Sabtu, 29 April 2017

Threesome Dengan Roni








Serbubet “Hai aku gabung yah!” resek banget nih orang bikin jantungan saja dlm hatiku”

Ternyata si Roni cowok playboy yg minggu kemarin aku ngesex denganya.

“Penuh apa alasanmu aja biar bisa deketin kita, heh?” goda Linda padanya
“Iya nih, dasarrr, tuh disana kan banyak yg kosong, husss…husss…!!!” kataku dgn nada bercanda
“Maunya sih gitu, cuman kalau aku duduk disana takutnya ada yg merhatiin, jadi mendingan aku deketin sekalian” kelakarnya denga gaya khas seorang playboy
“Iiihhh ga tau malu banget, jijay Loe!” sambil kucbit tanganya.

Akhirnya kami bertiga menikmati makan dan ngobrol bersama. Harus kuakui Roni memang jagonya berkomnukiasi dgn seorang wanita dan menarik perhatian mereka. Daalam 4 sekawan geng ku saja dia sdh pernah ngesex dgn 3 diantaranya (termasuk aku), tinggal si Mayg yg belum dia rasakan.

“Kalian kuliahnya masuk jam berapa sih??” tanyanya
“Sy sih jam tiga nanti, pulang tanggung” jawabku.
“Kalau sy sih bentar lagi jam 1 masuk, BT deh jadwalnya Bu Dinah dosen killer itu” jawab Linda sambil mengelap mulutnya dgn tisu.
“Haiii Ci.. hai Linda!” sapa Mayg yg tiba-tiba nongol dan langsung duduk di sebelah Ratna.

Hari itu Mayg tampil beda dgn rambutnya yg panjang itu dicat coklat sehingga nampak seperti cewek indo. Dia terlihat begitu menawan dgn baju pink yg bahunya terbuka dipadu celana panjang putih.

Kuperkenalkan Roni pada Mayg, berbeda dgn kami bertiga yg dari fakultas yg sama, Sastra Inggris, Mayg berasal dari Fakultas Ekonomi sehingga dia belum mengenal Roni. Begitu kenal dgn Mayg, Roni langsung beraksi dgn kata-kata gombalnya. Dgn sifat Mayg yg supel ramah itu mereka cepat akrab dan omongannya nyambung.

“Dasar buaya darat,” begitu gumamku dlm hati.

Tak lama kemudian handpone Linda berdering lalu dia pun berpamitan karena ada janji mau mengerjakan tugas kelompok di perpustakaan dgn temanya. Jadi sekarang tinggalah kami bertiga.

“Sambil nunggu enaknya kita ngapain yah, bosen kan disini terus?” kata Mayg setelah menghabiskan makanan dan minumnya.

Ternyata dia sedang menunggu kuliah jam 3 juga.

“Ke tempat kost sy gimana? Sy sih sdh kelar nggak ada apa-apa lagi,” usul Roni.

Kami pun mengiyakan ajakan Roni daripada menunggu 2 jam lebih di kampus, di tempat kostnya kan banyak film jadi bisa nonton dulu. Setelah membayar kami bertiga langsung berjalan ke gerbang samping kampus yg menuju tempat kostnya.

Setelah 10 menit berjalan akhirnya kita tiba di tempat kost Roni. Kostnya besar dan bagus, terdiri dari 2 lantai dgn kamar mandi di kamar masing-masing. Penghuninya campur cowok cewek, tp menurut Roni penghuninya banyak ceweknya. makanya dia betah banget tinggal di sini.

“Selamat datang di istanaku, sori yah agak berantakan,” dia membukakan pintu dan mempersilahkan kami masuk ke dlm kamarnya di lantai dua. Ini bukan pertama kalinya aku ke sini, aku bahkan pernah ‘ngesex’ disini saat one night stand denganya.

Pada tembok kamarnya terpasang beberapa poster mobil klasik, juga ada sebuah poster anime Naruto. Foto pacarnya yg kuliah di luar negeri dipajang diatas meja belajarnya yg sedikit berantakan.

Kami ngobrol-ngobrol sambil menikmati makanan ringan hingga akhirnya obrolan kami mulai memanas dan menjurus ke masalah sex. Roni tanpa basa-basi menawarkan nonton film xxx koleksinya, dipilihnya salah satu CD xxx Jepang kesukaanya.

Kami bertiga hening menatp layar komputer seakan terhanyut dlm adegan seorang wanita yg di gangbang oleh beberapa pria, pejuh pria-pria itu berhamburan membasahi si wanita.

Darahku berdesir serasa memanas dan selangkanganku mulai basah. Mayg di sebelahku juga mulai tak tenang, dia terlihat menggesek-gesekkan kedua pahanya. Dan, si Roni.. oh dia meremas-remas tangan Mayg, dia juga mulai berani mengelus lengannya.

Melihat reaksi Mayg yg malu-malu dan sdh horny berat, Roni pun semakin bergairah dan semakin berani mendekatkan mulutnya ke pundak Mayg yg terbuka. Mayg menggelinjang kecil merasakan hembusan nafas Roni pada leher dan pundaknya

Karena sdh horny berat, ditambah lagi Roni dan Mayg mulai beraksi, akupun tdk malu-malu lagi mengekspresikan gairahku pada Mayg yg duduk disebelahku. Tanganku merayap lewat bagian bawah bajunya dan terus menyelinap ke balik bh-nya.

Aku dapat merasakan puting susunya semakin mengeras ketikika kupilin-pilin dgn jariku. Bibirku salaing perpagutan dgnya, lidah kami saling beradu dan bertukar ludah dgnya. Sementara Roni pun mulai menciumi leher dan pundaknya, disibakkan rambut itu lalu di hembusnya harum tubuhnya sebelum ciumanya berlanjut ke belakang kuping dan lehernya.

Mayg pun mulai medesis menikmati perlakuan ini, tangannya mulai bergerak meraih batang kontol Roni yg masih tertutup celananya, diraba-rabanya batang yg sdh tegang dan mengeras itu dari luar. Ciuman Roni menurun lagi ke bahu Mayg sambil menurunkan pakaian dgn bahu terbuka itu secara perlahan-lahan, suatu cara profesional dan erotis dlm menelanjangi seorang wanita.

Aku pun juga ikut menurunkan pakaian Mayg dari sebelah kiri sehingga pakaian itu sekarang menggantung di perutnya. Dgn cekatan Roni menurunkan cup BH kanannya dan langsung melumat toketnya dgn rakus.

Mayg mendesis merasakan toketnya dilumat oleh Roni. Aku sekarang melucuti pakaianku sendiri hingga bugil lalu mendekati Roni yg sdh merebahkan tubuh Mayg di kasurnya. Kupeluk pinggangnya dari belakang dan melepaskan sabuknya disusul kancing dan resleting celananya.

Roni berhenti sejenak untuk membiarkanku melucuti dirinya, disaat yg sama Mayg juga melepasi pakaiannya. Kini kami bertiga sdh dala keadaan bugil. Kami menyuruh Roni rebahan di kasur agar bisa memainkan batang kontolnya. Kontol yg sdh tegang kukulum kukocok dan kujilati, lalu kumasukkan ke mulutku.

Bersama dgn Mayg, kami bergantian melayani batang kontol Roni dgn jilatan dan kuluman. Mayg melakukan aktivitasnya dgn terngkurap diatas tubuh Roni dgn kata lain mereka dlm posisi 69, jadi Roni bisa menikmati memek Mayg sementara kami berdua menikmati batang kontolnya.

Roni sangat menikmati memek Mayg, hal ini nampak dari cara dia menjilat dan menyedot liang memek itu, terkadang suara hisapannya terdengar jelas sehingga membuat Mayg mengerang keenakan. Beberapa menit kemudian Mayg mengerang lebih panjang dan suara seruput Roni terdengar lebih jelas, ternyata Mayg sdh mencapai orgasme pertama.

Roni merubah posisi, Mayg disuruh telungkup di kasur dan bokongnya diangkat menungging, Roni sendiri mengambil posisi di belakangnya dan mengarahkan batang kontolnya ke lubang memek Mayg. Mayg merintih sambil mencengkram sprei menikmati batang kontol Roni melesak masuk membelah bibir memek bawahnya.

Ketika batang kontol itu masuk sebagian, Roni meyodokkan pinggulnya dgn bertenaga sehingga batang kontolnya amblas seluruhnya dlm lubang memek Mayg. Tubuhnya tersentak dgn mata membelalak diikuti dgn erangan nikmatnya.

Roni mengocok Mayg dgn gerakan-gerakan yg erotis sehingga Mayg tdk sanggup berkata apa-apa selain mengap-mengap keenakan. Kedua tangannya menjelajahi toket Mayg yg berukuran sedang tp padat, kedua putingnya dipilin-pilin. Aku sendiri yg tdk tahan hanya melihat mengambil posisi berselonjor di depan Mayg, kedua pahaku kubuka lebar dan kudekatkan ke wajah Mayg.

“May.. jilatin punya sy yah.. nggak tahan nih!”

Mayg mulai menjilati paha dan memekku, lidahnya menari-nari menggelitik itilku yg sdh menegang sementara tangannya meraih toketku dan mencubit-cubit puting susuku. Lidah Mayg memberi rangsangan tak terkira pada memekku sehingga aku tak tahan untuk tak mendesah.

Desahan kami pun terdengar memenuhi kamar ini. Kami merubah posisi menjadi woman on top, Mayg bergoyang di atas kontol Roni dan aku naik ke wajah Roni berhadapan dgn Mayg, kini memekku dilayani oleh Roni dgn lidahnya.

Sambil terus bergoyang aku berciuman dgn Mayg, aku kembali menikmati lidah sesama jenisku, kami bercipokan sambil mengeluarkan desahan-desahan tertahan. Ciuman Mayg terus turun ke leherku hingga berhenti di toketku kananku, sebuah gigitan kecil disertai hisapan pada daerah itu membuatku menggelinjang, disusul tangan Roni menjulur dari bawah meremas yg kiri.

Oooohhhhhhhh.. sepertinya bagian sensitifku diserang semua, lidah Roni yg dikeraskan itu menusuk masuk lebih dlm dan bergoyang menggelitik dinding memekku, tangannya yg satu meremas dan sesekali menepuk bokongku yg bulat dan sekal.

Aku pun semakin erat mendekap Mayg sambil satu tanganku meremas toketnya. Tak lama kemudian aku merasa sesuatu yg mendesak keluar dari bawah sana, Ooohhhhh.. aku tak sanggup lagi menahan cairan kenikmatan yg mulai membasahi memekku. Hal yg sama juga dialami Mayg tak lama kemudian, dia melepas kulumanya pada puting susuku, nafasnya makin memburu dan dia menaik-turunkan tubuhnya dgn lebih cepat.

Tubuh kami berdua bergetar hebat dan erangan klimaks keluar dari mulut kami. Roni menusuk-nusukkan jarinya ke memekku membuat cairan itu makin membanjir dan tubuhku makin tak terkendali, aku mendesah panjang tanpa mempedulikan rasa sakit dari kuku Mayg yg mencengkram lenganku.

Dgn rakus cairan kenikmatanku diseruput Roni, memek Mayg juga mengeluarkan banyak cairan sehingga menimbulkan bunyi kecipak air. Goyangan kami mulai mereda, kami berpelukan menikmati sisa-sisa orgasme barusan, kami menghimpun nafas kami yg kacau balau, keringat seperti embun membasahi dahi dan tubuh kami.

Akhirnya kurebahkan diriku ke samping dan Mayg jatuh di dekapan Roni. Roni menoleh ke samping bertatapan muka dgnku lalu mengembangkan senyum, nampak mulutnya masih basah oleh cairan kenikmatanku. Hebat juga dia, bisa membuat 2 wanita klimaks dlm waktu hampir bersamaan, begitu pujiku dlm hati.

“Gimana girls, ready for next round? Sy belum nyampe nih,” katanya sambil mengelus rambut Mayg.
“Hhh.. kamu berdua aja dulu deh, sy ngumpulin tenaga dulu. Heh sialan kamu May, pakai cakar-cakaran segala sakit tahu, nih!” omelku memperlihatkan bekas cakaran di lengan kiriku yg sedikit berdarah sambil mencubit lengannya.
“Hehehehehe.. sory ya Ci, tadi kan kita lagi lupa daratan, yg penting kan enjoy juga,” jawabnya santai sambil tersenyum kecil.

Tak lama kemudian Roni sdh membalikkan tubuh Mayg menjadi telentang dibawahnya, lalu kembali batang kontolnya dimasukkan ke lubang memek Mayg diiringi desahannya.

Ranjang ini sdh mulai bergoyang lagi oleh goyangan tubuh mereka. Sambil mengocok Roni meraih toketku dan meremas lembut sebagai sinyal mengajakku segera bergabung.

“Bentar yah, sy mau minum dulu nih, haus bagnet,” kataku sambil beranjak berdiri dan mengambil sebuah gelas, aku membuka kran dispenser yg terletak di dekat jendela untuk mengisi air.

Ketika sedang meneguk air tiba-tiba aku samar-samar mendengar suara kresek-kresek di balik pintu. Kutajamkan pendengaranku dan melihat ada seperti bayangan di celah bawah pintu, pasti seseorang mengintip kami pikirku.

Aku tadinya bermaksud untuk memberitahu mereka, tp sebaiknya kuselidiki sendiri karena mereka sedang sibuk berpacu dgn nafsu sampai tdk begitu menghiraukanku. Kusingkap sedikit tirai jendela untuk melihat siapa di luar sana, ada seseorang pria sedang menempelkan telinganya pada pintu, dia juga berusaha mencari-cari celah untuk mengintip, tp wajahnya tdk jelas.

Dlm pikiranku terbesit sebaiknya kuajak saja dia untuk meramaikan, mumpung aku dari tadi belum dimasuki batang kontol karena Roni sedang asyik ngenot Mayg. Maka sebelumnya aku melihat dulu sekeliling apa ada orang lain lagi selain dia, letak kamar ini cukup strategis agak ujung dan jauh dari keramaian.

Setelah yakin tdk ada siapapun lagi selain pengintip ini kuberanikan diri membuka pintu mengejutkannya. Perlahan kubuka pintu kamar dan.. hiya.. orang itu terdorong masuk karena sedang menyandarkan tubuhnya pada pintu, dgn cepat pintu kembali kututup. Orang itu benar-benar kaget, bingung, dan terangsang melihat sekelilingnya bugil dan ada yg ngentot pula.

Roni dan Mayg yg sedang berasyik-masyuk kontan ikut kaget, Mayg menyambar guling untuk menutupi tubuh bugilnya dan berteriak kecil. Belakangan aku tahu dia adalah kacung di kost ini, namanya Dadan, umurnya masih 17 tahun, anaknya tinggi kurus dan berkulit sawo matang.

Tadinya dia cuma mau memebetulkan pipa air yg bocor yg kebetulan harus lewat kamar ini, ketika itulah dia mendengar suara-suara aneh dan terpancing untuk mendengar dan mengintipnya. Dia langsung tertunduk-tunduk minta maaf berulang kali karena dimarahi Roni yg merasa terganggu olehnya.

Namun ketika Roni merenggut kerah baju pemuda itu dan hendak memukulnya buru-buru aku mencegah dan menenangkan si Roni yg bertemperamen tinggi.

“Ehh.. sdh-sdh, dia kan ga sengaja tadi, kita juga yg salah terlalu keras suaranya.. sdh kamu sana aja terusin pestanya sama Mayg, biar dia, sy yg urus, lagian di sini kurang cowoknya,” bujukku mengedipkan sebelah mata pada Roni.

Kuelus dada Roni dan berusaha menenangkannya, setelah kubujuk-bujuk akhirnya Roni mundur juga.

“Tenang, kamu terusin aja, biar sy urus yg ini”

Akupun tersenyum padanya mencoba mengajak bicara sambil memegangi kedua lengannya, kurasakan tubuhnya masih agak gemetar dan tertunduk, entah karena tegang, takut, atau malu.

“Nama kamu Dadan ya?” tanyaku dan dijawab dgn anggukan kepalanya.
“kamu tadi sdh ngeliat apa aja Dan?” tanyaku lebih lanjut
“Belum ngeliat apa-apa kok Mbak, sumpah.. sy cuma denger suara-suara terus sy cari tahu” jawabnya terbata-bata
“Terus kamu tahu apa yg kita lakuin barusan itu?” dijawab lagi dgn anggukan kepala.
“Kamu pernah ngerasain gituan sebelumnya?”
“Belum pernah Mbak, paling cuma nonton di VCD sambil onani”
“Ya sdh Dan, berhubung kamu sdh disini gimana kalau Mbak ajarin kamu soal gituan,” aku tersenyum lagi dan mengangkat wajahnya yg tertunduk, walaupun gugup tp matanya terus ke arah tubuhku yg polos, sebentar-sebentar juga melihat ke arah Mayg.
“Sini Mbak lepasin bajunya, biar lebih enak, ayo.. jangan malu-malu disini semua telanjang kok!” kulucuti pakaiannya tanpa menunggu responnya, dia masih malu-malu menutupi kontolnya dgn tangan.

Kusingkirkan tangannya dan kugenggam batang kontol yg masih setengah tegang itu, aku berlutut di depannya dan mulai menjilati batang kontol itu, kemasukkan bagian kepala kontolnya ke mulutku dan kukulum pelan.

Aku melirik ke atas melihat reaksi wajahnya dgn mata merem-melek dan menelan ludah memperhatikan aku mengulum batang kontolnya. Makin kukocok benda itu terasa makin keras dan bertambah besar, memang ga jumbo ukuranya sih, namanya juga ABG, tp kerasnya lumayan.

“Emmmhhhh.. Mbak.. geli Mbak!” erangnya gemetaran.
“sdh jangan bawel, dikasih enak-enakan malah cerewet, nanti juga ketagihan kok” jawabku.

Tiba-tiba terdengarlah suara musik heavy metal mengalun di kamar ini, sambil terus menyepong kulirikkan bola mataku ke arah suara itu. Ternyata si Roni memutar MP3 di komputernya dan menyetel volume suaranya untuk meredam suara kami.

Kemudian mereka yg tadinya melongo memperhatikanku mengerjai anak muda sdh mulai lagi dgn kesibukan mereka. Kini Roni menaikkan kedua tungkai Mayg ke bahunya dan kembali melesakkan batang kontolnya ke lubang memeknya.

Setelah beberapa kumainkan batang kontolnya dlm mulutku, kontol itu mulai berkedut-kedut, pemiliknya juga mendesah makin tak karuan. Akupun semakin dlm menelan batang kontol itu hingga menyentuh daging lunak di tenggorokanku.

“Mbak.. Aaaahhhhh.. nikmat banget Mbak.. ooohhhhh!” desahnya panjang bersamaan dgn pejuhnya yg ngecret di dlm mulutku.

Pipiku sampai kempot mengulum dan menelan cairan kenikmatan itu dgn nikmat, tak setetes pun tertinggal. Kemudian akupun bangkit berdiri sambil tetap menggenggam batang kontolnya yg masih tegak tp agak berkurang tegangnya.

“Gimana Dan, pernah diginiin ga sama cewek sebelumnya, rasanya gimana?” tanyaku dgn senyum nakal.
“Baru kali ini di giniin Mbak.. he-eh emang nikmat banget,” katanya masih dgn nafas terengah-engah.
“Ini baru permulaan Dan, masih banyak yg lebih nikmat kok, yuk sini deh!” kataku seraya menaikkan bokong ke meja belajar dan mengangkangkan kedua belah paha mulusku.

Kubimbing batang kontolnya ke arah lubang memekku yg terkuak lebar, setelah tepat sasaran kusuruh dia menggerakkan pinggulnya ke depan. Blheesssss.. terbenamlah batang kontol itu ke dlm lubang memekku diiringi desahan nikmat kami.

Tanpa kuajari lagi dia mulai myodok-nyodokkan batang kontolnya ke memekku, sodokannya walaupun terasa makin mantap tp rasanya masih ada yg kurang yaitu dia tdk memberi rangsangan pada bagian sensitifku lainnya, maklumlah namanya juga perjaka, masih amatiran.

Aku harus terus berinisiatif mengajarinya, maka kutarik kepalanya mendekati toketku yg membusung, kusuruh dia mengulumnya sepuas hati. Barulah dia mulai berani menjilati dan mengulum toketku, bahkan tangan satunya kini aktif meremas-remas toketku yg lain.

Cerita sex terbaru, Entah karena terlalu nafsu atau kelepasan dia gigit puting susuku yg kanan dgn keras, sampai aku menjerit.

“Aahhhkkkk.. Dan sakit, jangan keras-keras dong!”

Di seberang sana Mayg sdh dibuat orgasme entah yg keberapa kalinya. Tak sampai 5 menit berikutnya Roni pun mendesah panjang mencapai klimaksnya, dia mencabut batang kontolnya dari lubang memek Mayg dan menumpahkan isinya diatas perut rata Mayg.

Merekapun roboh bersebelahan, Mayg mengusap-ngusapkan pejuh itu ke tubuhnya dan menjilati sisa-sisanya di jari. Dadan masih terus menyodokku dari depan, gairahku makin memuncak saja, memekku terasa makin panas akibat gesekan dgn kontolnya, suara erangan kami terlarut bersama dgn dentuman musik rock dari komputer.

Cerita dewasa threesome, Bosan dgn posisi ini, dia memintaku ganti gaya. Sekarang kami melakukannya dgn gaya berdiri, aku berpegangan pada tepi meja sambil disodok dari belakang, dgn posisi demikian tangannya lebih bebas menggeraygi toketku yg bergantung, puting susuku dipilin-pilin terkadang agak kasar sampai benda itu mencuat tegang.

“Dan.. cepetin dong.. Mbak sdh mau nyampe nih..!!” aku mengerang lirih saat kurasakan klimaks sdh diambang.
“Aaaaahhhh.. ooohhhhh.. sy juga.. kok rasanya tambah.. nikmat Mbak” sahutnya dgn menambah sodokkanya.
“Keluarin di.. dlm aja.. jangan cabut kontol kamu.. oohhh” kataku dgn suara bergetar.

Kamipun mencapai orgasme bersama, tubuhku bergetar hebat, aku menjerit seolah mengiringi lagu di komputer, kepalaku terangkat dan mataku merem-melek.

Si Dadan juga mengerang nikmat merasakan orgasme pertamanya bersama seorang wanita. Pejuhnya menyembur banyak sekali di dlm rahimku, pejuh itu juga membasahi daerah selangkanganku serta sebagian meleleh turun ke pahaku.

Tubuhku lemas jatuh terduduk di kursi terdekat. Kubentangkan lebar pahaku agar bagian itu mendapat angin segar, soalnya rasanya panas banget setelah begitu lama bergesekan. lubang memekku nampak menganga dan sisa-sisa pejuh masih menetes sehingga membasahi kursi di bawahnya.

“Mbak sy mau lgi donk, abis memek Mbak nikmat banget sih, sekali lagi yah Mbak!” pintanya sambil menggenggam batang kontolnya yg masih tegang mengeras itu di dekat wajahku.
“Iyah, tp bentar yah, Mbak istirahat dulu,” jawabku sambil mengusap keringat di wajahku dgn tisu.

Kulihat Roni bangkit dan mendekatiku, batang kontolnya sdh dlm posisi siap tempur lagi setelah cukup istirahat.

Dia mengelus rambutku dan meraih tanganku untuk digenggamkan pada batang kontolnya.

“Yuk, Ci.. sambil kumpulin tenaga, kasih senjata gua amunisi dulu dong!” pintanya.

Akupun menjilat mengulum batang kontol itu. Melihat si Dadan yg melongo aku pun menarik tangannya menyuruh berdiri di sisi kananku. Maka dihadapanku sekarang mengacunglah dua batang kontol yg saling berhadapan dan masing-masing kugenggam dgn kedua tanganku. Kugerakkan tangaku mengocok keduanya, mulutku juga turut melayani silih berganti.

Merasa cukup dgn pemanasan, Roni menyuruhku berhenti, dan menyuruhku berdiri dulu, lalu dia duduki kursi itu baru menyuruhku duduk lagi di pangkuannya. Dgn agak kasar dia menyuruh Dadan menyingkir

“Heh, minggir loe.. kali ini giliran gua tahu, jangan ganggu lagi!”
“Eeeh.. sdh jangan galak ah, gitu-gitu juga dia kan yg bantu-bantu kamu orang di sini” sahutku mengelus lengan Roni.

“Dan kamu minta Mbak yg itu aja buat ngajarin kamu,” lanjutku,
“May mau ajarin dia bentar kan, masih pemula nih.”

Sekarang Dadan tdk segrogi saat pertama main dgnku, dia menindih tubuh Mayg yg masih terbaring. Mayg mengajarinya teknik berciuman, nampaknya Dadan cepat dlm mempelajari teknik-teknik bercinta yg kami ajarkan, sebentar saja dia sdh nampak beradu lidah dgn panasnya bersama Mayg.

Tangannya juga kini lebih aktif menjelajahi tubuh Mayg memberi rangsangan. Mayg yg gairahnya sdh bangkit lagi merespon dgn tak kalah hebat. Dia berguling ke samping sehingga dia kini di atas Dadan.

Lidahnya tetap bermain-main dgn lidah lawannya sementara tangan lembutnya meraih batang kontol pemuda tanggung itu serta mengocoknya, Dadan mengerang tak karuan menghadapi keliaran Mayg. Mayg membimbing batang kontol itu memasuki lubang memeknya, dgn posisi berlutut dia turunkan tubuhnya hingga batang kontol itu melesak masuk ke dlm memeknya.

Kemudian mulailah dia menaik-turunkan tubuhnya dgn gencar membuat pemuda tanggung itu gelagapan. Kedua tangan Dadan meremas kedua toket Mayg dgn penuh nafsu.

Di tempat lain aku sedang asyik menggoyangkan tubuhku di pangkuan Roni. Mememkku dihujam kontolnya yg sekeras batu itu. Otot-otot memekku serasa berkontraksi makin cepat memijati miliknya.

Tangannya yg mendekapku dari belakang terus saja menggeraygi toketku. Kutengokkan wajahku agar bisa berciuman denganya, lidah kami saling melumat dan beradu dgn panasnya.

Tak lama kemudian mulutnya merambat ke kupingku, dengusan nafasnya dan jilatannya membuatku merinding dan makin terbakar birahi. Bibirnya terus mengembara ke tenguk, leher, dan pundakku.

Tanpa terasa goyangan tubuh kami semakin liar sampai kursinya ikut bergoyang, kalau saja bahannya jelek mungkin sdh patah tuh kursi. Posisi ini berlangsung hampir 20 menit lamanya karena kami begitu terhanyut menikmatinya. Selama itu terdengar dua SMS yg masuk ke hp ku namun tak kuhiraukan agar tak merusak suasana.

Akhirnya akupun tak bisa menahan orgasmeku, tubuhku kembali bergetar dahsyat, pandanganku serasa berkunang-kunang. Mengetahui aku akan segera keluar, dia makin bergairah, tubuhku ditekan-tekan sehingga batang kontolnya menusuk lebih dlm, tangannya pun semakin kasar meremasi toketku.

“Oohhhkkkk..!” erangku bersamaan dgn lagu mp3 yg hampir berakhir.

Kugenggam erat lengan Roni dan menggigit bibir merasakan gelombang dahsyat itu melandaku. Aku merasakan cairan kenikmatan yg mengalir hangat pada selangkanganku. Akupun akhirnya bersandar lemas dlm dekapannya, batang kontolnya tetap menancap di memekku, nafas kami tersenggal-senggal dan keringatpun bercucuran dgn derasnya.

Kemudian dia angkat tubuhku hingga batang kontolnya keluar dari lubang memekku, tangan satunya menyelinap ke lipatan pahaku. Diangkatnya tubuhku dgn kedua lengan, aku menjerit kecil saat dia tiba-tiba menaikkanku ke lengannya karena kaget dan takut jatuh.

Dibawanya aku ke ranjang lalu diturunkan di sana, nafasku masih terengah-engah belum teratur sehingga nampak sekali dadaku turun naik seperti gunung mau meletus. Tepat disebelah kami Dadan sedang menindih tubuh bugil Mayg dgn gerak naik-turun yg cepat. Mayg hanya bisa menggelinjang dan mengerang nikmat, rambutnya sdh kusut tak karuan, matanya menatap kosong pada kami.

“Lagi yah Ci, dikit lagi tanggung gua belum nyampe nih,” pinta Roni sambil merenggangkan kedua pahaku.

Aku hanya terdiam dan pasrah saja mengikuti apa maunya. Dgn lancar batang kontolnya yg sdh basah dan licin itu meluncur ke dlm lubang memekku, aku mengerang dan mencengkram sprei saat dia hentakkan pinggulnya hingga seluruh batang kontolnya masuk.

Lagu dari komputer entah sdh berganti berapa kali, kali ini yg mengalun adalah lagu yg dipakai soundtrack film ‘Armageddon’. Lagu ini mengiringi pergumulan kami dlm babak ini.

Perkasa juga si Roni ini, dia masih sanggup menyodokku dgn kecepatan tinggi sampai tubuhku terguncang hebat, padahal sebelumnya dia sdh membuatku dan Mayg orgasme, kekuatannya jauh lebih meningkat dibanding ketika pertama kali one night stand dgnku setahun lalu. Aku menggenggam tangan Mayg dan bertatapan wajah denganya

“Sdh berapa kali May?” tanyaku bergetar
“Ga tahu.. sdh aahh.. keenakan.. ga ngitung .. lagi,” jawabnya dgn mata merem melek.

Aku makin tak terkontrol lagi, kepalaku kugelengkan ke kiri-kanan, sesekali aku menggigit jari saking enaknya sodokan Roni.

Dia mempermainkan birahiku dgn sengaja tdk menyentuh toketku membiarkannya bergoyang-goyang seirama badanku, sehingga aku sendiri yg berinisiatif meraih tangannya dan meletakkannya di toketku , barulah dia mulai memilin-milin putingku membuatku semakin terbakar. Akhirnya akupun sdh tdk kuat lagi, perasaan itu kuekspresikan dgn sebuah erangan panjang dan menarik sprei di bawahku hingga berantakan.

“Udah dulu donk, Ronn.. gua gimana bisa kuliah nanti!” pintaku dgn nafas terengah-engah.

Tubuhku basah kuyup seperti mandi saja, habis AC kamarnya lagi error sih, sementara ini cuma ada kipas angin berukuran sedang, sedangkan iklim di Jakarta tahu sendiri kan seperti apa gerahnya.

Paham dgn keadaanku, dia biarkan aku beristirahat, di ciumnya bibirku dgn halus disertai sedikit kata-kata manis dan pujian, setelah itu dia beralih ke Mayg untuk menuntaskan hajatnya yg tinggal sedikit lagi. Kuusap dahiku yg bercucuran keringat lalu kulirikkan jam tangan, setengah jam lagi jam tiga, harus segera siap-siap kembali ke kampus.

Mayg yg sedang dlm posisi dogie digarap dari dua arah oleh mereka. Dadan yg menyodoknya dari belakang akhirnya klimaks, dia mengeluarkan kontolnya dan menyemburkan pejuhnya di punggung dan pantat Mayg.

Si Roni yg sedang ngentot mulut Mayg juga tak lama kemudian menyusul, dia mengerang sambil menahan kepala Mayg pada kontolnya. Mayg sendiri hanya bisa mengerang tertahan dan matanya merem melek menerima semburan pejuh Roni, nampak cairan putih itu meleleh sedikit di pinggir bibir mungilnya.

Roni ambruk di sisiku dgn memeluk Mayg yg menyandarkan kepalanya ke dada bidangnya, si Dadan terduduk lemas di bawah ranjang. Setelah staminaku mulai stabil, perlahan aku bangkit menuju kamar mandi dgn langkah gontai. Disana aku mencuci muka, dan membersihkan ceceran pejuh di tubuhku dgn air. Mayg masuk ketika aku sedang duduk di toilet buang air kecil.

“Huh.. ngagetin aja kamu, rambut kusut acak-acakan kaya kuntilanak gitu lagi!” ujarku.
“Kuntilanak bajunya putih woi, nggak telanjang gini,” jawabnya asal, lalu menyalakan kran wastafel.

Setelah selesai mebersihkan diri, kami memakai kembali pakaian kami untuk kembali kuliah. Saat itu jam sdh menunjukkan hampir jam tiga, maka itu kami agak terburu-buru sampai aku melupakan hp ku sehingga pulang kuliah aku harus balik lagi ke sini untuk mengambilnya.

Kamipun bergegas kembali ke kampus dgn berlari-lari kecil, mana ruang kuliahku di lantai 3 lagi, aku sampai ke kelas terlambat 5 menit, untung belum melebihi toleransi keterlambatan. Di kelas pun aku tdk bisa fokus karena selain masih lelah, dosennya, Pak Iwan ngomongnya juga slow motion, bikin ngantuk saja sehingga beberapa kali aku menguap. Temanku di sebelah bahkan bertanya

“Baru bangun tidur kamu Ci? Kok kusut gitu”-cerita pesta sex- karena make up ku memang agak luntur waktu cuci muka tadi.
“Iyah nih masih ngantuk tadi di tempat kost temen belum cukup tidurnya,” jawabku tersenyum dipaksa.

Sangat Lelah sekali hari itu sehingga begitu sampai di rumah aku langsung tidur dan bangun jam 7 malam, baru mandi untuk bersiap-siap menunggu jemputan Verna dan lainnya untuk nge-dugem di salah satu tempat favorit kami.

Johan Adik Ku, Selingkuhan Ku







Serbubet “Uffffhh… dirumah sendiri lagi deh” kataku dlm hati.

Karena sdh tdk berkerja lagi setelah menikah, aq pun mencoba mengisi waktu luang dengan menonton acar televisi, bersih-bersih rumah dan kegitan lain yg sering dilakukan oleh ibu rumah tangga, namun tetap saja setiap hari rasanya berjalan lama sekali. Akhirnya aq teringat kalau pagi itu aq belum mencuci pakaian. Kemudian aq pun mengambil pakaian kotor dan segera menuju ke kamar mandi.

Setelah nyuci dan bersiap untuk menjemur pakaian, aq mendengar pintu pagar rumah terbuka.

“Siapa ya? Apa ibu mertuaku udah pulang?” tanyaku kepada diri sendiri.

Kemudian aq bergegas melangkah menuju pintu depan dan untuk memastikanya. Ternyata di luar dugaan yg berdiri di depan paintu adalah Johan, adik laki-lakiku. entu aq tdk menygka kalau Johan adikku datang, karena biasanya Johan mengunjungiku setiap hari libur saja, itupun bersama adik-adikku yg lain.

“Eh… Jo… Tumben datang sendirian? Lagi nggak ada kuliah yah?” aq langsung mengajukan banyak pertanyaan kepadanya.
“Mbak bukannya nyuruh masuk malah nanya-nanya Johan sih? Hehehehe…” jawab adikku sambil tertawa.
“Oh iya Mbak lupa…! Abis nggak biasanya main kesini… Ya udah buka aja Jo… Ga dikunci kok…” akupun jadi ikut tersenyum.
“Johan capek banget nih Mbak abis perjalanan jauh…!” adikku berkata sambil mengusap wajahnya yg berkeringat.
“Ya elaaahhhhhhh…!! Manja banget sih sekarang…! Ayo masuk dulu deh…” aq meledeknya namun tetap membukakan pintu gerbang.
“Tp setelah ngeliat Mbak capek Johan langsung ilang kok…” ujar adikku sambil memasukkan sepeda motornya ke halaman.
“Basi banget deh…!!” kataku lalu mencubit pelan lenganya.

Setelah adikku masuk ke dlm rumah aq mempersilahkan dia untuk di ruang keluarga

“Tinggal bentar ya jo, Mbak mau ngelanjutin jemur baju…Kamu tunggu dulu aja di situ… bikin minum aja sana” kataku berpamitan
“Sini Mbak Johan bantuin… Lagian ga sopan banget sih masa tamu disuruh bikin minum sendiri” Canda adikku
“Yeeeeeeee…! Bukannya lebih ga sopan lagi kalo tamu disuruh bantuin jemur baju?” balasku.

Johan pun tersenyum lebar. Tp tentu saja tawaran adiiku tadi tdk kutolak. Saat sedang menjemur pakaian, dapat kulihat adikku Johan terus memandangiku saat aq sedang memeras dalemanku. Walaupun aq dan Amar pernah memiliki hubungan special namun tetap saja aq merasa risih di pandangi seperti itu. Namun aq pikir tanggung kerana sebantar lagi pekerjaan ini selesai dan aq akan segera ke kamar untuk berganti pakaian

“Udah sarapan belum Jo?” tanyaku berbasa-basi sambil terus menggantung pakaian.
“Eh… udah tadi mbak…” jawab adikku dengan sedikit canggung.

Setelah selesai menjemur pakaian, aq menyuruh Johan ke ruang keluarga untuk menonton TV sambil menungguku. Sesampainya di kamar, aq membaringkan tubuhku sejenak karena cukup lelah setelah mencuci pakaian. Tanpa terasa aq tertidur pulas. Dlm keadaan setengah sadar aq dapat mendengar samar-samar seseorang membuka pintu kamarku. Keberadaan orang tersebut terasa semakin mendekati. Tak lama kemudian ranjangku terasa bergoyang karena sepertinya dia sdh duduk di sebalahku.

Kemudian betisku terasa ada yg meraba-raba. Selanjutnya tangan tersebut merayap naik ke bagian pahaku. Namun karena masih dlm keadaan setangah sadar, aq mengira saat itu sedang mimpi ngesex dengan suamiku. Apalagi saat tangan tersebut mengelus-elus selangkanganku yg masih tertutup CD itu, aq merasa bahwa itu adalah jilatan-jilatan dari suamiku.

Ketika bagian-bagian tubuhku terus digeraygi aq mulai tersadar dari tidurku namun tdk langsung membuka mataku.

“Mbak gue emang bener-bener mulus…” dengan mata terpejam aq masih dapat mengenal jelas suara tersebut.

Tentu saja jantungku langsung berdetak kencang ketika mendapati kalau ini bukan mimpi tp benar-benar terjadi, apalagi ditambah kenyataan yg melakukan semua itu adalah Johan adikku. Karena aq tak menginginkan lebih jauh lagi tangan Johan merayap aq mulai merapatkan kedua pahaku. Tp Johan tak menyerah begitu saja. Tangan Johan kini mulai pindah ke daerah toketku, yg hanya terlindungi kaos tanpa BH, kemudian meremas-remas dengan lembut. Jari-jari johan seolah-olah menari diatas dadaku sesekali memilin.

Namun diperlakukan seperti itu, aq pun akhirnya tak dapat menahan diri lagi untuk terus berpura-pura masih tertidur lelap. lalu aq membuka mata kemudian berteriak agar sandiwaraku tampak meyakinkan.

“Ya ampun johaaannn…!!! Apa-apaan sih kamu!!!!”
“Emm… Jo johan cuma pengen bangunin aja kok… Abisnya Mbak pules banget tidurnya…” kata adikku beralasan.
“Hayooo ngaku aja Jo…! sebenarnya mau ngapain Mbak sih?” aq mencoba untuk membuat Johan berkata jujur walaupun sebenarnya diriku sdh mengetahui apa yg dia lakukan dari tadi.
“Mbak… Johan kangeeen banget…!” hanya kalimat itu yg keluar dari mulut Johan sebelum dia mencumbu bibirku dengan ganas.
“Jangan..hentikan..!! Inget Jo… Emmmhh… Mmbak kan udah nikaah…!” saat aq tersadar bahwa semua ini salah.
“Ayo dong Mbak… Sekali ini ajaaaa… Johan bener-bener udah ga tahan…” adikku memohon dengan tatapan mata yg memelas.
“Ta-tp Jo…” kataku yg hendak beranjak pergi namun tubuhku justru memilih untuk tetap pasrah.
“Rasanya kepala Johan terasa mau pecah gara-gara nafsu ngeliat Mbak tiduran tadi… Sekarang udah kentang nih…!” ujar Johan yg seolah-olah kejadian ini murni karena kesalahanku.

Sesaat kemudian tangan adikku yg kurus sdh meraba-raba bagian dadaku. Dia lalu menaikkan kaosku ke atas hingga lewat kepala dan membuangnya ke sudut ruangan. Dia tersenyum mesum melihat payudaraku yg terpampang bebas dengan putingnya yg sdh menonjol karena terangsang.

“Ja jangan Jo… Nanti… Ennngghhhhh… Ada yg liaaat…” aq masih berusaha melarangnya sambil mendesah karena saat ini Johan mulai menciumi bagian samping leherku.
“Siapa yg mau ngeliat sih Teh? Kan dirumah ga ada siapa-siapa…” tanya adikku tanpa berusaha menghentikan usahanya.

Terus menerus mendapatkan perlakuan seperti itu, akhirnya pertahananku jebol jg. Johan sungguh pintar membangkitkan birahiku karena dia sdh benar-benar paham titik mana yg sensitif untuk merangsangku. menyadari hal tersebut, ciuman Johan terus bergeser kepundakku. Johan menjilatinya hangga aq menggelinjang. Tanpa ingin kehilangan waktu sedtikpun saja mulut Johan mendarat di toket kananku. Tanganya meremas toketku sambil sekali-kali jarinya meilin-milin putingku. Lidahnya kini bermain diatas toket putingku. Pertama-tama lidah johan hanya manyapu bagian puting toket saja, tak lama kemudian mulai bergerak memutari seluruh daerah di sekitarnya, sebelum diakhiri dengan mengulum puting tersebut hingga pipinya terlihat kempot.

“Aaaacchhhhh… Geliiii Jo…!” aq memekik.

Rasa itu di barengi tumpahnya cairan-cairan kenikmatan yg membasahi rongga lubang memekku. Aq sdh kewalahan untuk mengalihkan gairah nafsu yg bertubi-tubi disusupkan oleh Johan.

“Oooohhhhhhh… Johaaaaaannnn…!!” aq semakin mengerang kencang akibat aksinya.

Mulut Johan kini berganti-ganti mengulum kedua toketku. Aq yg sdh sangat terangsang itu mulai mengelus-elus rambut Johan. Padahal sebelumnya aq sdh berjanji pada diriku sendiri tak akan pernah lagi melakukan hal seperti ini dengan laki-laki lain, termasuk dengan adikku Johan, setelah menikah

 Gejolak hatiku memang sedanag berperang di dlm diri ini, namun kenyataanya Johan sdh benar-benar membangkitkan nafsu birahiku.

“Celananya buka yah” bisik johan yg sdh siap melucuti celanaku.
“Jo…!” kataku yg sesungguhnya berniat untuk menolak.

Namun yg terjadi selanjutnya adalah tangan Johandengan perlahan mulai melucuti celana beserta CD ku hinga aq bugil. Setelah itu jari-jari johan kembali mengelus bibir memekku yg sdh terbasahi cairan kenikmatan.

“Emmhhhh…Aahhhhh Johan ga sabaran banget sih!” kataku yg kini tak dapat menolak perlakuan

Mendengar perkataanku tadi membuat johan tersenyum sambil menatap wajahku dengan tatapan liar.

Johan kemudian menelan ludah saat melihat memekku di tengah-tengah selangkanganku.

Walaupun Johan sdh sering melihatnya, tp aq yakin tak akan pernah ada seorang laki-laki yg bosan melihat memekku yg mulus dan sedap di pandang. Apa lagi walau sdh menikah, namum bibir memekku masih tertutup rapat yg tentunya saja membuatnya semakin menggoda.

“Ooouuhhh… Johaaaannnnnn… Nghhhhh…” aq terus merintih dengan nafas tertahan saat dua jari Johan menusuk-nusuk belahan memekku.

Tanpa memberi ampun lagi, Johan mulai membenamkan mukanya di selangkanganku. Dia menghirup kuat-kuat aroma dari memek milikku itu. Jadilah aq semakin menggelinjang-gelinjang tak karuan menerima cumbuannya yg bertubi-tubi pada memekku.

“Eemmpphh… Sluuurpphhh… Sluuurphhh…” Johan melahap nikmat memek yg dulu jadi santapannya hampir setiap hari.

Seperti ular, lidah Johan masuk ke dlm lubang memekku kemudian menari-nari menyapu bagian dlm lubang memeknya, dengan bantuan jari-jarinya, Johan membuka bibir memekku untuk membuat ruang bagi lidahnya. Sentilan ujung lidah Johan membuatku tubuhku mengejang seperti tersengat listrik. Apalagi saat lidah tersebut memainkan kelentit yg membuatku semakin klepek-klepek merasakan gelombang libido hingga menekan kekerongkonganku yg sdh terasa kering

“Ooooohhhhhh…” kedua pahaku merapat seketika menjepit kepala Johan saat merasakan ada benda lunak dan hangat yg mengenai bibir memekku.
“Memek Mbak tambah wangi aja nih…! Abis nikah makin rajin dirawat ya Mbak?” kata adikku di tengah melancarkan aksinya.

Tanpa menunggu jawaban dariku, Johan pun kembali menjilati memekku. Namun kali ini dia lebih banyak menggunakan lidahnya untuk menyentuh bagian kelentitku. Kedua Kombinasi dari ciuman, hisapan dan jilatannya yg liar membuatku mengelinjang-gelinjang menahan rasa nikmat yg luar biasa.

“Emmpphhhh… Ooooohhhhhhh…!!” aq hanya bisa mendesah kencang karena terangsang.
“Ooooohhhhhhh… Emmppphhhh… Emmppphhhh…” lirihku yg sdh mulai menyerah pada serangan lidah Amar di bawah sana.

Tak terbayangkan olehku apa jadinya bila saat itu saumiku menyaksikan istrinya dlm keadaan bugil, sedang menikmati jilatan pada memeknya oleh laki-laki yg tdk lain adik kandung istrinya sendiri! Namun perasaan itu malah membuat birahiku semakin liar merasakan rasa nikmat sekaligus sensasi sex sedarah yg sungguh luar biasa.

Jilatan-jilatan Johan semakin menjadi-jadi, lidahnya menjilat hingga masuk ke lubang memekku. Memang aq lama tdk berhubungan sex denganya, sehingga ada perasaan yg kuat untuk dapat merasakan kembali.

“Ouuucchhhhh… Johaaaannnnnn…!!” desahku sambil menggigit pelan bibir bagian bawah.

Memekku tak ubahnya seperti makanan yg sangat lezat bagi Johan yg ingin dia nikmati habis. Memekku pun sdh basah kuyup oleh air liurnya yg bercampur dengan cairan kenikmatan memekku.

“Ooouuucchhhh…” tiba-tiba aq merasakan tubuhku mengejang hebat seketika.

Ternyata saat itu Johan sedang memainkan kelentitku dengan lidahnya sekaligus memainkan jari-jarinya pada lubang memekku. Hanya rasa nikmat luar biasa yg kurasakan saat itu. Dari mulutku terus keluar erangan-erangan lepas dengan suara yg begitu menggairahkan bagi yg mendengarnya. Adikku Johan semakin liar setelah melalap lelehan lendir kenikamattan yg keluar dari lubang memekku.

Melihatku yg lebih terangsang pada saat tersentuh bagian kelentitku, Johan terus melancarkan serangan-serangan lidahnya pada benda kecil itu.

“Ooooohhhh… ssshhhh… Joooooooo…!! uuuucccccchhhhhh…” aq terus mendesah sejadi-jadinya ketika dilanda rasa nikmat yg luar biasa.

Tubuhku semakin mengejang dan kedua kakiku menjadi kaku serta pahaku semakin rapat menjepit kepala Johan. Secara spontan aq menekan kepala Johan ke memekku dengan kedua tangan, seperti ingin membekapnya

“Nikmat yah dijilatin Johan Mbak?” goda Johan di sela-sela aktivitasnya.

“Iiyyaaaaahhh… Jooo…. nniikkmmmaaaatttthhh… Ooouuuhhhhhhh…” kataku dengan terbata-bata akibat dirangsang sedemikian rupa.
“Kalo nikmat buka pahanya yg lebar dong Mbak… Kepala Johan jangan dijepit… Sakit nih…!” canda Johan sambil mencubit gemas pahaku.

Tanpa sempat tersenyum mendengar candaanya, aq langsung membuka lebar kedua pahaku yg tentu saja memberi keleluasaan pada Johan untuk dapat menikmati memekku. Setelah menujukan senyuman kemenangan pada wajahnya, Johan langsung menyerbu kembali memekku dengan gencar. Aq sampai kewalahan menggelinjang-gelinjang hebat. Memekku mulai berdenyut-denyut serta eranganku semakin lepas. Aq sangat yakin kalau wanita manapun akan bereaksi sama sepertiku saat ini karena lidah Johan benar-benar pintar bermain di memekku.

“Jooooo…!! Jooohaaannnn…!!!!” lenguhku sambil memegangi kepala Johan dengan erat.

“Slurpp… Sslluuurrpphhh..” Adikku menyedot dengan sangat kuat seakan tdk ingin melewatkan satu tetes pun cairan kenikmatanku.

“Keluarnya banyak banget sih Mbak? Sampe becek kayak gini… Pasti nikmat banget yah memeknya diisep sama Johan?” komentar adikku sambil terus menyeruput dan menyedot cairan kenikmatanku yg masih tersisa.

“Sslluuurrpphhh… gleeekkkk… Sslluuurrpphhh… Mmmmm… Nikmatnya jus memek buatan Mbak… Hihihi…” komentar Johan yg pada ujung bibirnya masih terlihat lelehan cairan kenikmatanku.
“Jo… Mbaakkk… Nggggh…” hanya kata-kata tersebut yg dapat keluar dari mulutku yg sedang terengah-engah.
“Kenapa Mbak? Nikmat kan? Mau Johan terusin?” goda adikku.

Aq hanya menghela nafas karena tau kalau perbuatan kami sdh tak dapat dihentikan dan akan berlanjut ke tingkat lebih jauh lagi. Lagi pula Johan masih tampak begitu nafsu karena dirinya sama sekali belum terpuaskan. Sesungguhnya aq cukup berat melayani Johan ketika sadar bahwa aq sdh memiliki suami. Namun memekku yg dari tadi dirangsang membuat gairah seksualku ikut terbagkitkan dan tdk memakai akal sehat lagi.

“Sekarang giliran Johan dong Mbak…” pinta adikku yg tanpa menunggu lama segera menurunkan celananya di depan wajahku.

Jantungku berdetak semakin kencang ketika melihat batang k0ntolnya yg sdh tegak mengeras. Saat mataku bertatapan dengan matanya, aq dapat melihat kalau pandangan Johan begitu liar. Sementara aq yg sdh mengerti aka apa yg diinginkan olehnya langsung meraih batang k0ntol yg sdh tegak mengeras itu dengan tangan kananku. Nafasku semakin terengah-engah saat telapak tenganku mengelus batang k0ntol milik Johan yg hangat dan berdnyut seperti mahkluk hidup.

Dengan lembut aq meremas-remas batang k0ntolnya kemudian mengocoknya secara perlahan. Johan melihat tingkah Kakaknya yg sdh mengetahui apa yg dia inginkan.

“Oooouuuccchhhh…!” Johan mengerang saat aq mulai meningkatkan irama kocokan pada batang k0ntolnya.

Aq meremas sekaligus menekan batang k0ntolnya ke arah atas dan bawah lalu mengulang gerakan seperti itu seterusnya. Telapak tangan milikku yg berukuran kecil ini tampak tdk sanggup untuk menggenggam seluruh batang k0ntol tersebut. Gerakan tanganku yg sdh sangat lancar terus mengocok-ngocok batang k0ntol Johan.

“Hmmmm… Nikmaattt…!! Mbak udah kangen ya sama k0ntol Johan ini? Hihihihi…” goda Johan sambil tertawa.
“Iyaahh Jo… Mbak kangen banget sama k0ntol johan…” sahutku pelan.

Dengan tak sabar aq menempelkan bibirku pada ujung k0ntol Johan kemudian menjilatinya dengan lidahku yg sdh terampil. Johan tentu saja terlihat sangat menikmati perlakuanku.

Aroma khas k0ntol Johan semakin kuat tercium oleh hidungku yg kemudian aq hirup dlm-dlm hingga membuatku semakin lupa diri. Tdk ingat atau mungkin tdk ingin menerima kenyataan bahwa kami berdua adalah saudara kandung.

“Sedottt terusss… Yg kuaaaat Mbaakkkkk… Oooohhhhhh…” perintah Johan sambil menarik rambutku.

Tak hiraukan lagi perlakuan kasarnya karena yg tersisa sekarang hanyal mafsu untuk menyepong batang k0ntol milik adikku ini. Aq terus menyepong kuat-kuat hingga Johan mengerang keenakan. batang k0ntol itu terasa semakin berdenyut di dlm mulutku.

Tdk aq hiraukan perlakuan kasarnya tersebut karena yg tersisa sekarang hanyalah nafsu untuk menghisap-hisap batang panjang milik adikku ini. Aq terus menyedot kuat-kuat hingga Amar mengerang keenakan. Benda itu semakin terasa berdenyut di dlm mulutku.

“Emmpphhhh…sluhrrrppp..” aq mencoba menelan seluruh batang k0ntol Johan hingga dia semakin berada di awang-awang.
“Oooohhhhh… Mbak makin lihay aja nih!” puji Johan ketika merasakan sensasi yg ditimbulkan dari sepongan bibirku yg lembut, hangat dan basah.
“Gimana Jo… Sluurphhh… Rasanyaaa? Hmmmm… Sluurphhh…” tanyaku terputus-putus.
“Ouuuuhhhh… Jelaas nikmat Mbaakkkk…! Pagi-pagi beginiiii… Ouuucchhhh… Disepongiiin sama kakak yg cantiiik…!! Ennnggh…” ujarnya dengan kurang ajar namun justru membuatku bertambah semngat.
“Eeemmm… Terus udah nggak pusing lagi kepalaku sekarang? Sluuurrpphhh…” candaku sambil terus menyepong batang k0ntol Johan sehingga membuat wajahnya tersipu.

Terakhir kali aq melakukan oral sex adalah dengan Johan beberapa bulan yg lalu sebelum aq menikah tentunya. Anehnya lagi, suamiku tak pernah aq berikan pelayanan seperti ini walaupun berkali-kali memintanya. Saat ini benar-benar layaknya anak kecil yg disuguhi permen. Aq semakin menikmati batang k0ntol Johan, Mulai dari mencium, menjilat hingga menyepong sambil mengocok-ngocok batang k0ntolnya.

“Mbak…! Mbaakkk…! Udah dulu yah… Johan nggak mau keluar cuma gara-gara disepong sama Mbak doang… Mendingan kita langsung ngentot aja yuk…!” saran Johan yg langsung mencabut keluar batang k0ntolnya dari mulutku.

Seketika memekku terasa ngilu, membayangkan batang k0ntol adikku masuk menyodok-nyodok lubang memekku.

Dengan suara halus aq berkata sambil menatap matanya lekat-lekat

“Tp jangan disemburin di dalem ya Jo…”

Adikku hganya tersenyum lantas menjawab

“Yaaah… Si Mbak gimana sih… Bukannya Mbak pengen banget punya anak?”
“Emang bener sih… Tp….…” suaraku terdengar serak karena tenggorokan ini terasa kering.
“Dari pada Mas Janu belum bisa ngasih anak sampe sekarang… Mendingan sama Johan aja Mbak! Hahaha…” lanjut Johan menyelak kalimatku yg belum selesai.

Mendengar perkataan Johan tadi perasaanku bercampur antara marah sekaligus terangsang memikirkan bagaimana jadinya apabila aq benar-benar hamil dari benih pejuhnya. Walaupun pengalaman ngesex dengan laki-laki lain, termasuk Johan, aq jg tdk yakin kalu rahimku subur. Selama ini mereka hampir selalu mengelurakan pejuhnya di dlm memekku dan aq tdk pernah hamil. Namun dlm hatiku yg paling dlm, aq tak ingin mengecewakan suamiku apabila nanti aq mengandung anak yg bukan darah dagingnya sendiri

Tanpa merasa bersalah, Johan mulai mengatur kedua kakiku seperti huruv “V” di sisi ranjang dengan mulai menggosok-gosokan batang k0ntolnya ke bibir mememku. Kakiku mengayuh naik turun, menujukan bahwa memekku sdh tak sabar lagi ingin di sodok oleh sebuah batang k0ntol. Melihat hal itu tentu saja membuat Johan tertawa licik karena semakin yakin bahwa diriku sdh sangat terangsang

“Kenapa Mbak? Pasti sdh ga sabar ya lubang memeknya pengen disodok sama batang k0ntol Johan… Bilang dulu… Nanti Johan janji bakalan bikin Mbak keenakan deh…! Hehehe…” ledek Johan.
“Emmmhh… Mbak pengen bangeeet disodok Johan…” kataku lirih hingga nyaris tdk terdengar.
“Maksudnya Mbak pengen ngentot? Bilang aja kayak gitu… Ga usah jaim… Hehehehe…” tanya Johan sambil terus melecehkanku.
“Iya deh… Mbak pengen banget ngentot…!! Udah deh… Cepet dooong…!!” kali ini aq merengek tanpa ada perasaan malu lagi.
“Sekarang saatnya Johan ngerasain memek Mbak…” Johan bersiap memasukkan batang k0ntolnya yg sdh sangat tegang mengeras.

Sementara itu aq hanya memperlihatkan raut wajah pasrah ketika batang k0ntol Johan mulai memasuki lubang memekku dengan semakin dlm. Dia terus mejejali batang k0ntol tersebut ke lubang memekku karena ingin menikmati jepitan lubang memekku yg sdh cukup lama tdk dirasakanya.

“Oggghhhhhh…!! Nikmaattttt…!!!” celoteh Johan mengomentari lubang memekku yg menjepit batang k0ntolnya.

Aq menatap wajah sayu Johan yg begitu bernafsu ingin menguasai menyetubuhiku. Kedua menjadi saksi ketika batang k0ntol Johan ditekan ke bawah hingga pahaku terbuka semakin lebar.

“Ouuuuuggghhhh!! Ennnggkh… Masiiiih sempit aja memeknya Mbak …!! Oooohhhhhh…!!!” ujar Johan berteriak puas ketika akhirnya berhasil membenamkan seluruh batang k0ntolnyake dlm lubang memekku.

Seketika lubang memeku penuh oleh batang k0ntolnya yg tanpa jeda terus menyetubuhiku hingga kami benar-benar sempurnya bersetubuh.

Tiba-tiba Johan menghentikan gerakanya. Mungkin dia lelah atau karena sekedar ingin menikmati k0ntolnya yg terbenam di dlm lubang memeku. Kemudian perlahan-lahan, Johan menarik batang k0ntolnya dari jepitan lubang memekku hingga terisa ujung kepala kontolonya saja. Namun tak kuduga, dia menyodokkan dengan keras hingga k0ntolnya kembali tertelan semua di dlm lubang memekku.

“Aaaaagggghhhhh…!!” aq mengerang keras akibat perlakuanya itu.

Berkali-kali Johan melakukan hal tersebut yg membuat memek terasa perih namun nikmat di saat bersamaan.

Akibat gerakan liar itu, aq merasakan kalau sebentar lagi akan mengantarku ke puncak orgasme. Gerakan Johan pun bertambah cepat. Lubang memekku kini sdh sdh sedemikan basah, hingga pada setiap kocokan terdengar gesekkan yg sangat jelas. Aliran libido yg meledak seolah memompa tubuhku dan menekanya ke segala arah. Tentu saja hal tersebut menandakan bahwa aq sangat menikmati persetubuhan ini.

“Oooggghhh…!! oohhh… Joooooo…!!” aq berteriak ketika akhirnya mencapai orgasme.

Beberapa detik lamanya nafasku seperti terhenti merasakan kenikmatan yg luar biasa. Menyadari aq sdh orgasme, Johan sengaja menghentikan kocokkanya ketika merasakan batang penisnya sperti di sembur cairan yg tentu saja itu adalah cairan kenikmatanku.

Setelah cukup lama, Johan mulai menarik keluar batang k0ntolnya dari lubang memekku. Wajah adikku terlihat bangga ketika melihat batang k0ntolnya mengkilat dilumuri lendir memekku.

“Johan sayang Mbak…” kata Johan layaknya laki-laki yg sedang merayu pasangannya.
“Mbak jg Jo…” balasku pelan.
“Ohh… Ooohhh… Oooooohhhhh…” terdengar nafasku tersengal-sengal ketika Johan kembali mengocok lubang memekku.

Tubuhku mulai melemas seiring dengan orgasme yg sdh kurasakan, tp nafsu birahiku bangkit lagi ketika Johan mulai menyetubuhi lagi.

“Oooohhh… Oooogghhhhh…!! Oooohhh… Sa-sakiitt Joooo…!! pelan-pelaaann dong…” hanya kalimat itu yg keluar dari mulutku ketika Johan semakin memperlakukan dengan kasar.

Tetapi aq lebih menikmati perlakuan Johan yg kasar di banding dengan suamiku yg sangat lembut. Johan menggoyang dan menyodok batang k0ntolnya lebih dlm di lubang memekku. kadang dia jg menaikan kecepatan sodokkanya lalu tiba-tiba memperlambatnya. Tentu saja dengan perlakuan seperti itu membuat emosiku naik turun. Walaupun badan ini terasa hancur, tp aq benar-benar merasakan sensasi ex yg sangat luar biasa. Sekitar sepuluh menit kemudian, aq menyadari Johan sebentar lagi akan keluar dia mengerang keras dan terus menambah kecepatan sodokkanya.

“Johaaannnn… Mauuu keluuaaaar Mbaaakkkk…!!” teriaknya seperti yg sdh aq duga.
“Jooooo… Ja-jangaaannn… Ke-keluariiin di dalem yaaah…” pintaku memohon.
“Mbak buka mulutnyaaaa…” ujar Johan yg membuatku lega karena mengerti dengan maksudnya.

Tanpa berkata apa-apa lagi, aq langsung membuka mulutku. Lubang k0ntol Johan akhirnya menyemburkan pejuh. Aq pasrah menerima semburan pejuh yg sangat banyak namun hampir dapat kutelan semua. Cairan yg menetes di pinggiran mulutku bahkan aq bersihkan hingga tdk tersisa sama sekali. Apalagi rasanya tdk berubah dan masih tetap nikmat seperti dulu. Johan hanya tersenyum melihat aq terus menjilat seolah tdk memberi kesempatan batang kontolnya untuk beristirahat.

Setelah itu johan langsung lunglai di atas tubuhku. Dia kemudian memelukku dan mencium keningku. Sungguh romantis Johan adikku ini, bahkan suamiku sendiri tak pernah melakukan setelah kami selesai bersetubuh.

“Nikmat banget Mbak…” bisiknya di kupingku hingga hampir tak terdengar.

Johan kemudian merebahkan tubuhnya di sampingku, sebelum akhirnya mulai tertidur lelap. Terrdengar suara dengkuranya yg keras hingga membuatku tertawa tertahan. Karena aq tdk merasa mengantuk walaupun lelah, aq lalu menatap kosong langit-langit kamar tidurku ini. Pikiranku melayang-layang mengingat kejadian yg aq dan Johan sering lakukan sebelum ini. Semua petualangan sex mulai dari pertama kali semua hal ini berawal, yaitu di kamar mandi, kamar kami masing-masing, di parkiran mobil di sebuah mall dan masih banyak lagi. Kejadian yg tak sepantasnya kami lakukan. Namun apabila nafsu sdh menguasai, perbuatan tersebut tdklah pandang bulu karena yg diburu hanyalah kepuasan birahi belaka. Kami berdua memang sudak tak dapat memutar waktu untuk merubah semuanya.

Hanya dengan membayangkan kejadian-kejadian tadi sdh membuat memekku basah kembali. Masih sangat terasa elusan-elusan tangan Johan yg merayapi pahaku dan jg denyutan-denyutan kenikmatan pada memekku. Saat ini jari-jariku mulai menggesek-gesek kelentitku yg rasanya kian membengkak. Tangan yg satunya lagi meremas-remas toketku serta perlahan-lahan memilin puting susuku dengan lembut.

Kurasakan butir-butir keringat telah mengumpul di tubuhku, karena selain hawa yg panas, aq jg sdh terbakar birahi. Aq membalikkan badan hingga tidur menyamping membelakangi Johan agar tdk mengganggunya.

“Emmpphhhhh… ssshhhhhh…” ketika menggesek-gesek kelentitku tdk terasa aq mulai mendesah-desah merasakan nikmatnya masturbasi ini.

Ada terasa mengelitik saat jari-jariku memilin lembut puting susuku yg semakin meruncing. Sambil melakukan gerakan ini, aq mencoba membayangkan Johan meraba lekuk-lekuk tubuhku, kemudian bibirnya menjilat mengulum toketku dan dengan tnpa ampun dia menyodokkan btang k0ntolnya yg tegak mengeras kedalam lubang memekku.

“Joooo… Joohaaannnn…! Uuuuuucchhhh… Johaaannnnn…!” aq menyebut nama adikku berulang kali saat merasakan kenikmatan yg luar biasa.

“Aaaahhhhhh…” aq tersentak kaget ketika sebuah tangan memegang bahuku dan tentu saja membuat diriku keluar dari kenikmatan sebuah dunia halusinasi.
“Mbak manggil Johan ?” tanya adikku yg rupanya sdh terbangun.

Johan sepertinya tak sadar bahwa dia telah menjadi bahan imajinasiku. Karena tak tahan lagi akhirnya aq langsung mencium bibirnya dengan penuh nafsu. Tubuhku seperti menggigil saat ciuman kami semakin liar. Bibir johan kini mulai merambat turun kelherku. Dengan kasar lidahnya menjilat leherku dengan kuat. Kedua tanganku melingkar memeluk batang leher Johan sambil terus merintih lirih. Tampaknya Johan terangsang mendengar suara rintihanku karena terbukti sekarang Johan semakin liar menjilati leherku.

“Oooohhhh” permainan Johan membuat tubuhku ini melonjak sepeti tersengat listrik.

Mataku dan matanya bertatapan yg berbinar-binar liar, aq terlena dlm rasa nikmat hingga tak menyadari saat tanganya sdh di selangkanganku.

“Oooooooohhhhhh…!!” aq semakin terangsang saat Johan jg meremas-remas gundukan toketku.

Benar-benar nikmat saat Johan mengelus-elus kulit toketku yg halus hingga sulit untuk di ungkapkan dengan kata-kata.

“Hmm… Sekarang kok Mbak yg nafsu sih?” tanya Johan.

Aq hanya diam, aq terus menikmati remasan-remasan kuat tanganya. Agar lebih nyaman aq memperbaiki posisi dengan mengangkangkan kedua kakiku. Tangan kiri Johan mengelus selangkanganku sedangakan tangan kanannya terus memainkan toketku. Aq menggigit bibir bawahku untuk menahan suara desahan dari bibirku

“Eeemmmmhh…ooohhhhh…Johan!!” aq agak terkejut ketika ke empat jarinya mulai menggesek dan menekan-nekan permukan memekku

Gairahku semakin sulit untuk di kendalikan dan nafasku terasa semakin berat saat nikmat itu semakin menjadi-jadi. Melihat wajah mesum Johan justru membuatku terangsang berat.

“Eeeemmmffhhhh… Jooooo…!! Aaaaahhhhhhh…!!” sambil terus mendesah aq memegang tangannya lalu mengarahkan ke bagian kelentitku.

Tubuhku terasa lemas saat jari-jari johan sdh berada di bagian paling sensitif dari memekku. Aq semakin mengerang nikmat saat tangan Johan terus menggesek bagian intimku. Sdh tentu aq sangat menikmati gesekan-gesekkan Johan di tempat tersebut.

“Oooohhhhhh… Ssssshh… Aaahhhh… Aaahhhh…!” aq tdk menyadari sejak kapan cairan kenikmatanku mulai meleleh melalui rekahan memekku yg masih rapat.

Aq semakin sering menggelinjang-gelinjang keenakan saat tangan Johan menjepit dan memilin-milin putingku, sementara jari-jari terlatihnya terus-menerus mengelus serta menggesek-gesek di belahan bibir memekku.

“Joooooo…!! eemmpphhhh… Jooooo…!!” aq menengang dengan nafas tertahan saat merasakan memekku berdenyut-denyut dengan kuat.
“Oooggghhhhh… Mbak keluaaaaaaar…!!! Johhaaaannnnnn…!!!!” aq berteriak-teriak seperti orang gila ketika mencapai orgasme.

Semburan-semburan cairan kenikmatan itu membuat tubuhku menggigil dengan hebat. Remasan-remasan tangan Johan membuatku semakin terhanyut menikmati klimaksku. Mataku terpejam meresapi sisa-sisa orgasme yg baru saja kualami.

“Mbak… Johan pengen ngesex lagi nih… Tp sekarang pake gaya nungging yuk…!!” ajak Johan

Aq terdiam saat dia membalikkan tubuhku yg masih lemas. Kedua tangan Johan dengan kuat menarik pinggulku hingga bersentuhan dengan batang k0ntolnya.

“Siap-siap ya Mbak…!” ujar Johan memperingatkanku.
“hhggggg… Nnngghhh…” berkali-kali tubuhku terdesak kuat saat Johat berusaha meyodokkan kepala k0ntlnya.

Kepala k0ntol Johan terus bergesekkan dengan bibir memekku yg masih basah dan licin sebelum akhirnya menekan kuat-kuat hingga mulai masuk sepenuhnya. Dapat aq rasakan denyut-denyut kemaluan kami yg sdh menyatu. Batang k0ntol itu terus bergerak dengan sentakan-sentakan yg kuat dan semakin dlm hingga selangkangan kami saling mendesak. Berulang kali tubuhku menegang nikmat saat Johan mulai mengocok. Kocok-kocokkan kasarnya dipadu dengan goyangan ke kanan dan kiri

Tubuhku bergetar hebat menahan rasa nikmat saat batang kont0l yg panjang tersebut memasuki lubang memekku. Aq membenamkan kepalaku ke bantal untuk meredam suara erangan teriakan yg keluar dari mulutku.

“Pelan-pelaaaan Joooooo…” ketika batang k0ntol tersebut semakin dlm memasuki lubang memekku.

Ketika sdh cukup lama pada posisi menungging, akhirnya tenagaku habis. Buah bokongku merosot turun serta toketku mendarat di atas ranjang. Aq terkapar tanpa daya dibawah tindihan tubuh Johan ketika tangannya mengelus-ngelus punggungku.

“Eeeemmhhhh… Sssssshhhhh…” aq meringis menahan rasa nikmat saat batang k0ntol itu mulai mengocok lubang memekku.

Tubuhku terasa lemah tak bertenaga. Sodokkan demi sodokkan batang k0ntol Johan seolah menguras habis tenagaku. Suara helaan nafas kami dan suara k0ntolnya yg beradu dengan selangkanganku saling bersahutan memenuhi ruangan kamar ini. Aq harus menikmati setiap sodokkan-sodokkan batang k0ntol Johan. Ketika tenagaku sdh lumayan pulih. Bokongku mulai naik ke atas hingga posisiku kembali menungging di atas kedua kaki dan tanganku.

“Naaahhh… gitu dong! Mbak benar-benar hebaaattt!” kata Johan memuji.

“Oooohhhh… Oooohhhh… Oooooooohhhh…” aq mendesah dan merintih lirih merasakan lingkaran otot yg seperti tertarik keluar saat Johan menarik kontolnya lalu membenamkan seluruh batangnya sekaligus.

“Gilaaakkk memeknyaaa Mbaakkkk…!! Sumpaaaah… Nikkkmmaaatttt bangeeeet…!!! Ooooooggghhhhhh…!!”geram adikku.

“Joooooo… Aaaaahhhhh…!!” aq semakin sulit mengendalikan luapan nafsuku saat kedua tangan Johan menggapai toketku dan melakukan remasan-remasan lembut.

“Aaaaahhhhh…!! ooohhhhhhh…!! Mbaaaakkkkkk…!!!!!” teriak Johan yg rupanya hendak mencapai puncak.

“Ooooggghhhh… Ooooggghhhh… Keluaaariiin di daleeeem ajaaa Joooo…!! Ooooggghhhh…” kataku sambil mendesah seksi.

Dengan tanpa ampun k0ntolnya yg terus menyeruak berdnyut-denyut. Johan kelojotan ketika merai puncak kenikmatan. Semprotan demi semprotan terus memenuhi rahimku. Kami berdua sama-sama mnggeram setiap kali Johan menyemburkan pejuh. Aq terus bergidik merasakan nikmatnya pejuh keluar di dlm memekku hingga tetes terakhir.

“Aaaagghhhh… nikmaattnyaaa memek… Heeeh… Mbaaakkkkk… Eeenggh…” celoteh Johan sebelum akhirnya merebahkan diri.

Saat ini kami berdua benar-benar kelelahan. Aq membaringkan keplaku di dadanya. Ad rasa nyaman yg kurasakan saat kedua tanagnya memeluk tubuhku dan mengusap keringat yg berkucuran di tubuhku.

Ketika menyadari kalau saat ini sdh siang, kami berdua bergegas memakai pakaian, kemudian turun dari tempat tidur dan menuju ke ruang tamu karena takut jika mertuaku tiba-tiba pulang. Sekitar 10 menit kemudian Johan adikku berpamitan pulang. Setelah menutup pintu depan, aq kembali ke kamar merayap naik ke atas ranjang dan berusaha menenangkan diri sambil berusaha mengusir sisa-sisa kenikmatan yg di berikan Johan tadi.

Perasaan bersalah saat melihat wajah suamiku yg tak pernah tau hal ini membuatku mengutuk diriku sendiri. Mungkin nantinya aq tak akan mengulangi lagi dan berusaha menghindari Johan saat aq sedang main ke rumah orang tua kami di daerah cibubur atau ketika ada acara keluarga besar, karena apabila ini terus terjadi maka cepat atau lambat suamiku pasti akan mengethuinya

Teman Lesbi Ku








Serbubet Ajeng..!!” tegur seseorang
“O.. Owhh” aku sangat kaget, rupanya Riska teman sekelasku.

Riska cewek cakep di kelasku, dia orangnya seksi, dengan ukuran toketnya yg hampir sama punyaku. hanya saja Riska lebih gemuk dariku. Aku 163/45, sedangkan Riska 162/47. Riska adalah salah satu cewek di sekolahan ini yg sering aku jadikan obyek fantasi masturbasiku. Dan aku rasa Riska ada perhatian denganku, apakah Riska seorang lesbian? Entahlah.. Tp aku tebak, Riska sudah tak perawan lagi.

“Kenapa kamu Jeng?” tanya Riska kemudian.
“Nggak apa-apa kok Ris..” sambil duduk di kursiku..

Riska kemudian duduk disampingku. Rupanya aku lupa mengancing rompiku, dan kurasa Riska melihat aku nggak pakai BH waktu itu

“Kamu nggak pakai BH ya” tanyanya tiba..

Kontan aku sangat terkejut, kok Riska tau…

“Emm…anuu..emmm..ahh gimana ya..emmm” bingung mau jawabnya

Tp Riska kayaknya mengerti dengan apa yg terjadi dengan diriku.

“sama siapa kamu barusan? terus cd mu kemana? tangan kamu kok ada bekas ikatan

Karena aku bingung mau jawab apa, Riska akhirnya tersenyum.

“Nyantai aja lagi, aku tau kok, nggak usah khawatir” bisik Riska sambil tersenyum, kemudian Riska mencium keningku, lalu dia keluar kelas menuju kantin. Aku terkejut jg dengan apa yg dia lakukan padaku barusan. Riska menciumku? Apa maksudnya nich? Tp aku sudah merasa tenang dan sedikit senang karena Riska ada perhatian denganku.

Tepat jam 10 lebih 15 menit guru bahasa inggris masuk ke kelasku, guru ini terkenal killer, makanya begitu tau gurunya datang, anak-anak langsung berlarian masuk ke kelas.

“Jeng, aku duduk sama kamu ya..” Riska tiba-tiba duduk di sampingku
“Ha…Owhh…oke..silahkan Ris..”

Kebetulan waktu itu memang aku duduk sendiri, karena jumlah murid di kelasku ganjil, maka aku nggak dapat teman sebangku sendiri. Kasia ya gue? Selama pelajaran berjalan Riska mengamatiku, aku jadi salting dibikinya, makanya aku pura-pura tidur aja.

Aku memang duduk sendiri, karena jumlah murid di kelasku ganjil, maka aku nggak dapet teman sebangku sendiri. Kasian ya gue? Selama pelajaran berlangsung Riska mengamati aku, aku jadi salah tingkah dibuatnya, makanya aku pura-pura tidur saja.

“Ajeng, are you oke” tanya guruku.
“She’s sick sir, I’ll take Vita to UKS..” Riska langsung jawab pertanyaan guruku.

“Vita, are you ok?” Tanya guru English-ku.
“She’s sick sir, I’ll take Vita to UKS..” – cerita lesbi 2017 – Riska langsung menjawab pertanyaan guruku.
“Owh..oke, please Riska..” Guruku mengijinkanya.
“Ayo Ris, kita ke UKS” ajak Riska sambil menggandeng tanganku.
“Apa-apaan nich” kataku dalam hati.
“Apa-apaan nich?” batinku dalam hati.

Riska menggandengku menuju ke ruang UKS, padahal aku nggak kenapa-kenapa. Selama perjalan Riska menggandengku dengan mesra. sambil memepetkan tubuhnya ke tubuhku. Aku hanya diam dan menuruti apa maunya.

Akhirnya kami berdua sampai di UKS, ruang UKS ini terdiri dari beberapa kamar yg tertutup, sehingga orang tdk akan mengetahui apa yg terjadi di dalam ruang UKS ini. Riska membawaku ke kamar yg paling ujung. Didalam kamar UKS itu terdiri dari tiga tempat tidur. Tiba-tiba Riska menutup pintu dan menguncinya.

“Riska, maksut kamu apa s…” belum selesai ngomong tiba-tiba Riska cium bibirku dengan lembut. Sambil tanganya merayapi tubuhku. Mau nggak mau aku terangsang jg, tp aku tetap berusaha untuk mengendalikan diri.
“Kamu cantik banget Jeng, aku suka kamu” bisiknya padaku

Rupanya Riska ada rasa denganku. Aku sungguh terkejut, soalnya setahuku Riska jg punya pacar. Tp apakah Riska sepertiku jg? Aku jg sering berfantasi sex denganya, dan sekarang aku malah sudah berhadapan denganya.

Aku tersenyum saat dia akan mencium bibirku, aku balas ciumanya, akhirnya kita berdua berciuman dengan liar, sampai akhirnya Riska merebahkanku ketempat tidur. Riska menindihku toket kami saling bertemu. Kemudian Riska menciumku lagi, aku merasakan tubuhnya menggesek-gesekk tubuhku, cukup membuatku terangsang saat ini, meqiku mulai basah oleh lendir kenikmatanku, aku lebih gampang terangsang bila dengan cewek. Akupeluk erat tubuh Riska dan mencoba untuk membuka kancing rok Riska. Sedangkan Riska masih menyiumiku sambil mengusap rambutku, rupanya Riska sudah menantikan saat ini, ini dilihat dari gairah nafsunya yg sangat tinggi.

Riska kemudian melucuti rok nya yg sudah longgar, rupanya Riska sudah tak pakai CD, kemudian aku melepaskan pelukkanku. Dengan posisi Riska masih diatasku, Riska melepas satu persatu kancing seragamku. Akhirnya kancing seragamku terlepas semua dan toketku menyembul keluar. Riska kemudian melucuti rok ku, dan celana olahragaku, akhirnya aku bugil, dan benar meqiku sudah basah oleh lendir kenikmatanku.

Riska kemudian melepas seragamnya dan BH nya, sehingga jadilah kami berdua bugil. Riska kembali menindihku sehingga toket kami saling bertemu tanpa halangan apapun. Karena toket kami sama-sama sudah menegang, maka Riska agak kesulitan untuk menciumku, tp akhirnya bisa jg. Riska menggesek-gesekkan meqinya ke meqiku, sehingga aku merasakan kenikmatan, Riska pun begitu.

Aku hanya terdiam dan menikmati permainan Riska. Riska kemudian menyium leherku, dan toketku. Dia mengulum puting toketku dengan halus, kadang jg Riska menggigit pelan. Aku merasakan kenikmatan yg tiada tara waktu itu. Kedua toketku di cium dan dijilatinya secara rata dan di pilin-pilinnya putingku hingga mengeras.

“Occhhh..och..och” aku mendesah keenakan

Kemudian Riska turun lagi, dia menyiumi perutku, menjilati pusarku, dan kemudian Riska menjilati meqiku. Riska memasukkan jarinya ke dalam lubang meqiku dan mencari klit ku, setelah itu dia menjilati klitku. Aku merasakan sensasi yg sangat luar biasa saat lidahnya menyentuh klit ku, aku serasa terbang ke langit ke tuju

“Occhh.. iya.. benar disitu.. ochhhh” aku mendesah saat Riska menggigit pelan klitku

Kisah mesum lesbi, Tak lama kemudian aku orgame, aku merasakan orgasme kali ini sungguh sungguh spesial, karena aku orgasme karena cewek

Riska kemudian bangun dan mengambil alat thermometer yg ada di meja ruang UKS, Riska memasukkan thermometer itu ke dalam lubang meqiku.

“Apa yg kamu lakuin Ris..?” protesku

Riska hanya tersenyum saja sembari tetap menusukkan alat itu ke dalam lubang meqiku.

“310 Celcius..” gumamnya saat Riska melihat penunjuk di thermometer, rupanya Riska memasukkan thermometer ke dalam lubang meqiku hanya untuk mengukur suhunya, sial batinku.

Kemudian Riska berjalan ke arah lemari UKS dan membukanya, rupanya Riska sudah merencanakan hal ini, buktinya di dalam lemari uks itu, Riska mengambil beberapa alat yg penah kulihat di film-film xxx. Seperti penis buatan (dildo), vibrator hingga sabuk penis. Lalu Riska memakai sabuk penis hingga dia mirip seorang laki-laki yg berpenis besar dan panjang, namun jg berdada besar.

Riska mendekatiku yg masih terbaring di tempat tidur, Riska kemudian menusukkan penis itu ke dalam lubang meqiku, kemudian mulai mengocoknya, aku yg baru saja orgasme, langsung bangkit lagi gairahku, segera saja kuimbangi kocokanya. Sudah lama aku tdk merasakan seperti ini lagi sejak aku putus dengan pacarku.

Aku kadang meremas-remas toket Riska, nampaknya dia suka ketika aku meilin-milin putingnya, Riska semakin bersemnagat mengocoknya setiap aku sentuh toketnya. Sesekali aku mengelus pantatnya, kemudian aku menusukkan jariku ke dalam lubang pantatnya, Riska sepertinya jg merasakan hal yg sama denganku, karena kulihat dari raut mukanya yg menampakkan kenikmatan. Tak lama kemudian, karena kocokkan penis yg konstan, akhirnya aku mencapai klimaks. Saat aku klimaks Riska terus mengocok meqiku, nampaknya Riska tdk tau aku sudah klimaks

“Duuuhhh…ochh..sudahhh…aku keluaaarrrrr” rintihku ketika Riska masih tetap mengocok meqiku. Namun Riska bukannya berhenti malah mengeluarkan penisnya dan kemudian memasukkan dala lubang pantatku. Perih sekali rasanya saat itu.
“Duuuhhh.. jangannn laaannn.. please periiihhhh” aku setengah berteriak.

Namun nampaknya Riska tak memperdulikanya, Riska terus saja mengocoknya. Beberapa saat kemudian karena lubang pantatku sudah kering tdk licin lagi, Riska kembali mengeluarkan penisnya dan memasukkan penisnya ke dalam lubang meqiku lagi. Gilaakkk..Akhirnya aku klimaks lagi. Riska kemudian mengeluarkan penisnya dari lubang meqiku, Lalu bangun dan melepaskan sabuk penisnya. Sementara aku masih terbaring lemas.

“Jeng.. kamu harus jg mencobanya” katanya sambil memberikan sabuk penisnya padaku.

Aku mengmabilnya dan memasangnya sabuk penis itu, cara pakainya rupanya seperti memakai sabuk para wall climber. Aku senyum sendiri ketika melihat sabuk penis itu sudah terpakai, rasanya aneh, karena sekarang aku serasa punya sesuatu yg baru di tubuhku. Aku melihat Riska sudah tidur terlentang sambil mengangkangkan kakinya, hingga lubang meqinya nampak jelas.

“Ayo jeng masukkan ke meqiku” pintanya halus

Akupun segera mendekatinya dan mencoba memasukkan penisku ke dalam lubang meqi Riska. Agak kikuk, karena biasanya aku yg di masukki, kini aku yg memasukki. Aku pegang penis itu, dan perlahan aku menempelkan di bibir meqinya, kemudian dengan dibantu tanganku, penisku ku tekan masuk ke dalam lubang meqi Riska, susah jg pantesan tadi Fajar susah. Akhirnya dengan mata kepalaku sendiri aku melihat penisku masuk ke dalam lubang meqi Riska sedikit demi sedikit. Aku sempat melihat Riska, dia membuka mulutnya sambil mengerang setiap aku menekan masuk penisku masuk ke meqinya.

“Acchhh… Yahhhhh… oocchhhh” desah Riska setengah berbisik

Aku terus menekan penisku, namun rupanya penis itu terlalu panjang, karena belum masuk penuh, aku merasakan ujung penisnya sudah mentok rahim Riska. Kemudian pelan-pelan aku menggoyangkan pinggulku, sementara Riska jg melakukan yg sama. Jadilah aku seperti laki-laki sekarang, sementara itu Riska masih tetap mendesah dan sesekali meraba-raba toketku dan memegangi pinggulku. Cukup lama kami saling menggoyang hingga akhirnya Riska mencapai klimaks, aku sendiri tak tau karena aku tdk merasakan apa-apa ketika ngentot Riska tadi, namun aku tetap terangsang, karena menatap wajah Riska yg cantik. Pada saat Riska mencapai klimaks, penisku kutarik keluar dari lubang meqinya dan kuarahkan ke mulut Riska

Aku duduk di dada Riska, dan aku arahkan penisku yg terlumuri lendir kenikmatan kami ke mulutnya. Riska rupanya tau dengan maksudku dan segera mengulum dan menghisap hingga bersih. Setelah itu aku bangkit dan melepaskan sabuk penis itu. Aku menggantinya dengan vibrator. Aku setel vibrator itu dengan speed medium, kemudian sebagian aku masukkan di lubang meqiku, sementara ujung yg satunya aku masukkan ke lubang meqi Riska. Aku berbaring di samping Riska sambil memeluknya.

Aku dan Riska saling berpelukan, berciuman, sementara kami berdua terus mendesah dan mengerang karena sensasi yg ditimbulkan vibrator di dalam lubang meqi kami. Tak lama kemudian kami mencapai klimaks bersamaan, dan lendir kenikmatan kami berdua membasahi vibrator dan sprei. Selang beberapa saat aku bangun, kemudian mulai menjilati meqi Riska, meqi Riska cukup rapet, dengan klit yg cukup besar sehingga mudah untuk kujilati dan kugigit pelan. Riska mengerang ketika kugigit klitnya

Oocchhh… yaaah teruuussss” Riska mengerang setengah menjerit.

Aku sangat khawatir kalau sampai ada orang yg mendengarnya, maka aku putar tubuhku, hingga sekarang kami pada posisi 69. Aku di atas, sedangkan Riska di bawah. Kami saling menjilat, menggigit klit, dan menusukkan jari ke dalam lubang meqi. Entah beberapa lama hingga kami menacapai klimaks yg bersamaan.

Hingga akhinya, kami berdua tertidur sambil berpelukan dengan kondisi bugil.

Singkatnya setelah kami terbangun dan merapikan semuanya kami berdua melangkah keluar dari ruang uks dan pulang menuju rumah. Hari yg sangat melelahkan dan tak akan pernah terlupakan.

Anak SMP Keenakan Di Genjot







Serbubet Cerita ini ketika aku masih duduk di bangku sekolah kelas tiga SMP dan sekarang sudah hampir masuk di bangku kuliah, tinggal nunggu pengumuman saja. Namaku Ajeng umurku 15 thn. Tp entah kenapa postur tubuhku berbeda dengan teman-teman seumuranku. Dengan tinggi badan 163cm dan berat badan 45kg, aku tergabung di tim basket sekolahku yg sering tampil di kejuaraan-kejuraan antar sekolah. rambutku hitam panjang sebahu, kulitku putih mulus, dan berdada montok 34B.

Aku mengenal yg namanya sex sejak aku duduk dibangku kelas dua SMP, waktu itu aku masih pacaran dengan seorang mahasiswa. Sejak saat itu gairah sex ku mulai meningkat. Hampir setiap hari kami ngesex. Namun sejak aku putus dengan pacarku, aku kehilangan orang yg dapat memenuhui kebutuhan sex ku. Sebagai gantinya aku sering melakukan masturbasi bila aku sedang horny.

Aku terbiasa tidur dalam keadaan bugil, hanya dilapisi selimut agar nggak kedinginan. Kalu sudah begitu aku pasti akan berfantasi sedang ngesex dengan seorang teman teman-teman sekolahku. Fantasiku tdk hanya teman laki-laki, tetp jg wanita-wanita yg cukup cantik dan seksi. Mungkinkah aku hiperseks?

Dibalik selimutku, aku sering menusukkan jari-jariku kedalam lubang meqiku, kemudian memainkan itilku hingga aku mancapai klimaks. Tak jarang aku memasukkan sikat gigi ke dalam lubang meqiku, kemudian jari-jariku memilin-milin putingku yg aku lakukan dengan tempo yg lambat.

Aku membayangkan saat itu sedang di entot oleh teman sekolahku, hingga akhirnya aku mencapai klimaks. Kemudian sikat gigi yg basah oleh cairan kenikmatanku aku oles-oleskan ke sekitar puting toketku yg sudah mengeras. Itu semua kulakukan berulang kali hingga tubuhku terasa lelah. Kedua orang tuaku tak pernah tau hal itu, karena merka sangat sibuk dengan kerjaanya, lagipula kamarku cukup mendukung. Bahkan ketika aku ngesex dengan pacarku dulu, tempatnya jg di kamarku.

Pagi itu aku bangun dalam keadaan bugil, dan sikat gigi masih mencancap di lubang meqi dan cairan kenikmatanku tampak masih meleleh keluar, puting toketku terasa lengket, cukup banyak aku orgasme tadi malam. Aku tersenyum sendiri melihat diriku di cermin, kemudian aku bangkit dan membiarkan sikat gigit itu masih menancap di lubang meqiku. Aku masuk ke kamar mandi yg kebetulan berada di dalam kamarku. Kemudian aku siram tubuhku dengan shower, terutama bagian toket dan meqi. Ketika aku mencabut sikat gigi itu dari dalam lubang meqiku, tiba-tiba aku mulai terangsang lagi, segera aku semprot lubang meqiku dengan shower sambil tanganku meremas-remas toketku dengan sabun, cukup lama aku hingga aku mencapai klimaks. Setelah itu aku mandi seperti biasa.

Hari ini di sekolahku ada pelajaran olahraga. Aku sangat menyukai pelajaran itu, selain aku mahir olahraga, pasti aku akan jadi pusat perhatian cowok-cowok.

Jam pelajaran olah raga telah seleseai kami cewek cewek segera ganti pakaian. Kami segera menuju ke loker ganti. Duuuhhhh… penuh banget… terpaksa aku ganti di toilet. Segera aku berlari menuju toilet, meskipun toilet tp cukup bersih. Aku lihat toilet kosong, aku maklum karena kelas lain masih pelajaran, lagipula letak toilet ini lumayan jauh dari kelas-kelas. Segera saja aku masuk, ketika mau aku kunci ternyata kuncinya rusak. ” ya udah deh nggak usah di kucni, lagian sepi jg” kataku dalam hati.

Aku mulai melepas seragam olaharagaku, lumayan susah membuka bagian atasnya “bajunya yg kekecilan atau dadaku yg kebesaran ya?” gumamku..

Akirnya aku berhasil jg melepasnya, tetp bh ku menjadi acak-acakkan, puting toketku menyembul keluar. “biarkan aja dulu ah” pikirku, lalu aku melepas celana olah raga ku. Aku melihat cd ku basah oleh cairan kenikmatanku. “loh.. kok aku keluar yaa… padahal aku nggak ngapa-ngapain.. pantesan puting toketku keras banget” gumamku .

Segera aku mengambil tissu di toilet kemudian dengan pelan aku membersihkan meqiku. Tiba-tiba aku didekap dari belakang, kontan aja akau terkejut.

“Heeiiiii…Apa-apaan nich…!!” jeritku sambil membalikan badan

Tiba-tiba mulutku di sumpal dengan tangan dan aku melihat Fajar

“Fajaarrr!!” teriakku..

Karena mulutku di sumpal dengan tanganya, suaraku bagaikan tak keluar.Fajar adalah cowok tajir yg naksir aku, rupanya dia ngikuti aku dari tadi. Fajar kemudian membawaku ke toilet sebelah, kami berdua masuk dan Fajar menutup dan mengunci pintu toiletnya, rupanya pinti yg ini bisa di kunci, Siaalll!! rutukku dalam hati.. Tiba-tiba Fajar mengeluarkan sebilah pisau dari kantong celananya dan menempelkan di leherku.

“Diem loe terus ikutin perintahku” bentaknya sambil memepetku ke tembok

Fajar mengeluarkan tali kemudian mengikat kedua tanganku, aku hanya diam, takut sama pisaunya. Fajar melepas sepatu dan kaus kakiku dan melelempar ke toilet sebelah. Tanganku di ikat ke engsel pintu bagian atas hingga kahirnya tanganku tergantung ke atas, dengan posisi itu Fajar bisa bebas melihat tubuhku yg setengah bugil.
“Tubuh loe bener-bener indah… toket loe bikin gue horny” bisiknya di telingaku sambil memegang toketku

Lalu Fajar dengan pisaunya memutus tali bh ku dan tali celana dalamku. Dengan sekali tarik, aku sudah bugil di depan Fajar. Fajar melempar pisau keluar toilet dan segera mendakat, langsung memegang toketku dan meremasnya

“Auuww..duuhhhhh.. jangan keras-keras donk..sakit tauuk” rintihku pada Fajar, rupanya Fajar belum pernah ngesex sebelumnya, masih perjaka rupanya dia, diam-diam aku tersenyum.
“Eh maaf.. Sakit baget ya..” dia minta maaf, bodoh banget ya?

Llu Fajar melepas semua pakainya, sehingga dalam beberapa detik dia suda bugil. Aku melihat batang penisnya sudah tegang mengeras dan berdenyut-denyut. Fajar mendekat dan mengelus toketku sambil memilin-milin puting toketku yg sudah mengeras sejak tadi.

Tiba-tiba Fajar menempelkan batang penisnya ke bibir meqiku, dan menekanya ke dalam. Karena belum berpengalaman maka Fajar selalu meleset menusukkan batang penisnya ke dalam lubang meqiku. Karena kasihan denganya aku buka lebar kakiku ketika Fajar mencoba untuk yg ke 5 kalinya. Batang penis melesak ke dalam lubang meqiku, dan aku lihat Fajar merasa surprise banget, dan Fajar membuka mulutnya sambil mendesis.

“Ochh.. Ochh.. Ochh..” desah Fajar setiap menyodok batang penisnya ke dalam lubang meqiku.

Aku hanya diam saja. Batang penis Fajar sudah masuk semuanya dan dia mulai mengocok keluar masuk batang penisnya di dalam lubang meqiku. Aku sengaja diam saja, karena kalau aku ikut menggerakkan pinggulku, aku percaya Fajar akan langsung keluar. Ternyata belum ada sepuluh goyangan, Fajar sudah ejakulasi di dalam lubang meqiku. Rupanya Fajar nggak bisa menahan lebih lama lagi. Cukup lama dia menancapkan batang penisnya di lubang meqiku, mungkin untuk merasakan sensai ejakulasi yg baru dia alami. Aku hanya tersenyum saja ketika dia menatapku saat dia menarik keluar batang penisnya dari dalam lubang meqiku.

“Kok cuma sekali aja Jar” tanyaku menantang
“Loe mau lagi?” balasnya, nampaknya pertanyaan pancinganku mengena
“Iya dong, tp aku yg mengendalikanmu, gimana” usulku
“Maksud loe apa….” tanya Fajar nggak ngerti
“Lepas ikatan di tanganku terus kamu ikutin perintahku” kataku sambil tersenyum binal.

Rupanya Fajar baru mengerti, dia kemudian melangkah keluar untuk mengambil pisau yg tadi di buangnya, kemudian memotong ikatan tali di tanganku.

“Bersihin batang penis loe dulu gih” pintaku ke Fajar yg kemudian segera dibersihkan dengan tissu toilet.

Di saat aku melihat Fajar membersihkan batang penisnya menggunakan tisu, libidoku menaik cepat hingga aku hampir tak bisa mengendalikan diri. Tak lama kemduian Fajar selsai membersihkan batang penisnya.

“Loe duduk di kloset, shut up, and look me!” perintahku.

Didepan Fajar aku mulai menari. Menari? Ya menari, aku menari erotis di depan Fajar. Aku mengelus-elus dan milin-milin puting toketku kemudian jari-jariku ku masukkan ke dalam lubang meqiku lalu aku jilat cairan kenikmatan yg membasahi jari-jariku, sambil tetap menari. Lalu aku meyandarkan tubuhku ke tembok lalu berlutut di lantai, kemudian sambil merangkak aku mendekati Fajar, aku melihat batang penisnya sudah tegak mengeras dan berkedut-kedut.

Aku merangkak medekati batang penis Fajar, kemudian menggenggam dan menjilati kepala penisnya, kemudian menyiumnya, sesekali aku memasukkan kepala penisnya ke dalam mulutku kemudian mengeluarkan lagi. Dengan ujungjariku aku mengusap kepala penisnya sambil kujilat celah lubang penisnya. Batang penis Fajar tdk besar tp bersih. Aku melirik sambil sambil tersenyum pada Fajar, tampaknya dia sudah hampir ejakulasi lagi. “Cepet banget sih ni anak?” pikirku.

Kemudian aku mengocok-ngocok pelan batang penisnya, sambil tetap ku jilati kepala penisnya. Aku merasakan di tanganku batang penis Fajar mulai berkedut-kedut, dengan cepat kumasukkan batang penisnya ke dalam mulutku, kemudian ku sedot, baru 2 kali sedotan, Fajar sudah ejakulasi lagi. kesedot pejuhnya sampai habis. Kemudian batang penis Fajar kusiram dengan pejuh yg terkumpul dalam mulutku. Kemudian dengan mulut yg masih ada sisa-sisa pejuh, aku bangkit berdiri dan mendekati Fajar. Kemudian aku duduk di pangkuanya dengan menghadap ke arahnya. Aku lumat bibir Fajar dengan sisa-sisa pejuhnya sendiri.

“Kenapa? ini kan pejuhmu sendiri” protesku ketka Fajar mau menolak ciumanku

Aku melumat bibir Fajar dengan lembut, kemudian kumasukkan lidahku ke mulutnya, jadilah kami french kiss. Cukup lama kami berciuman, hingga Fajar hampir kehabisan nafas

“Sudah Jeng, Aku capek banget” pintanya padaku.
“Apa capek? Padahal aku baru mulai?” kataku -cerita hot 2017-
“Apaaaa..? Baru mulai…? Padahaaallll….” Fajar mulai protes
“Sudah nggak usah cerewet! Loe sendiri yg mulai kan.., sekarang ikutin perintahku kalau sampai nggak mau namamu tercemar di sekolah ini!!” ancamaku padanya.

Rupanya Fajar takut jg dengan ancamanku. hihihihi.. aku tertawa kecil

“Aku bakal kamu bikin ketagihan dan nggak akan ngelupain hari ini” kataku sambil mencium bibirnya

Lalu kusuruh Fajar untuk mengangkankan lebar kakinya hingga kakiku bisa berdiri tepat di depan batang penisnya yg sudah melemas.

“Aku kasih waktu buat berdiriin batang penismu sampai di depan batang penismu!!” perintahku pada Fajar.

Dengan posisi ini, posisi lubang meqiku tepat di depan wajah Fajar, aku pegang kepala Fajar, kemudian kusuruh mejilati meqiku

“Ayo jilatin meqiku” kataku ketika aku sudah berdiri seimbang – cerita abg 2017 –
“Jangan gitu njilatinnya, pelan aja..” protesku ketika Fajar menjilat meqiku sembarangan.

Sekali-kali kulihat penis Fajar, rupanya sudah hampir tegak. Lama-lama aku merasa terangsang, apalagi ketika lidahnya menyentuh klit ku. Aku pegang kepalanya, dan menggoyangkan pinggulku di depan wajahnya, Aku gesek-gesekkan meqiku ke wajahnya, sambil aku membenarkan posisi kakiku, kemudian aku gesekkan meqiku ke dagu, dada hingga sampai perutnya.

Aku sudah nggak bisa lebih turun lagi, karenabokongku sudah terganjal batang penis Fajar yg sudah tegak dan keras. Aku angkat pinggulku kemudian ku arahkan lubang meqiku ke batang penis Fajar. Rupanya Fajar sudah siap betul. Sambil menatap wajahnya aku masukkan batang penisnya ke dalam lubang meqiku, kemudian dengan cepat ku keluarkan lagi. Aku tertawa kecil dan aku mengulanginya lagi sampai beberapa kali hingga aku merasa sudah benar-benar terangsang.

Kemudian kumasukkan batang penisnya ke dalam lubang meqiku tetp hanya separuh saja kemudian ku cengkram batang penisnya sekuat tenaga, kemudian aku tarik perlahan hingga kepala penisnya, kemudian kumasukkan lagi hingga setengah dan aku tarik lagi. Aku melakukanya beberapa kali hingga aku merasa lelah mencengkram batang penis Fajar. Bersamaan dengan itu, Fajar ternyata sudah ejakulasi lagi. “Duuuhhhhh… gimana sich, kok udah keluar lagi…” batinku agak kecewasa

Kukeluarkan batang penis Fajar dari dalam meqiku lalu ku hisap batang penisnya untuk membersihkannya. Kemudian aku kembali ke posisi semula. Kemudian dengan batang penisnya yg masih lunglai aku berusaha memasukkan lagi ke dalam lubang meqiku, agak susah sih, karena nggak bisa menusuk meqiku yg masih rapet.

Akhirnya bisa jg batang penisnya masuk kedalam lubang meqiku karena kubuka lebar-lebar bibir meqiku, dan mendorong batang penisnya masuk ke dalam. Begitu penisnya masuk ke lubang meqiku, aku tunggu Fajar hingga ereksi sempurna, beberapa detik kemudian, segera aku goyangkan pinggulku dengan tempo yg lambat. Aku yakin nggak bakalan cepet ejakulasi lagi soalnya batang penisnya sudah mulai pengalaman dan persedian pejuhnya sudah hampir habis? Sewaktu menggoyangkan pinggulku itu aku sesekali mencengkram batang penisnya kemudian aku lepaskan lagi. Hingga akhirnya aku merasa hampir mencapai klimaks aku percepat goyanganku. Rupanya Fajar jg hampir ejakulasi lagi.

Tahan sebentar Jar, kita keluarin bersamaan” pintaku.

Rupanya Fajar sudah hampir mengimbaingi permainanku, dan benar saja ketika aku orgasme Fajar menyusul kemudian, hebat dia bisa 3 detik lebih lama dariku

“Kamu sudah mulai hebat Jar” bisikku sembari mencium lembut bibirnya

Kami berdua saling berpelukan dan tanpa terasa kami ketiduran cukup lama hingga aku merasakan batang penis Fajar mulai ereksi lagi di dalam lubang meqiku. Segera aku mengeluarkan batang penisnya dari dalam lubang meqiku, kemudian aku bangkit berdiri sembari menunggu batang penisnya tegang lagi. Rupanya cukup lama hingga aku harus membantunya dengan mengocok batang penisnya. Saat batang penis Fajar sudah tegang lagi, aku membalikkan tubuh dan berpegangan gagang pintu sambil membungkukkan tubuhku

“Jar.. penismu masukkan sini” pintaku manja sambil menujuk ke meqiku.

Fajar pun segera bangkit dan langsung menempelkan batang penisnya ke meqiku

“Pelan dulu aja Jar, jangan tergesa-gesa..” ketika batang penisnya secara kasar di sodokkan ke lubang meqiku

Akhirnya setelah batang penisnya dikeluarkan, Fajar mencoba untuk menyodokkan lagi, kali ini Fajar lebih lembut lagi, bokongku dirabanya dulu, kemudian tangan kirinya meremas toketku dari belakang, kontan saja puting toketku langsung mengeras ketika tanganya meremas toketku

Cerita abg hypersex, Sementara itu, tangan kananya memegang pinggangku agar tak bergerak, lalu dia mulai menyodokkan batang penisnya. Nampaknya dengan gaya ini batang penisnya gampang masuk ke dalam meqiku, dengan 3 kali coba, batang penisnya sudah melsesak ke dalam lubang meqiku. Kali ini Fajar tak terlalu terburu-buru, sehingga aku merasakan nikmat dan nyaman, aku rasa Fajarpun demikian

“Di kocok Jar..” pintaku pada Fajar ketika batang penisnya sudah berada di dalam meqiku, langsun saja Fajar mengocok batang penisnya. Ini adalah gaya kesukaanku, sehingga setiap batang penis Fajar meyodok masuk, aku merasakan kenikmatan yg tiada tara, tanpa sadar aku meracau kenikmatan

“Oocchhh..ochh..acchhh..aacchhh oucchhhh.. terus jar..occhh..nikmaatttt..” racauku tanpa sadar.

Dan tampaknya Fajar nggak tau kalau aku hanya meracau, Fajar segera mempercepat tempo sodokkanya. Aku kaget dengan yg di lakukanya, meskipun nikmat tp aku merasa khawatir…

“Ooocchhhhh… aku kkeluaaarrrrrr” erang nikmat Fajar kemudian

Tuh kan, apa yg ku khawatirkan terjadi jg, Fajar masih terlalu amatir untuk ngesex. Angga kemudian membenamkan batang penisnya ke dalam lubang meqiku untuk beberapa saat, kemudian dia menarik keluar dari meqiku.

“Ceplaakkk..” aku menampar pipinya

“Aku kan sudah bilang pelan-pelan aja jangan terburu-buru!! Kamu tuh masih amatiran!!” makiku padanya

Fajar hanya bisa terkejut dan nggak bisa bilang apa-apa lagi. Segera aku keluar dari toilet dan kembali le toilet semula.

“Anjriittt!! BH dan cd ku dirobek Fajar. Gimana ya..? Mana meqiku masih banyak pejuh Fajar!!” umpatku dalam hati.

Segera kubersihkan meqiku lagi. Kali ini menutup pintunya dengan benar. Setelah itu aku memakai rok ku

“Duuhhh pakai apa ya…” aku bingung dalemanya mau pakai apa, akhirnya aku gunakan celana olaharagaku, buat gantiin cd, padahal rok ku sempit, jadinya ditambah celana olah ragaku, rok ku jadi tambah sempit. “Terus BH nya pakai apa ya? Masa mau nggak pakai BH? Mana seragamku tipis lagi” pikirku

Akhirnya ku pakai baju seragamku tanpa BH. Bisa dibayangkan dengan ukuran toketku yg montok (34b) pakai seragam sekolah, tanpa BH, dan puting toketku yg menonjol, pasti bikin ngeres orang yg liat. Aku berniat masuk ke dalam kelas untuk ngambil rompi yg selalu ku bawa, tp sekarang rompi itu berada di dalam kelas.

Akhirnya dengan hati-hati aku keluar dari toilet dan menunggu sepi untuk bisa masuk kedalam kelas dan kemudian mengambil rompiku. Aku berharap todak ada orang yg melihatku. Ketika aku keluar dari dalam toilet aku berpapasan dengan Fajar, nampaknya dia masih merasa bersalah, aku hanya tersenyum padanya ketika dia memanggilku.

Nggak ada waktu” pikirku dan aku segera menuju ke kelas.

“Nggak ada waktu..” pikirku, dan aku segera melesat ke kelas.

Akhirnya setelah melalui perjungan panjang, sampai jg aku kedalam kelasku, rupanya kelas masih sepi, teman-temanku sedang jajan di kantin. Kesmepatan!! Pikirku, segera saja aku masuk dan mengambil rompi di dalam tas ku.

Akhirnya setelah melalui perjuangan panjang, sampai jg aku di kelasku, rupanya kelas sepi, anak-anak sedang jajan di kantin. Kesempatan!! pikirku, segera saja aku masuk dan menuju ke tasku dan segera memakai rompiku.

Tante Seli Yang Sexy

Tags









Serbubet Hari itu aku di ajak temenku buat lihat hasil lukisan yang dia bikin. Namanya Mela di adik kelasku. Sewaktu aku sampai di rumahnya aku dikagetkan dengan sesosok wanita cantik dan sexy di dalam rumah Mela. Begitu dia melihat dia langsung tersenyum.

“Mel, itu siapa? tanyaku.
“Itu tanteku…kenapa? Naksir..?” Jawab Mela menggodaku.
“Enak aja kamu, ya gaklah” jawabku.
“Yuk, sini kukenalin sama tanteku” ajak Mela.
“Haloo… tante…” kata Mela.
“Iya Mela, kamu udah pulang?” tanya tante Seli.
“Udah tant..” jawab Mela
“Oiya tante, nih kenalin temen Mela…Namanya Denta” lalu tante Seli mengulurkan tanganya begitu saja.
“Perkenalkan Seli…” katanya.
“Denta, tante..” kataku.
Tangan tante Seli halus banget langsung. Aku jadi deg-degan, untung Mela buruan mengajaku masuk, kalau Otakku bisa-bisa langsung berpikir ngeres.

Setelah selesai melihat lukisannya Mela, lalu kami bertiga ngobrol bareng di ruang tamu. Tante Seli enak juga diajak ngobrol orangnya cepet akrab dengan orang yang baru dia kenal. Ketika sedang asik ngobrol, Mela pamit untuk ke belakang otomatis tinggal aku dan tante Seli saja berdua.

Tante Seli waktu itu memakai celana legging ketat dan kaos putih tipis bikin aku gugup dan jantungku berdetak kencang, tapi aku mencoba untk tetap tenang. Kami berdua ngobrol kesana sini dan lama-lama duduk tante Seli semakin mendekat denganku. waduuuh, tambah gugup aja nih aku. Gimana gak gugup, posisi duduk tante Seli aja ngangkang. Apa dia nggak malu ya kalau-kalau aku melihat kearahnya? pikirku. Semakin lama, ngobrol kami mulai menjurus ke hal yang berbau seks.

“Den, kamu udah punya pacar belum?” tanyanya.
“Belum puta tant, masih jomblo aku…hehehe…” jawabku dengan gelak tawa.
“Tante Seli kog sendirian? jangan-jangan jomblo juga kayak aku..heheheh..? tanyaku menggodanya.
“Gak juga, aku kan sama Mela…kog kamu tau kalau tante jomblo…” jawabnya santai.
“Owh, Denta cuma nebak-nebak aja kog…hehehee…” jawabku.
“Tapi memang benar tante masih jomblo sehabis bercerai dengan suami tante…” jawabnya jujur.
“Tante gak merasa kesepian apa?” tanyaku lagi.
“Gak donk kan ditemani Mela” jawab tnate Seli.
“Maksudku, pada waktu malam harinya tante…” tanyaku nakal.
“Iiihhh kamu nakal juga yah ternyata…” kata tante Seli sambil menyubit lenganku. Aku meringis kesakitan sambil tertawa….
“Merasa kesepian gak sih tante…?” tanyaku lagi.

Bukannya menjawab tante Seli malah memelukku sambil menciumiku. Otomatis aku jadi kaget tapi juga bercampur senang. Sewaktu aku sedang diciumi tante Seli, tiba-tiba suara Mela datang dari belakang. Untung saja pintu yang ke arah dapur tertutup sehingga Mela tidak melihat ketika tante Seli menciumiku, kalau sampai ketahuan sama Mela bisa bahaya nich… kamipun menghentikan ciuman kami.. lalu tante Seli pergi ke dalam kamarnya sambil malu-malu. Setelah Mela datang aku langsung pamitan, tak lupa aku juga berpamitan sama tante Seli.

“Tante, Denta pamit pulang dulu ya…” pamitku.
“Kog buru-buru sih Den?” tanya tante Seli sambil melangkah keluar dari kamarnya.
“Aku ada janji sama temenku tant… jawabku
“Lain waktu main kesini lagi ya…” kata tante Seli sambil mengedipkan matanya…
“Baik tante…”

Cerita tante 2017.. Setelah kejadi itu aku jadi teringat sama tante Seli terus.

Pada suatu hari pas aku lagi di jalan, gak sengaja aku ketemu sama tante Seli…

“Haloo.. Tante Seli..” sapaku
“Hai juga…Denta…” jawabnya..
“Kamu mau kemana Den…?
“Ini tant, mau jalan-jalan…”
“Jalan-jalan kemana? mending temenin tante makan aja yuk?” ajaknya
“Emang mau makan dimana tant? – cerita mesum 2017 –
“Udah deh ayo ikut aja pokoknya…” – cerita hot 2017 –

Tawaran itu gak mungkin aku tolak, jarang-jarang ada yang traktir aku makan, maklum anak kost’an hehehehehe….. . Tanpa basa basi aku mengiyakan tawaran tante Seli.

Setelah kami selesai makan tante Seli lalu mengajakku untuk keliling sekitar Bandung. Tanpa kita sadari ternyata hari sudah malam. Waktu itu jam menunjukan pukul 23.00 Lalu aku mengajak tante Seli untuk dianter pulang ke kost’an. Aku dianter cuma sampai depan rumah kost’anku. Tapi sebelum aku keluar dari mobil,tiba-tiba tante menarik badanku lalu dia menciumiku dengan ganas.

Kami bercumbu lumayan lama. Dan itu membuatku menjadi panas penuh nafsu. Akupun mengajak tante Seli untuk masuk ke kamar kostku. Begitu kami masuk dalam kamar, tante Seli mendorongku ke kasur, hingga kami berdua jatuh di atas kasur. Lalu kami bercumbu lagi. Tangankupun tak mau diam kugerayangi badan tante Seli.

Setelah itu kubuka tank top yang dipakai tante Seli. Wow, aku kaget karena ternyata tante Seli tak memakai BH dan itu membuatku gampang untuk menikmati indahnya toket tante Seli yang masih montok. Tante Seli mulai mengerang keenakan…

“Aaahh…Denta..remas terus sayang…,” kata Tante Seli mendesah. Mendengar itu aku jadi makin menggila.
Kugigit dan kuhisap putting tante Seli.

“Teruuus Dentaaa…nikmatnya bukan main…” desah tante Seli.

Setelah selesai dengan puting tante Seli, lalu aku melepaskan celana jean juga Cdnya tante Seli. kumainkan gundukan memek dengan rakusnya. Benar-benar indah gundukan memek yang ada di depan mataku gumamku dalam hati. Lalu aku menyuruh tante seli untuk membuka pahanya lebar-lebar.

“Iya sayang, lakukan saja apa yang kamu mau tante pasrah…” katanya. Lalu kubenamkan mukaku ke selangkangan tante Seli.
“Iiihhh.. geli dong Denta…” jerit manja tante seli. Sambil menggoyangkan badannya ke kanan dan ke kiri menambah nikmat.

“Ooohhh…terus sayang…jilat terus…” pintanya. Kujilat, kusedot, kugigit memek tante Seli.
Tangan Seli pun tak mau diam, dia mencari sesuatu di balik CD yang masih menempel dibadanku.
“woooaawww….” jeritnya.
“Ternyata rudalmu besar juga ya Den…?” katanya penuh keheranan.
“Tante Seli suka dengan yang gede-gede ya?” tanyaku.
“Suka…suka banget malahan…” katanya girang.

Lalu kembali kumainkan memeknya, kami bermain dengan posisi 69, tante Seli melumat rudalku dengan rakusnya, sampai tiba saatnya dia mulai merengek supaya rudalku dimasukkan ke dalam liang memeknya.

“Den, masukan sekarang yuk tante udah gak kuat nihh…” pintanya manja.
“Iya tante, Denta juga udah gak kuat…” jawabku.
Lalu aku menindih badan tante Seli, perlahan-lahan kumasukan rudalku ke lubang memek tante Seli. “sleeeepp…” rudalkupun masuk seluruhnya ke dalam memek tante Seli.
“Aaaachhh Den…” teriak tante seli. Memek tante Seli terasa sempit dan panas.
“Sodok yang kenceng ya Den…” pintanya manja.
“Slepppp… sleppppp… sleeppppp…” rudalku menyodok keluar masuk memek tante Seli.
“Aaacchh…ooohhh…enak sayang…” desahnya menahan nikmat.Tak lama kemudian tante Seli mencengkeram lenganku dengan kuat.
“Aaacchh Den…tante keluaaaar….” teriaknya nikmat.
“Iya tant…Denta juga keluaaaa…” pekikku.

Akhirnya kami pun keluar bersamaan. Setelah kami puas bercinta kamipun tertidur pulas di kamar kostku dan bangun kesiangan. Untung waktu itu temen-temen sekostanku sedang pulang kampung, jadi gak ada yang tau aku memasukan tante-tante di kamar kostku.

“Makasih ya Den, kamu benar-benar hebat” kata tante Seli sembari berpamitan pulang.
“Klau ada waktu kita main lagi ya Den, tante masih penasaran ama kamu” bisiknya di telingaku.
“Oy kalau kamu butuh apa-apa tinggal bilang aja ke tante jangan sungkan-sungkan…” katanya lagi.
“Iya tante sama-sama” kataku.

Tante Seli pulang dengan wajah berseri-seri. Setelah kejadian malam itu kamipun sering melakukan percintaan dan hubungan kamipun masih berlanjut hingga kini, hubungan tanpa ikatan yang cuma didasari akan kubutuhan seks.

Semenjak berhubungan dengan tante Seli, kebutuhan sehari-hariku tercukupi. Apapun yang aku minta pasti dituruti oleh tante Seli. Soalnya dia puas dengan permainan ranjangku dan puas akan besarnya rudalku.