Serbubet - Pagi, Sasha! tiba-tiba suara panggilan dari seorang pria mengejutkan Sasha. Sasha menoleh dan ia melihat Pak Anton sudah berdiri dibelakangnya. Perasaan Sasha makin kacau dengan munculnya pria yang paling tidak ingin ditemuinya saat itu. Namun Sasha berusaha mengontrol emosinya.
Pa...pagi, Pak! jawab Sasha gagap.
Wah, kenapa pagi-pagi begini sudah rajin? tanya Pak Anton sambil tersenyum pura-pura tidak mengetahui masalah Sasha.
Eh... tidak pak! Kemarin ada yang ketinggalan!
Apa yang ketinggalan, Sasha? Disket? tanya Pak Anton dengan santainya. Sasha bagaikan disambar petir mendengar pertanyaan Pak Anton itu. Berarti ada kemungkinan bahwa benda yang paling ingin dirahasiakannya malah sekarang berada di tangan orang yang paling berbahaya di kantor itu. Apalagi Pak Anton termasuk orang yang bisa mengakses isi disket
Ba... bapak, disketnya di tempat bapak?! tanya Sasha seolah tidak percaya.
Hmm... Begini saja, bagaimana kalau kamu sekarang ikut ke ruangan saya? ujar Pak Anton yang segera berjalan masuk ke ruangannya dengan diikuti oleh Sasha yang gelisah. Sasha tidak bisa menyembunyikan rasa tegang dan kegelisahannya yang terpancar jelas di raut wajahnya
Sasha, kenapa kamu gelisah begitu? Sayang lho wajah cantikmu jadi muram begitu. Goda Pak Anton dengan santainya. seraya merebahkan dirinya di kursi kerjanya sementara Sasha duduk perlahan-lahan di hadapan Pak Anton. Sasha berusaha untuk tidak menghiraukan godaan Pak Anton, sekarang ia hanya fokus untuk mendapatkan kembali disket itu dan menjaga rahasia Aldy.
Kamu tahu, Sasha? Kemarin saya baru mengetahui kalau perusahaan kita bemasalah! Sasha terhenyak mendengar perkataan Pak Anton itu. Apa mungkin Pak Anton sudah mengetahui rahasia Aldy? Perasaan Sasha kian berkecamuk, namun ia tetap berusaha untuk menenangkan diri.
Ma... masalah apa, Pak? tanya Sasha berusaha untuk menutupi kegalauannya.
Begini, saya baru tahu kalau bagian keuangan perusahaan ini rupanya tidak beres! Padahal saya merasa kalau Pak Leo adalah orang yang jujur dan cermat. Rupanya pendapat saya salah!
Maksud... Bapak?
Disket yang kamu cari itu berisi bukti-bukti penggelapan pajak oleh Pak Leo yang dibantu oleh suamimu, kan? seketika itu juga tubuh Sasha terasa lemas mengetahui kenyataan bahwa rahasia Aldy sudah diketahui oleh Pak Anton. Kepala Sasha sudah tidak bisa berpikir lagi karena kepanikannya dan rasa putus asa yang menyelimuti tubuhnya dengan pekat.
Tidak... pak...
Jangan berkilah Sasha, kamu tahu tentang penggelapan ini kan? Ini berarti kamu terlibat dalam kasus ini! Buktinya, hari ini kamu sengaja datang ke kantor pagi-pagi sekali untuk mengambil disket itu! ujar Pak Anton menakut-nakuti Sasha.
Tapi... jawab Sasha dengan nada panik, kini ia malah ikut terlibat dalam kejahatan suaminya itu. Padahal tadinya ia sama sekali tidak bersalah dalam perkara ini.
Kamu tahu, kalian bisa dipenjara karena penggelapan ini! Lihat, jumlah uang yang digelapkan sudah sejumlah 530 juta rupiah! Disini juga ada bukti transfer uang ke rekening suamimu oleh Pak Leo. ujar Pak Anton sambil menunjukkan angka-angka dan perincian di komputernya pada Sasha.
Memang Sasha bisa melihat didalam disket itu tertulis lengkap aliran dana penggelapan itu dan termasuk di dalamnya beberapa nama yang bertanggung jawab. Sasha tertegun melihat jumlah nominal 85 juta rupiah yang ditujukan ke rekening Aldy. Bagaimana mungkin Ia tidak menyadari uang sebanyak itu masuk kedalam rekening suaminya? Sasha semakin menyesali sikapnya yang tidak pernah mengontrol kegiatan Aldy sehari-hari.
Nah, sekarang kita masuk ke pokok permasalahannya! ujar Pak Anton dengan raut muka serius. Ia tahu kalau ini adalah kesempatan emasnya untuk menaklukkan Sasha, incarannya dari dulu itu. Namun, terlebih dahulu, ia harus memastikan bahwa Sasha dalam keadaan tidak bisa menolak permintaannya lagi.
Saya tidak bisa berdiam diri melihat adanya tindakan penggelapan yang merugikan perusahaan ini. Bagi saya, ini adalah sesuatu yang tidak boleh dibiarkan, apalagi sekretaris saya terlibat! Apa boleh buat, saya terpaksa melaporkan kalian ke aparat kepolisian! ancam Pak Anton.
Tapi... tapi Pak... Sasha mulai menangis sesunggukan. Ia merasa amat takut mendengar ancaman Pak Anton. Apalagi saat mendengar kata polisi. Sasha takut apabila mereka dipenjara. Siapa yang akan menjaga Alyssa, buah hati mereka yang masih kecil? Lagipula mereka tidak bisa lagi memperlihatkan muka mereka karena rasa malu akibat kasus ini belum lagi rasa malu yang akan ditanggung Alyssa kelak.
Tolong Pak... Saya akan berusaha untuk mengembalikan semua uang itu sesegera mungkin... Saya... saya juga baru tahu soal penggelapan ini dari Aldy kemarin malam... jelas Sasha dengan suara terbata-bata.
Ini bukan masalah uang, Sasha! Ini masalah integritas! Kalaupun kamu mengembalikan uang itu, tidak ada jaminan kalau hal ini tidak akan terulang lagi!! seru Pak Anton sambil melabrak mejanya dengan keras sehingga Sasha terkejut dan semakin gemetar ketakutan. Dalam hati, Pak Anton tersenyum melihat reaksi Sasha yang semakin ketakutan. Pak Anton semakin gencar menakut-nakuti Sasha, apalagi dilihatnya raut wajah penuh keputusasaan Sasha seolah sudah pasrah menerima nasibnya.
Pak... saya mohon!! Tolong jangan laporkan kami Pak... Saya bersedia melakukan apapun... asal bapak tidak melaporkan kami! Pak... Anak saya dirumah masih kecil... Kalau kami dipenjara, siapa yang akan merawatnya? pinta Sasha dengan penuh keputusasaan.
Akhirnya! Seru Pak Anton dalam hati, itulah kata yang dari tadi ia tunggu-tunggu keluar dari mulut Sasha. Sekarang Pak Anton memperoleh kesempatan langka untuk mendapatkan incarannya sejak lama itu.
Hmm... yah, saya bisa mengerti perasaanmu sebagai seorang ibu bagi anakmu. Saya bisa saja mendiamkan kejadian ini, tapi tentunya saya harus mendapat imbalan yang setimpal. Karena sebenarnya saya melanggar prinsip kejujuran dan integritas saya kalau saya menolong kalian. Kata Pak Anton pongah.
Apa saja pak... apapun yang bapak minta, pasti saya lakukan... tapi tolong jangan laporkan kami... ujar Sasha.
Kalau begitu, saya boleh minta kamu melakukan apapun?! Apa kamu serius?! tanya Pak Anton dengan sorot mata tajam untuk memastikan takluknya Sasha.
Iya Pak... Saya serius... Sasha hanya mengangguk pelan dan tertunduk pasrah menjawab pertanyaan Pak Anton itu.
Pak Anton segera beranjak dari kursinya begitu mendengar pernyataan kekalahan Sasha itu. Ia lalu berjalan mendekati Sasha yang masih terduduk di kursinya dalam keadaan tertunduk lesu. Pak Anton mengamati tubuh Sasha secara seksama.
Betapa gemasnya dirinya melihat Sasha, si cantik yang sudah lama diincarnya terduduk tanpa daya di kursi itu. Tangan Pak Anton tidak sabar lagi menjamah tubuh mulus Sasha dan menikmati kelembutannya. Tapi Pak Anton berusaha menjaga kesabarannya, tentu saja Ia masih menyimpan dendam dengan Sasha yang seringkali tampak menghindarinya dan tentu saja Sasha harus dihukum atas perbuatannya itu. Namun hukuman apa yang cocok untuk Sasha? Tiba-tiba, Pak Anton teringat dengan berita di pagi itu yang bertajuk
Kontroversi UU Nikah Siri. Pak Anton tertawa lebar dalam hati. akhirnya ia berhasil menemukan cara yang sangat tepat untuk mempermalukan wanita cantik seperti Sasha.
Ehm... Sasha! Pak Anton mendehem sejenak dan memanggil Sasha.
I...iya Pak... jawab Sasha pelan.
Begini. Saya baru saja memutuskan untuk menjaga rahasia kalian berdua! Tapi tentu saja ada syaratnya!
Mendengar pernyataan Pak Anton, sejenak rasa gelisah di hati Sasha terlepas. Sekarang ia tidak perlu lagi khawatir akan rahasia Aldy yang terbongkar. Sasha berpikir bahwa syarat dari Pak Anton tentunya hanyalah untuk mengembalikan dana yang digelapkan, sehingga Sasha merasa kini ia hanya perlu mengembalikan uang itu.
Terima kasih, Pak Anton! Terima kasih! Saya akan menuruti kemauan bapak! Uang itu akan segera saya kembalikan! ujar Sasha dengan lega.
Eeh? Tunggu dulu! Siapa yang menyuruh kamu untuk mengembalikan uang itu? tanya Pak Anton dengan raut wajah mengrenyit.
Ma...maksud Bapak? tanya Sasha yang kembali kebingungan.
Uang itu boleh kalian simpan! Saya tidak butuh uang kalian. Saya akan menganggap penggelapan ini tidak pernah terjadi dan bahkan disket ini akan saya kembalikan dengan satu syarat yang harus kamu penuhi sendiri dan tentunya itu tidak berkaitan dengan uang kalian!
A... apa Pak? Sasha semakin penasaran dengan syarat Pak Anton.
Saya minta kamu untuk menikah siri dengan saya! jawab Pak Anton dengan tegas tanpa keraguan sedikitpun. Seketika itu pula Sasha serasa tersambar petir mendengar ucapan Pak Anton. Ia amat terkejut hingga tidak percaya akan syarat yang diucapkan Pak Anton barusan.
Apa...?!
Wah, ternyata belum jelas ya?, Pak Anton menggelengkan kepalanya sejenak. Saya minta agar kamu menikah siri dengan saya! Kawin kontrak! tegas Pak Anton sekali lagi.
Perasaan Sasha terguncang hebat saat kembali mendengar ucapan Pak Anton itu. Ia merasa dihina dan direndahkan sekali saat diberikan syarat seperti itu. Lagipula, ia sudah bersuami dan tidak mungkin ia memenuhi permintaan nikah siri Pak Anton yang juga berarti ia mengkhianati cinta suaminya itu.
Tidak... tidak mungkin, Pak! Saya tidak mau! Sasha segera beranjak pergi menuju pintu keluar ruangan itu. Namun belum sempat ia keluar, kembali terdengar suara Pak Anton dari belakang.
Baiklah kalau begitu, saya rasa kalian harus siap menitipkan anak kalian di panti asuhan untuk sementara! mendengar suara Pak Anton itu, sekujur tubuh Sasha terasa lemas dan tenaganya menghilang. Apalagi saat mendengar nasib yang menunggu anaknya itu.
Pikirkan lagi, Sasha. Kamu bisa menjaga rumah tanggamu dan menyimpan uang kalian tanpa kurang sepeserpun dengan memenuhi syarat dari saya! Lagipula, kamu hanya akan menikah siri, dan mas kawin kita bisa kamu simpan! Tentu saja, hal ini akan jadi rahasia kita berdua saja. Aldy dan orang lain tak perlu tahu! Saya bisa menjamin kerahasiaan pernikahan kita! bujuk Pak Anton. Sasha, ingat kalau masalah ini adalah akibat ulah Aldy! Untuk apa kamu tetap setia padanya?! Dia yang membuatmu mendapat masalah seperti ini, bukan?! tambahnya.
Mendengar bujukan Pak Anton, membuat Sasha merasa tidak punya pilihan lain lagi.
Kapan... pak?!
Hm?!
Kapan... bapak mau menikahi saya? tanya Sasha dengan terbata-bata. Pak Anton tidak bisa menyembunyikan kegirangannya lagi. Akhirnya mimpinya sejak lama terwujud juga! Sasha, idola para lelaki di kantor akan segera menikah dengannya.
Erhm! Kalau begitu, saya minta kamu untuk menyiapkan diri. Minggu depan, saya akan meminta Pak Leo untuk mengadakan perjalanan keluar kota dengan Aldy selama seminggu penuh, saya yakin dia tidak akan menolak saya dengan posisinya sekarang! Kamu sendiri, tolong siapkan keperluanmu untuk pernikahan kita nanti. Saya akan menjemputmu dan anak kalian begitu Aldy lepas landas! terang Pak Anton.
Sasha hanya mengangguk pelan mendengar instruksi Pak Anton. Pak Anton lalu mengembalikan disket itu ke Sasha setelah mengcopy isi disket itu ke komputernya.
Ini untuk jaminan. ujar Pak Anton sambil tersenyum memuakkan saat mengcopy isi disket itu. Kalau kamu macam-macam, kamu tahu akibatnya! ancamnya kembali pada Sasha. Sasha hanya tertunduk lesu saat mengambil kembali disket itu. Begitu pulang, Sasha menyerahkan disket pada Aldy itu sambil menahan perasaannya seolah tidak terjadi apapun di kantor hari itu. Bagaimanapun juga, Sasha berusaha menjaga rahasia barunya itu demi keutuhan rumah tangganya dan juga untuk masa depan Alyssa.
Beberapa hari kemudian, semua yang dikatakan Pak Anton terjadi. Aldy dan Pak Leo terbang ke Sulawesi untuk urusan dinas. Tentu saja, Pak Leo terpaksa berangkat karena perintah Pak Anton yang merupakan atasan tertinggi di kantor itu, ditambah dengan sedikit paksaan berkaitan dengan penggelapan pajak itu. Namun baik Aldy maupun Pak Leo sama sekali tidak tahu apa tujuan Pak Anton sebenarnya. Sasha yang sudah tahu akan peranannya mempersiapkan dirinya sebaik mungkin. Pagi-pagi sekali, Pak Anton tiba dirumah Sasha dengan sedan berwarna putih sekitar jam 8 pagi. Pak Anton tersenyum melihat Sasha yang sudah menunggu di pekarangan rumahnya dengan menggendong Alyssa dan membawa sebuah koper besar.
Wah, sudah lama ya menunggu? Ayo masuk! ujar Pak Anton tersenyum sambil membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Sasha dan Alyssa masuk.
Sasha segera menuruti perintah Pak Anton tanpa bicara sepatah kata pun. Koper Sasha dimasukkan ke bagasi dan mobil itu pun segera melaju ke daerah Puncak. Perasaan Sasha kacau balau dalam perjalanan itu. Kepalanya dipenuhi berbagai macam pikiran yang terus menyiksanya, apalagi kalau mengingat ia sedang mengkhianati Aldy saat ini. Pikiran Sasha terasa buntu karena kelelahan dan ia pun tertidur dalam perjalanan. Akhirnya, mobil itu sampai di sebuah villa besar yang kemudian diketahui merupakan villa milik Pak Anton. Waktu saat itu menunjukkan pukul 12 siang saat itu. Mobil itu langsung diparkir masuk kedalam garasi dan Sasha dibawa masuk melalui pintu samping villa yang megah itu.
Nah, Sasha. Kamu boleh bawa Alyssa untuk beristirahat di kamar lantai atas. Saya akan menunggu kamu diruang tamu. Ujar Pak Anton sambil memberikan kunci kamar untuk Sasha.
Sasha mengambil kunci di tangan Pak Anton dan menidurkan Alyssa di kamar itu. Setelah memastikan kalau Alyssa sudah tidur, Sasha segera beranjak keruang tamu untuk menemui Pak Anton. Pak Anton tersenyum lebar saat melihat Sasha turun dari lantai atas.
Bagaimana, Alyssa sudah tidur? tanya Pak Anton.
Sudah pak... jawab Sasha pelan.
Bagus! Ingat, selama kamu ada di villa saya, kamu harus menuruti semua perintah saya tanpa menolak sedikitpun! Kalau kamu menurut, saya jamin kamu tidak akan menyesal, tapi kalau sekali saja kamu membangkang, saya akan memastikan kalau nasib rumah tanggamu hancur sama sekali! Kamu mengerti?! ancam Pak Anton dengan suara keras.
Sasha hanya mengangguk pelan. Sasha sudah tahu kalau sekarang ia sudah didalam cengkraman kekuasaan Pak Anton dan tidak mungkin lagi baginya untuk mundur. Sekarang ia hanya memasrahkan dirinya untuk menuruti kemauan Pak Anton. Pak Anton segera beranjak berdiri dan mendekati Sasha. Pak Anton lalu berjalan berputar mengelilingi Sasha yang berdiri di tengah ruangan itu sambil mengamati tubuh molek Sasha. Senyum Pak Anton yang memuakkan tampak jelas saat melihat-lihat kulit putih mulus Sasha, pantat Sasha yang bulat dibalik celana jins yang dipakai Sasha maupun dada Sasha yang tampak membusung karena sempitnya blouse putih yang dipakai Sasha. Pak Anton merasa amat beruntung karena akan segera mendapatkan istri secantik Sasha. Wajah Pak Anton bagaikan anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan baru dan tidak sabar untuk memainkan mainan itu.
Hmm... Pak penghulu baru bisa datang jam 4 sore nanti. Sekarang baru jam setengah 2. Kita punya banyak waktu untuk bersiap-siap! gumam Pak Anton.
Ayo, ikut saya! Pak Anton menarik lengan Sasha dan membimbingnya ke kamar mandi. Sasha hanya mengikuti Pak Anton tanpa memberontak.
Sasha tertegun sejenak saat melihat luasnya kamar mandi villa itu yang dilengkapi bathtub marmer seperti sebuah kolam kecil. Pak Anton tidak lupa memberi wewangian lavender sehingga aroma lavender terpancar dari kamar mandi itu. Pak Anton lalu memutar keran air sehingga air hangat memancar dari keran dan mengalir memenuhi bathtub itu. Sambil menunggu air hangat memenuhi bathtub itu, Pak Anton segera melepaskan semua pakaiannya sehingga tubuhnya telanjang bulat tanpa sehelai benangpun. Sasha takjub saat melihat ukuran kemaluan Pak Anton yang sudah mengacung keras. Penis yang gemuk dan panjang itu berukuran jauh lebih besar daripada penis Aldy, sekitar 20 cm. Tonjolan otot urat kemaluannya terlihat jelas dan berkilat menantang.
Ayo, kamu juga! Lepaskan semua bajumu! perintah Pak Anton yang segera dituruti Sasha.
Mula-mula Sasha menurunkan celana jinsnya sehingga terlihatlah sepasang jenjang kaki yang mulus dan indah. Paha Sasha yang padat dan bulatan elok pinggulnya tampak begitu indah dipadukan dengan pinggangnya yang ramping dan elok. Sebuah celana dalam putih masih terpasang melindungi daerah selangkangan Sasha.
Pak Anton berdecak kagum melihat bayangan pantat Sasha yang bulat dan padat dibalik celana dalam putih itu. Jarang sekali dilihatnya wanita dengan pantat sebagus itu. Sasha kemudian melepas blousenya sehingga tubuhnya kini hanya tertutup oleh sebuah bra berwarna putih berenda dan celana dalam putihnya. Tubuh putih mulus Sasha tampak terawat dengan sangat baik. Payudaranya yang berukuran sedang namun padat tampak serasi dengan ukuran tubuh Sasha dan semakin mempercantik bentuk tubuhnya, walaupun dada cantik itu masih tertutup oleh mangkuk bra Sasha. Sasha berhenti sejenak melepas pakaiannya, wajahnya tampak memerah karena malu dan keraguan terpancar jelas dari raut wajahnya.
Lho? Kenapa ragu-ragu? Ayo, lepas semuanya! Atau kamu mau saya yang melepaskan? hardik Pak Anton, namun Sasha hanya diam terpaku.
Ya sudah kalau begitu! Pak Anton mendekati tubuh Sasha.
Tangan Pak Anton segera melepas kait bra Sasha sehingga bra putih berenda itu pun terlepas dan jatuh ke lantai, menampakkan kedua payudara Sasha yang kini menggantung indah di dadanya. Otomatis kedua tangan Sasha bereaksi cepat menutupi payudaranya. Namun Pak Anton sudah memegang kedua sisi pinggiran celana dalam Sasha dan melorotkannya dengan cepat melewati jenjang kaki mulus itu. Sasha tampak kebingungan untuk menutupi wilayah-wilayah vitalnya tapi Pak Anton langsung menarik turun tangan Sasha yang menutupi payudaranya. Akhirnya tubuh Sasha terpampang jelas, telanjang bulat dihadapan Pak Anton. Pak Anton tidak henti-hentinya berdecak kagum melihat keindahan dan kemolekan tubuh Sasha itu. Kewanitaan Sasha tampak terawat dan hanya tampak sedikit ditumbuhi rambut-rambut halus yang rapi. Mata Pak Anton langsung jelalatan melihat indahnya bentuk tubuh Sasha, yang bahkan tidak pernah dilihatnya di film-film porno
Waduh... benar-benar badan yang bagus sekali! puji Pak Anton. Sasha hanya memalingkan mukanya yang memerah karena malu. Baru kali ini ada orang yang melihat tubuh telanjangnya selain Aldy, suaminya itu.
PLAAK! Aduh! Sasha menjerit saat tangan Pak Anton menepuk keras bongkahan pantatnya yang mulus.
Ayo, masuk ke bak mandinya! perintah Pak Anton sambil mendorong pantat Sasha ke depan. Sasha pun terpaksa memasuki bathtub itu. Pak Anton lalu menyusul masuk dan merebahkan dirinya di sudut bathtub itu. Sasha hanya terduduk kebingungan dihadapan Pak Anton.
Sha, ayo ke sini! ujar Pak Anton seraya melambaikan tangannya. Sasha dengan patuh mendekatkan dirinya ke tubuh Pak Anton. Pak Anton segera merangkul Sasha sehingga tubuh mereka berdua berhimpitan.
Ayo, kamu menyandar di badan saya! kata Pak Anton seraya menyandarkan tubuh lembut Sasha kedadanya.
Sasha berusaha untuk menyamankan dirinya dengan bersandar di perut buncit Pak Anton yang kenyal seperti bantal itu, walaupun bulu-bulu lebat di dada Pak Anton terasa mengganggu punggungnya. Sasha berusaha menghilangkan pikirannya yang sedari tadi terus berkecamuk dengan cara menikmati air hangat itu. Selama beberapa saat, Pak Anton meresapi nikmatnya berendam di air hangat sambil ditemani seorang wanita secantik Sasha. Sesekali Pak Anton menciumi rambut panjang Sasha yang wangi ataupun memeluk erat tubuh Sasha, seolah meresapi kelembutan tubuh wanita cantik itu. Pak Anton tersenyum mensyukuri keberuntungannya. Sasha, si pujaan para lelaki di kantor itu kini sepenuhnya miliknya; akhirnya ia telah mendapatkan intan yang amat berharga itu.
Sasha. Ayo kamu berdiri di tengah, sayang! perintah Pak Anton sambil melepaskan pelukannya ditubuh Sasha.
Sasha segera bergerak menuju ketengah bathtub itu dan berdiri mematung disana. Dengan air hangat setinggi lutut itu, tubuh Sasha tampak terpampang jelas. Kilatan air yang membasahi tubuhnya juga menimbulkan kesan sensual apalagi dengan uap-uap disekitar permukaan air yang seolah menciptakan panorama indah bagi pemandian seorang bidadari yang cantik seperti Sasha. Pak Anton sendiri tak hentinya terkagum-kagum melihat pemandangan itu. Pak Anton segera beranjak keluar dari bathtub itu dan mengambil sebuah baki kayu yang berisi sabun, sponge, shampoo dan berbagai peralatan mandi. Pak Anton lalu kembali masuk ke dalam bathtub itu dan berjalan mendekati Sasha.
Nah, Bapak mandikan ya, Sasha? tanya Pak Anton sambil tersenyum cengengesan.
Sasha sendiri sudah tahu tujuan Pak Anton pasti berbeda dari hanya sekedar memandikan dirinya, namun Sasha juga tidak tahu apa rencana Pak Anton sesungguhnya. Bahkan Aldy sendiri yang tak lain merupakan suami Sasha tidak pernah bercinta dengannya di kamar mandi, sehingga Sasha masih belum berpengalaman tentang percintaan di kamar mandi.
Hyaa? Sasha menjerit kaget saat merasakan cairan sabun beraroma mawar yang sejuk dan licin itu dituangkan ke pundaknya sehingga meluber ke punggungnya yang mulus.
Pak Anton mulai beraksi, tubuhnya ditempelkan di punggung Sasha dan digosokkannya sabun itu ke tubuh Sasha lewat tubuhnya seperti sebuah sponge. Sasha merasa agak risih karena tubuh Pak Anton yang berbulu lebat itu bergesekan dengan tubuhnya yang mulus, apalagi saat merasakan penis Pak Anton yang besar itu sesekali bersentuhan dengan pantatnya seiring dengan gosokan tubuh Pak Anton. Pak Anton sendiri berusaha untuk meresapi kelembutan tubuh Sasha yang digosok-gosok dengan badannya yang gemuk.
Pak Anton tidak cepat puas, ia lalu menuangkan sabun cair itu ketelapak tangannya dan segera meremas dada cantik milik Sasha dari belakang sambil sesekali mengusapkan sabun itu ataupun memencet puting susu Sasha dengan pelan, sehingga punggung dan dada Sasha kini dipenuhi dengan busa sabun.
Achh... desah Sasha pelan saat Pak Anton memencet puting susunya sambil mengocok-ngocok payudaranya. Sasha bisa merasakan kalau penis Pak Anton terasa agak sedikit membesar saat memandikan tubuhnya itu.
Perlahan-lahan, jangkauan tangan Pak Anton semakin turun kebagian bawah tubuh Sasha. Dengan pelan diusapkannya sabun itu ke perut ramping Sasha, jari kelingkingnya tiba-tiba mencolek pusar Sasha sehingga Sasha mengaduh pelan. Setelah menyabuni perut Sasha, Pak Anton lalu melanjutkan aksinya dengan menyabuni pinggang Sasha dengan pelan, seolah meresapi keelokan lekuk tubuh Sasha di telapak tangannya.
Nah, saya juga harus membersihkan tubuhmu di sini juga! ujar Pak Anton sambil membelai pantat Sasha. Kembali sabun cair itu dituangkan Pak Anton, namun kali ini ke bongkahan pantat Sasha. Pak Anton lalu mulai memijat pelan pantat Sasha dengan kedua telapak tangannya.
Aah... ehmm... Sasha merasa agak rileks dengan pijatan itu.
Pak Anton juga memijat pinggang Sasha dan menekan pinggul wanita itu, sehingga muncul gelombang rasa geli yang mulai mendera tubuh Sasha dari pantat dan pinggangnya. Lama kelamaan, Sasha pun mulai merasa gairah seksualnya terbangkitkan oleh rasa nyaman dan nikmat dari pijatan itu.
Kya... Haah! desahnya pelan saat Pak Anton menekan tulang pinggangnya.
Sasha, lebarkan pahamu dan menungginglah! perintah Pak Anton yang dituruti dengan patuh oleh Sasha.
Sasha lalu menuju ke pinggiran bathtub itu dan menunggingkan dirinya di tepian bathtub itu. Pak Anton masih belum mau melepaskan tangannya dari pinggang dan pantat Sasha yang terus dipijatnya dengan sabun. Sekarang Sasha dalam posisi menungging dengan Pak Anton berjongkok dibelakang tubuhnya sambil terus memijati pantat Sasha. Lama kelamaan, Pak Anton tidak dapat menahan dirinya lebih lama lagi saat melihat pantat montok dan indah milik Sasha itu terpampang jelas dihadapannya.
Ah! Jangan! jerit Sasha mendadak saat merasakan tangan Pak Anton mulai membuka celah pantatnya. Namun permintaan Sasha tidak digubris. Sasha merasa amat malu saat lubang pantatnya terekspos jelas dihadapan Pak Anton.
Nah, ini dia lubang pantatnya bidadari kantor kita! ejek Pak Anton yang semakin membuat wajah Sasha memerah menahan malu. Sasha bisa melihat jelas raut wajah Pak Anton yang terkekeh-kekeh mengamati pantatnya itu.
Jangan Pak... Saya malu... pinta Sasha dengan pelan. Ini pertama kalinya seseorang melihat pantatnya sedekat itu karena selama berumah tangga dengan Aldy, Aldy tidak pernah meminta jatah lubang pantat Sasha.
Lho, kenapa? Kok malu? Padahal lubang pantatnya juga indah seperti orangnya! puji Pak Anton. Atau kamu tidak mau pantatmu dilihat saya karena alasan lain? lanjut Pak Anton. Sasha hanya terdiam tanpa menjawab.
Ooh, saya tahu!tiba-tiba Pak Anton berseru. Pasti kamu jarang merawat pantatmu, ya?! terkanya.
Tidak Pak... Saya... Sasha berusaha menolak terkaan Pak Anton. Tentu saja Sasha rajin merawat pantatnya setiap saat, namun Pak Anton memang hanya ingin mempermalukan Sasha saat itu.
Sudahlah, kamu tidak perlu malu-malu, bilang saja kalau kamu mau pantatmu saya bersihkan! dengan lancangnya Pak Anton menguakkan bongkahan Sasha dan mengusapkan sabun di tangannya ke celah-celah pantat Sasha.
Kyah! Sasha menjerit saat jari-jari kasar Pak Anton terasa menggesek celah pantatnya dan memenuhi pantatnya dengan busa sabun.
Rasa geli menusuk tubuh Sasha saat jari telunjuk Pak Anton menekan-nekan lubang pantatnya. Sehingga kembali terdengar desahan-desahan tertahan dari bibir Sasha saat gairah seksualnya terbangkitkan. Pak Anton tidak menyia-nyiakan kesempatan emasnya saat mendengar desahan-desahan kecil dari bibir Sasha. Dengan sigapnya, Pak Anton meluncurkan tangannya kearah depan sehingga tangan kanannya menjamah vagina Sasha.
Ah?! Sasha terkejut sejenak saat telapak tangan kiri Pak Anton menjamah vaginanya.
Hehe... bagian ini juga harus dibersihkan kayaknya... ujar Pak Anton nakal.
Aw... aw.... aach... desah Sasha saat jari-jari tangan kiri Pak Anton menyabuni vaginanya dengan cara mengusap-usap kewanitaan Sasha dengan sabun. Usapan Pak Anton yang agak kasar itu tak pelak membuat vagina Sasha juga dibanjiri busa sabun putih. Gesekan jari Pak Anton yang sesekali juga menyentil klitorisnya, membuat Sasha semakin dirasuki gairah seksualnya. Apalagi tangan kanan Pak Anton masih dengan rajinnya menyabuni celah pantatnya sambil sesekali mencolek lubang pantat Sasha dengan kuku jari telunjuknya.
Egh... Aw... Haah... Sasha semakin sulit mengontrol dirinya.
Luar biasa! Pak Anton rupanya amat pintar mempermainkan gairah seksual wanita. Gerakan-gerakan tangannya yang menyabuni selangkangan Sasha bergerak tanpa ritme, sehingga Sasha juga kesulitan mencapai orgasmenya. Kepala Sasha menegadah berusaha menghirup udara segar sambil terus mengeluarkan desahan-desahan penuh kenikmatan. Pak Anton semakin gemas dengan Sasha dan mempercepat gosokan jarinya divagina Sasha. Akibatnya, Sasha semakin terhanyut dalam kenikmatan seksualnya
OOKH... AAAAA... Sasha memejamkan mata, mendongakkan kepalanya dan melolong pilu saat ledakan orgasmenya memancar keluar dari tubuhnya.
Sasha merasa ototnya tegang dan mengeras saat gelombang kenikmatan itu melanda tubuhnya.
Pak Anton yang masih memegang vagina Sasha bisa merasakan vagina Sasha berdenyut keras dan busa sabun di jari-jari tangan kirinya terasa lebih hangat saat Sasha mencapai orgasmenya, karena vagina Sasha ikut memuncratkan cairan cintanya yang hangat ketelapak tangan kiri Pak Anton. Tulang-tulang Sasha serasa terlolosi dari sendinya saat sensasi orgasmenya mereda. Sasha pun tampak limbung, namun Pak Anton segera menangkap tubuh Sasha dan menyandarkannya ke tepian bathtub itu.
Hehehe... enak kan rasanya? Tenang saja, kita masih belum selesai! seringai Pak Anton sambil mengambil sebuah shower dan sprinkler.
Sasha hanya tersandar pasrah tanpa tenaga ditepian bathtub itu dengan keadaan tubuh masih dipenuhi busa. Staminanya nyaris terkuras habis saat orgasme hebat yang baru saja melanda tubuhnya. Pak Anton lalu menyalakan shower ditangannya dan membilas tubuh Sasha dengan kucuran air shower itu. tangannya mengusapkan air disekujur tubuh Sasha, menghapus busa putih yang memenuhi tubuh Sasha. Tidak lupa, Pak Anton secara cermat membersihkan kedua payudara Sasha, kadang-kadang diremasnya dada Sasha dengan pelan ataupun mencubit puting susu Sasha sehingga terdengar suara desahan tertahan dari bibir Sasha. Pak Anton tampak berusaha menjaga agar aliran air shower itu tidak membilas busa putih yang masih menggumpal menutupi selangkangan Sasha. Akhirnya, tubuh Sasha bersih dari busa sabun kecuali bagian selangkangannya yang masih tertutup oleh busa lembut itu. Pak Anton mematikan aliran air dari showernya dan kini mengambil sprinkler yang dari tadi terendam didalam bak mandi itu. Pak Anton memutar keran sprinkler itu secukupnya dan mengacungkan sprinkler itu ke selangkangan Sasha seperti sebuah pistol yang siap untuk menembak sasarannya. Jari jempol Pak Anton lalu menekan keras tombol sprinkler itu dan CRAASH! Terdengar suara semburan air yang kencang.
KYAAAH! Jeritan Sasha terdengar menyusul saat semburan air itu menghantam vaginanya.
ADUH! AAKH!!AAGH!!!! Sasha menjerit-jerit saat tekanan air itu terasa menyembur paksa ke dalam vaginanya.
Air mata Sasha juga tampak meleleh turun dari matanya karena rasa sakit dan sensasi kenikmatan akibat semburan air itu. Apalagi saat tiang air itu menggelitik klitorisnya. Efek orgasme Sasha yang masih belum hilang sekarang ikut membangkitkan kembali kenikmatan seksual dari tubuh Sasha. Pak Anton tersenyum saat melihat gelinjangan erotis tubuh Sasha yang mulai terbangkitkan kembali gairahnya. Sasha sendiri tidak pernah membayangkan kalau semprotan air dengan lembut di vagina juga dapat memberikan kenikmatan seksual bagi para wanita. Pak Anton juga sesekali menghentikan semprotannya dan secara mendadak kembali menyemprotkan air di vagina Sasha, sehingga menimbulkan kenikmatan seksual tersendiri bagi Sasha, serasa melakukan onani dengan jacuzzi.
HAAAH... AAH... Sasha menggeliat pelan sambil melenguh keras. Air di bathtub itu tampak beriak-riak saat gerakan tubuh Sasha yang hendak menjemput orgasmenya semakin kencang. Pak Anton segera mengecilkan tekanan air sprinkler itu dan menghentikan semprotannya sehingga Sasha gagal mencapai orgasmenya.
Aah... hooh... desah Sasha pelan sambil berusaha mengatur nafasnya. Walaupun orgasmenya terhenti, tubuh Sasha masih saja tidak bertenaga. Pak Anton segera menghampiri Sasha yang masih terduduk mengangkang ditepian bathtub itu. Sasha tidak banyak berontak lagi karena tubuhnya sekarang benar-benar kelelahan dan seluruh tenaganya serasa terkuras seluruhnya.
Pak Anton mengeluarkan sebuah pisau cukur dan menjongkokkan dirinya dihadapan selangkangan Sasha yang membuka lebar. Pak Anton mulai mencukur rambut-rambut halus di kewanitaan Sasha dengan cermat tanpa menyisakan sehelaipun rambut vagina Sasha sehingga kewanitaan Sasha kini terpampang jelas dan bersih.
Sekarang semuanya sudah bersih! Ayo! Pak Anton segera menarik Sasha keluar dari bathtub itu.
Tubuh Sasha lalu dikeringkan dengan sebuah handuk putih. Pak Anton menghirup udara disekitar tubuh Sasha sejenak dan aroma mawar yang lembut segera memanjakan indera penciuman Pak Anton. Ya, kini sekujur tubuh Sasha memancarkan aroma mawar yang amat wangi karena disabuni terus menerus oleh Pak Anton. Pak Anton lalu melingkari dan memakaikan handuk itu ke tubuh Sasha.
Part 3

EmoticonEmoticon