Serbubet - Ajeng..!!” tegur seseorang
“O.. Owhh” aku sangat kaget, rupanya Riska teman sekelasku.
Riska cewek cakep di kelasku, dia orangnya seksi, dengan ukuran toketnya yg hampir sama punyaku. hanya saja Riska lebih gemuk dariku. Aku 163/45, sedangkan Riska 162/47. Riska adalah salah satu cewek di sekolahan ini yg sering aku jadikan obyek fantasi masturbasiku. Dan aku rasa Riska ada perhatian denganku, apakah Riska seorang lesbian? Entahlah.. Tp aku tebak, Riska sudah tak perawan lagi.
“Kenapa kamu Jeng?” tanya Riska kemudian.
“Nggak apa-apa kok Ris..” sambil duduk di kursiku..
Riska kemudian duduk disampingku. Rupanya aku lupa mengancing rompiku, dan kurasa Riska melihat aku nggak pakai BH waktu itu
“Kamu nggak pakai BH ya” tanyanya tiba..
Kontan aku sangat terkejut, kok Riska tau…
“Emm…anuu..emmm..ahh gimana ya..emmm” bingung mau jawabnya
Tp Riska kayaknya mengerti dengan apa yg terjadi dengan diriku.
“sama siapa kamu barusan? terus cd mu kemana? tangan kamu kok ada bekas ikatan
Karena aku bingung mau jawab apa, Riska akhirnya tersenyum.
“Nyantai aja lagi, aku tau kok, nggak usah khawatir” bisik Riska sambil tersenyum, kemudian Riska mencium keningku, lalu dia keluar kelas menuju kantin. Aku terkejut jg dengan apa yg dia lakukan padaku barusan. Riska menciumku? Apa maksudnya nich? Tp aku sudah merasa tenang dan sedikit senang karena Riska ada perhatian denganku.
Tepat jam 10 lebih 15 menit guru bahasa inggris masuk ke kelasku, guru ini terkenal killer, makanya begitu tau gurunya datang, anak-anak langsung berlarian masuk ke kelas.
“Jeng, aku duduk sama kamu ya..” Riska tiba-tiba duduk di sampingku
“Ha…Owhh…oke..silahkan Ris..”
Kebetulan waktu itu memang aku duduk sendiri, karena jumlah murid di kelasku ganjil, maka aku nggak dapat teman sebangku sendiri. Kasia ya gue? Selama pelajaran berjalan Riska mengamatiku, aku jadi salting dibikinya, makanya aku pura-pura tidur aja.
Aku memang duduk sendiri, karena jumlah murid di kelasku ganjil, maka aku nggak dapet teman sebangku sendiri. Kasian ya gue? Selama pelajaran berlangsung Riska mengamati aku, aku jadi salah tingkah dibuatnya, makanya aku pura-pura tidur saja.
“Ajeng, are you oke” tanya guruku.
“She’s sick sir, I’ll take Vita to UKS..” Riska langsung jawab pertanyaan guruku.
“Vita, are you ok?” Tanya guru English-ku.
“She’s sick sir, I’ll take Vita to UKS..” – cerita lesbi 2017 – Riska langsung menjawab pertanyaan guruku.
“Owh..oke, please Riska..” Guruku mengijinkanya.
“Ayo Ris, kita ke UKS” ajak Riska sambil menggandeng tanganku.
“Apa-apaan nich” kataku dalam hati.
“Apa-apaan nich?” batinku dalam hati.
Riska menggandengku menuju ke ruang UKS, padahal aku nggak kenapa-kenapa. Selama perjalan Riska menggandengku dengan mesra. sambil memepetkan tubuhnya ke tubuhku. Aku hanya diam dan menuruti apa maunya.
Akhirnya kami berdua sampai di UKS, ruang UKS ini terdiri dari beberapa kamar yg tertutup, sehingga orang tdk akan mengetahui apa yg terjadi di dalam ruang UKS ini. Riska membawaku ke kamar yg paling ujung. Didalam kamar UKS itu terdiri dari tiga tempat tidur. Tiba-tiba Riska menutup pintu dan menguncinya.
“Riska, maksut kamu apa s…” belum selesai ngomong tiba-tiba Riska cium bibirku dengan lembut. Sambil tanganya merayapi tubuhku. Mau nggak mau aku terangsang jg, tp aku tetap berusaha untuk mengendalikan diri.
“Kamu cantik banget Jeng, aku suka kamu” bisiknya padaku
Rupanya Riska ada rasa denganku. Aku sungguh terkejut, soalnya setahuku Riska jg punya pacar. Tp apakah Riska sepertiku jg? Aku jg sering berfantasi sex denganya, dan sekarang aku malah sudah berhadapan denganya.
Aku tersenyum saat dia akan mencium bibirku, aku balas ciumanya, akhirnya kita berdua berciuman dengan liar, sampai akhirnya Riska merebahkanku ketempat tidur. Riska menindihku toket kami saling bertemu. Kemudian Riska menciumku lagi, aku merasakan tubuhnya menggesek-gesekk tubuhku, cukup membuatku terangsang saat ini, meqiku mulai basah oleh lendir kenikmatanku, aku lebih gampang terangsang bila dengan cewek. Akupeluk erat tubuh Riska dan mencoba untuk membuka kancing rok Riska. Sedangkan Riska masih menyiumiku sambil mengusap rambutku, rupanya Riska sudah menantikan saat ini, ini dilihat dari gairah nafsunya yg sangat tinggi.
Riska kemudian melucuti rok nya yg sudah longgar, rupanya Riska sudah tak pakai CD, kemudian aku melepaskan pelukkanku. Dengan posisi Riska masih diatasku, Riska melepas satu persatu kancing seragamku. Akhirnya kancing seragamku terlepas semua dan toketku menyembul keluar. Riska kemudian melucuti rok ku, dan celana olahragaku, akhirnya aku bugil, dan benar meqiku sudah basah oleh lendir kenikmatanku.
Riska kemudian melepas seragamnya dan BH nya, sehingga jadilah kami berdua bugil. Riska kembali menindihku sehingga toket kami saling bertemu tanpa halangan apapun. Karena toket kami sama-sama sudah menegang, maka Riska agak kesulitan untuk menciumku, tp akhirnya bisa jg. Riska menggesek-gesekkan meqinya ke meqiku, sehingga aku merasakan kenikmatan, Riska pun begitu.
Aku hanya terdiam dan menikmati permainan Riska. Riska kemudian menyium leherku, dan toketku. Dia mengulum puting toketku dengan halus, kadang jg Riska menggigit pelan. Aku merasakan kenikmatan yg tiada tara waktu itu. Kedua toketku di cium dan dijilatinya secara rata dan di pilin-pilinnya putingku hingga mengeras.
“Occhhh..och..och” aku mendesah keenakan
Kemudian Riska turun lagi, dia menyiumi perutku, menjilati pusarku, dan kemudian Riska menjilati meqiku. Riska memasukkan jarinya ke dalam lubang meqiku dan mencari klit ku, setelah itu dia menjilati klitku. Aku merasakan sensasi yg sangat luar biasa saat lidahnya menyentuh klit ku, aku serasa terbang ke langit ke tuju
“Occhh.. iya.. benar disitu.. ochhhh” aku mendesah saat Riska menggigit pelan klitku
Kisah mesum lesbi, Tak lama kemudian aku orgame, aku merasakan orgasme kali ini sungguh sungguh spesial, karena aku orgasme karena cewek
Riska kemudian bangun dan mengambil alat thermometer yg ada di meja ruang UKS, Riska memasukkan thermometer itu ke dalam lubang meqiku.
“Apa yg kamu lakuin Ris..?” protesku
Riska hanya tersenyum saja sembari tetap menusukkan alat itu ke dalam lubang meqiku.
“310 Celcius..” gumamnya saat Riska melihat penunjuk di thermometer, rupanya Riska memasukkan thermometer ke dalam lubang meqiku hanya untuk mengukur suhunya, sial batinku.
Kemudian Riska berjalan ke arah lemari UKS dan membukanya, rupanya Riska sudah merencanakan hal ini, buktinya di dalam lemari uks itu, Riska mengambil beberapa alat yg penah kulihat di film-film xxx. Seperti penis buatan (dildo), vibrator hingga sabuk penis. Lalu Riska memakai sabuk penis hingga dia mirip seorang laki-laki yg berpenis besar dan panjang, namun jg berdada besar.
Riska mendekatiku yg masih terbaring di tempat tidur, Riska kemudian menusukkan penis itu ke dalam lubang meqiku, kemudian mulai mengocoknya, aku yg baru saja orgasme, langsung bangkit lagi gairahku, segera saja kuimbangi kocokanya. Sudah lama aku tdk merasakan seperti ini lagi sejak aku putus dengan pacarku.
Aku kadang meremas-remas toket Riska, nampaknya dia suka ketika aku meilin-milin putingnya, Riska semakin bersemnagat mengocoknya setiap aku sentuh toketnya. Sesekali aku mengelus pantatnya, kemudian aku menusukkan jariku ke dalam lubang pantatnya, Riska sepertinya jg merasakan hal yg sama denganku, karena kulihat dari raut mukanya yg menampakkan kenikmatan. Tak lama kemudian, karena kocokkan penis yg konstan, akhirnya aku mencapai klimaks. Saat aku klimaks Riska terus mengocok meqiku, nampaknya Riska tdk tau aku sudah klimaks
“Duuuhhh…ochh..sudahhh…aku keluaaarrrrr” rintihku ketika Riska masih tetap mengocok meqiku. Namun Riska bukannya berhenti malah mengeluarkan penisnya dan kemudian memasukkan dala lubang pantatku. Perih sekali rasanya saat itu.
“Duuuhhh.. jangannn laaannn.. please periiihhhh” aku setengah berteriak.
Namun nampaknya Riska tak memperdulikanya, Riska terus saja mengocoknya. Beberapa saat kemudian karena lubang pantatku sudah kering tdk licin lagi, Riska kembali mengeluarkan penisnya dan memasukkan penisnya ke dalam lubang meqiku lagi. Gilaakkk..Akhirnya aku klimaks lagi. Riska kemudian mengeluarkan penisnya dari lubang meqiku, Lalu bangun dan melepaskan sabuk penisnya. Sementara aku masih terbaring lemas.
“Jeng.. kamu harus jg mencobanya” katanya sambil memberikan sabuk penisnya padaku.
Aku mengmabilnya dan memasangnya sabuk penis itu, cara pakainya rupanya seperti memakai sabuk para wall climber. Aku senyum sendiri ketika melihat sabuk penis itu sudah terpakai, rasanya aneh, karena sekarang aku serasa punya sesuatu yg baru di tubuhku. Aku melihat Riska sudah tidur terlentang sambil mengangkangkan kakinya, hingga lubang meqinya nampak jelas.
“Ayo jeng masukkan ke meqiku” pintanya halus
Akupun segera mendekatinya dan mencoba memasukkan penisku ke dalam lubang meqi Riska. Agak kikuk, karena biasanya aku yg di masukki, kini aku yg memasukki. Aku pegang penis itu, dan perlahan aku menempelkan di bibir meqinya, kemudian dengan dibantu tanganku, penisku ku tekan masuk ke dalam lubang meqi Riska, susah jg pantesan tadi Fajar susah. Akhirnya dengan mata kepalaku sendiri aku melihat penisku masuk ke dalam lubang meqi Riska sedikit demi sedikit. Aku sempat melihat Riska, dia membuka mulutnya sambil mengerang setiap aku menekan masuk penisku masuk ke meqinya.
“Acchhh… Yahhhhh… oocchhhh” desah Riska setengah berbisik
Aku terus menekan penisku, namun rupanya penis itu terlalu panjang, karena belum masuk penuh, aku merasakan ujung penisnya sudah mentok rahim Riska. Kemudian pelan-pelan aku menggoyangkan pinggulku, sementara Riska jg melakukan yg sama. Jadilah aku seperti laki-laki sekarang, sementara itu Riska masih tetap mendesah dan sesekali meraba-raba toketku dan memegangi pinggulku. Cukup lama kami saling menggoyang hingga akhirnya Riska mencapai klimaks, aku sendiri tak tau karena aku tdk merasakan apa-apa ketika ngentot Riska tadi, namun aku tetap terangsang, karena menatap wajah Riska yg cantik. Pada saat Riska mencapai klimaks, penisku kutarik keluar dari lubang meqinya dan kuarahkan ke mulut Riska
Aku duduk di dada Riska, dan aku arahkan penisku yg terlumuri lendir kenikmatan kami ke mulutnya. Riska rupanya tau dengan maksudku dan segera mengulum dan menghisap hingga bersih. Setelah itu aku bangkit dan melepaskan sabuk penis itu. Aku menggantinya dengan vibrator. Aku setel vibrator itu dengan speed medium, kemudian sebagian aku masukkan di lubang meqiku, sementara ujung yg satunya aku masukkan ke lubang meqi Riska. Aku berbaring di samping Riska sambil memeluknya.
Aku dan Riska saling berpelukan, berciuman, sementara kami berdua terus mendesah dan mengerang karena sensasi yg ditimbulkan vibrator di dalam lubang meqi kami. Tak lama kemudian kami mencapai klimaks bersamaan, dan lendir kenikmatan kami berdua membasahi vibrator dan sprei. Selang beberapa saat aku bangun, kemudian mulai menjilati meqi Riska, meqi Riska cukup rapet, dengan klit yg cukup besar sehingga mudah untuk kujilati dan kugigit pelan. Riska mengerang ketika kugigit klitnya
Oocchhh… yaaah teruuussss” Riska mengerang setengah menjerit.
Aku sangat khawatir kalau sampai ada orang yg mendengarnya, maka aku putar tubuhku, hingga sekarang kami pada posisi 69. Aku di atas, sedangkan Riska di bawah. Kami saling menjilat, menggigit klit, dan menusukkan jari ke dalam lubang meqi. Entah beberapa lama hingga kami menacapai klimaks yg bersamaan.
Hingga akhinya, kami berdua tertidur sambil berpelukan dengan kondisi bugil.
Singkatnya setelah kami terbangun dan merapikan semuanya kami berdua melangkah keluar dari ruang uks dan pulang menuju rumah. Hari yg sangat melelahkan dan tak akan pernah terlupakan.

EmoticonEmoticon