaitu ban depan sebelah kanan lepas dan rem blong sehingga kedua minibus tak dapat dikendalikan karena dalem kecepatan tinggi dan menabrak pembatas jalan, kemudian terguling beberapa kali sebelum akhirnya terlempar ke luar jalan tol. Semua korban berjumlah sepuluh orang tewas. Korban tewas merupakan peserta rapat koordinasi sebuah departemen di Jakarta. Belum diketahui apakah kecelakaan ini karena kelalaian atau sabotase… – Tamat –


EmoticonEmoticon