Selasa, 25 Juli 2017

Kisah Bersama 2 ABG





Serbubet Sebagai laki-laki aku diciptakan memiliki hampir kesempurnaan dengan
tinggiku 178cm, badankuyang sixpack dan juga wajahku yang ganteng.
Kulitku juga kunig bersih dan juga hidungku yang mancung membuat para
wanita tertarik padaku. Dan aku pun memanfaatkan kegantenganku untuk
mengoleksi banyak wanita, hingga aku mendapatkan sebutan sebagai playboy.

aku saat ini kelas 3 SMA, aku mempunyai 2 teman wanita yang sangat dekat
denganku. namanya Salsa dan Liana. Mereka berdua sangat cantik-cantik,
tubuh mereka pun juga langsing-langsing dan juga sangat seksi dengan
payudara yang hampir sama sekitar 34B. untuk pantatnya Liana lebih seksi
dengan lebih besar dan lebih menjulang kebelakang. Namun Salsay terlihat
lebih HOT karena Salsay sering berpakaian super seksi. cerita dewasa


Saat itu belajarnya di rumah Salsa kita sudah berjanji bersama unutk
bertemu di sana, waktu sudah menunjukan pukul 18.00, aku langsung
mengeluarkan motorku unutk menuju ke rumah Salsa, eee tak taunya di
tengah jalan hujan turun deras sekali mengguyur kota Bandung, terpaksa
aku berhenti dan menunggu hujan reda, karena aku sudah mempunyai janji
dengan mereka berdua untuk belajar bersama, yah.. aku berani berkorban
meski hujan itu belum reda. Dan akhirnya aku pun sampai di rumah Salsa
dengan basah kuyup. Tiba-tiba Salsa keluar dari rumahnya karena
mendengar suara motorku, maklum ketika itu aku memakai motor Ninja yang
cukup berisik untuk didengar.

/Cerita Sex Ngentot Dua ABG/ – Tiba-tiba pun Salsa menghampiriku untuk
membukakan pagar, agaraku bisa masuk, dan secara otomatis Salsa pun
menjadi basah kuyup, dan terlihatlah olehku pemandangan yang
menggiurkan. BH-nya yang terlihat jelas olehku, dan kuperkirakan
ukurannya cukup besar (36B) dan dia waktu itu memakai BH berwarna hitam,
jadi terlihat jelas olehku. Setelah itu aku pun masuk ke rumahnya, dan
permisi ke Salsa untuk ke toilet untuk membersihkan badanku akibat hujan
tadi. Ketika aku mandi terdengar Salsa mengetuk pintu dan memanggilku
untuk memberikan handuk, aku pun membuka pintu dan mengambil handuk
tersebut.

Setelah selesai mandi aku keluar dengan hanya memakai handuk saja. Aku
mencari Salsa untuk meminjam pakaian kakaknya yang kebetulan sedang di
luar kota. Aku melihat-lihat rumahnya, dan kurasakan tidak ada satu
orang pun di rumahnya. Cuek saja, aku pikir. Dan aku pun dikagetkan oleh
suara seseorang yang memanggilku, ketika kulihat, dia adalah Liana, yang
entah kapan datangnya. Kemudian dia memberikan baju kepadaku, aku sempat
kaget dibuatnya, karena aku tidak tahu dia kapan datangnya.

Aku pun kembali ke kamar mandi untuk memakai baju ini. Dan ketika aku
sedang ganti baju, tiba-tiba Salsa masuk, dan terkejut sekali karena
menduga aku sudah tidak ada di dalam (maklum pintu kamar mandi lupa saya
kunci). Salsa berkata dengan wajah panik, “Sorry yah,” dan dia langsung
beranjak keluar dan aku pun melanjutkan memakai pakaian itu. Setelah
selesai, aku pun beranjak dari situ. Aku keluar ke arah ruang tamu dan
melihat mereka sedang bersiap-siap untuk memulai belajar bersama.

Aku sempat melihat wajah Salsa yang sedikit canggung. Setelah itu aku
duduk dan mengeluarkan buku yang telah kubawa. Setelah beberapalama
belajar, entah apa yang merasuki otakku ini sehingga membuat si “Joni”
berdiri. Pada saat itu Salsa minta maaf padaku atas kejadian tadi, dan
dengan berbisik dia agar tidak memberitahu pada siapapun juga, aku pun
mengiyakannya. Ketika itu Liana mengajak untuk menonton VCD yang baru
dipinjamnya untuk melepas suntuk dalam belajar, dan kami pun menuju
kamar Salsa.

Kami bertiga pun mulai menonton film tersebut. Setelah beberapa lama
kami menonton, terlihatlah suatu adegan yang “hot”, kami betiga hanya
diam saja, sambil berpandang-pandangan. Aku melihat Liana yang sudah
mulai kegelisahan, mungkin karena melihat adegan tersebut, dan terlihat
Salsa yang dari tadi diam saja, tetapi dia seperti mulai terangsang oleh
adegan tersebut. Aku pun melirik ke arah Salsa, dan tanpa dia sadari dia
mengusap-ngusap ke arah kemaluannya, dan sedikit-sedikit berdesah kecil,
“Sshh.. ahh..” hal ini membuat si “Joni” beranjak dari tempatnya. Timbul
hatiku untuk mengerjai mereka berdua.

Aku menggeserkan posisi dudukku ini untuk mendekatkan ke mereka berdua.
Aku pun memberanikan diri untuk mengelus-elus pahanya yang montok dan
putih mulus itu. Dia pun hanya diam saja, seakan akan menikmati elusan
itu. Liana melihat dan ikut terangsang juga, ketika itu Liana nekad
untuk mendekat padaku, dan tiba-tiba dia mengecup bibirku dengan hangat,
dan aku pun membalas dengan manis ciumannya. Ciumannya yang sangat
lembut itu membuatku semakin membabi buta.

/Cerita Sex Ngentot ABG/ – Aku pun meremas dada Liana yang masih
terbungkus oleh BH, dan Liana pun sangat menikmatinya. Tiba-tiba aku
mendengar desahan dari Salsa, “Ssshh.. ahh.. puaskan aku malam ini,..
pleassee, aku udah nggak tahannich.” Aku menyuruh mereka membuka
pakaiannya satu persatu. Mereka pun dengan cepat membuka pakaiannya.
Lalu Liana melucuti pakaianku, dan ketika membuka celanaku mereka
terbelalak, karena melihat punyaku itu yang besar 20cm. Dengan cepat
Salsa melahap penisku yang sudah tegang dari tadi.

Saat Salsa melahap penisku itu, aku terus menjilati puting susu Liana
yang sudah mulai mengeras, dan Liana menggelinjang keenakan. Saat itu
aku menyuruh Liana untuk terlentang di ranjang, kini aku mulai menjilati
kemaluannya yang sudah mengeluarkan bau yang harum dari kemaluannya.
Aku terus menjilatinya dengan buas, dengan sedikit-sedikit aku
mengocok-ngocok dengan jariku, dan dia pun menikmatinya. Dia menyuruhku
untuk memasukkannya ke vaginanya, “Ayo, masukin dong itunya, aku udah
nggak sabaran nunggunya,”aku berkata,

“Iya sayang, sabar yah..” tiba-tiba Salsa melepaskan kemaluanku itu dari
dalam mulutnya dan membimbing batanganku itu masuk ke dalam liang milik
Liana yang sudah basah sejak tadi.
“Bless.. bless.. bless” batanganku pun masuk setengahnya, dan aku
menggoyangkan maju-mundur secara perlahan-lahan dengan bantuan Salsa
yang terus memelukku dan menciumku itu.

Tiba-tiba Liana menjerit kesakitan karena batang kemaluanku itu terlalu
besar untuk masuk ke dalam liang senggama miliknya. Aku terus berusaha,
dan akhirnya batangku itu pun berhasil amblas semuanya di dalam, dan
terasa olehku cairan hangat yang keluar dari kemaluan Liana.

“Ahh.. ahh.. ah.. Liana..” Setalah 20 menit aku melakukannya bersama
Liana, sekarang giliran Salsa yang sudah tak tahandengan horny-nya itu.

Aku pun mulai memasukkan ke liang Salsa yang sangat menggodaitu,

“Bless.. bless..” amblaslah sudah batanganku itu di dalamnya.
“Ah ah ah..” desahnya. Aku merasakan dia sudah akan orgasme, tapi memang
benar dia mendesah,
“Yonn.. aa.. kuu maa.. uu.. keeluarr..”
Lalu aku berkata, “Tahan yah say.. bentar lagi, aku pun maukeluar
nich..” Dan setelah beberapa lama dia pun orgasme, dan mengeluarkan
cairan hangat yang terasa olehku.

Segera setalah itu aku pun mempercepat goyanganku itu dan.. “Creett..
croott.. creett..” aku memuntahkan seluruh maniku itu di mulut Salsa dan
Liana. Mereka berdua sangat menikmatinya. Kami bertiga pun terkulai
lemas di tempat tidur. Salsa dan Liana bekata kepadaku,

“Thanks yah sayang, aku belum pernah merasakan seperti ini. emang kamu
sangat hebat untuk melakukan hal ini,”
aku pun bekata, “Iya sayang,” sambil aku mengecup bibir mereka berdua.
Karena hari sudah larut malam aku pun bergegas untuk pulang dan pamit
kepada mereka. Setelah kejadian itu kami sering melakukannya, baik di
rumah maupun di hotel.


EmoticonEmoticon